Penyakit Ginjal : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Obat dan Pengobatan Penyakit Ginjal

Posted on

Penyakit Ginjal – Ginjal adalah organ ekskresi yang memiliki bentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa.

Pengertian Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal merupakan gangguan fungsi organ ginjal. Apabila ginjal rusak maka produk-produk limbah dan cairan bisa menumpuk dalam tubuh, yang nantinya dapat menimbulkan beberapa masalah seperti pembengkakan di pergelangan kaki, muntah, kelemahan, kurang tidur, dan sesak napas.

Penyakit ginjal bisa dipicu oleh berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Apabila penyakit ginjal tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan infeksi batu ginjal, batu ginjal, gagal ginjal, kisa dan juga kanker.

Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal

Tanda dan gejala penyakit ginjal berkembang dari waktu ke waktu apabila kerusakan ginjal berlangsung lambat. Berikut ini tanda dan gejala penyakit ginjal diantaranya yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Tampak terlihat lemah dan lesu (kurang bersemangat)
  • Mengalami gangguan tidur
  • Jarang buang air kecil
  • Volume urin berkurang
  • Perubahan warna urin(kadang bercampur darah)
  • Urin nampak berbusa
  • Otot berkedut dan kram
  • Cegukan
  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit kering sehingga sering mengalami gatal yang tak kunjung hilang
  • Nyeri dada (apabila cairan menumpuk di sekitar selaput jantung)
  • Gangguan irama atau denyut jantung
  • Sesak napas (apabila cairan menumpuk di paru-paru)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang sulit dikendalikan
  • Penurunan konsentrasi dan kesadaran.

Gejala penyakit ginjal ini sering tidak spesifik, karena terkadang gejala penyakit ginjal seringkali disebabkan karena penyakit lain. Dalam banyak kasus tanda dan gejala penyakit ginjal mungkin tidak muncul hingga kerusakan parah telah terjadi.

Penyebab Penyakit Ginjal

Penyebab penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis terjadi ketika penyakit atau kondisi merusak fungsi ginjal, menyebabkan kerusakan ginjal memburuk selama beberapa bulan atau tahun. Penyebab penyakit ginjal kronis ini diantaranya yaitu diabetes tipe 1 atau tipe 2; tekanan darah tinggi (hipertensi); glomerulonefritis (radang unit penyaringan ginjal (glomerulus)), Nefritis interstitial (radang tubulus ginjal dan struktur sekitarnya); penyakit ginjal polikistik; obstruksi berkepanjangan pada saluran kemih dari kondisi seperti prostat membesar, batu ginjal dan beberapa jenis kanker; vesikoureteral refluks (kondisi yang menyebabkan urine untuk kembali ke ginjal); pielonefritis (infeksi ginjal berulang).

Penyebab gagal ginjal akut

Jika tiba-tiba kehilangan fungsi ginjal maka itu disebut cedera ginjal akut atau dikenal juga dengan gagal ginjal akut. Ada 3 (tiga) penyebab gagal ginjal akut, di antaranya yaitu:

  • Kurangnya aliran darah ke ginjal
  • Kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri
  • Penyumbatan urin dari ginjal

Sedangkan, penyebab umum penyakit ginjal ini diantaranya seperti:

  • Luka trauma pada ginjal yang disertai dengan kehilangan darah
  • Dehidrasi
  • Kerusakan ginjal akibat shock selama infeksi berat yang disebut sepsis
  • Obstruksi aliran urin, seperti akibat pembesaran prostat
  • Kerusakan karena obat-obatan tertentu atau toksin
  • Komplikasi kehamilan, seperti eklampsia dan preeklampsia, atau terkait Syndrome HELLP

Faktor Risiko Penyakit Ginjal

Berikut ini faktor-faktor yang dapa meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal, diantaranya yaitu:

  • Penderita diabetes
  • Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Penderita penyakit jantung
  • Merokok
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kolesterol tinggi
  • Orang Afrika, penduduk asli Amerika, atau orang Asia
  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
  • Usia di atas 65 tahun

Cara Mendiagnosis Penyakit Ginjal

Untuk dapat mendiagnosis penyakit ginjal, maka dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya yaitu:

  • Tes darah untuk memeriksa GFR (laju filtrasi glomerulus), yang memberi informasi seberapa baik ginjal melakukan penyaringan.
  • Tes urin untuk memeriksa albumin dalam urin. Albumin yaitu protein yang bisa mengalir ke dalam urin jika ada ginjal yang rusak.

Selain itu juga, dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Dokter mungkin juga menggunakan tes ultrasound (USG) untuk menilai struktur dan ukuran ginjal; tes pencitraan seperti CT scan ginjal; atau bisa juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal.

Obat dan Pengobatan Penyakit Ginjal

Secara umum, pengobatan terdiri dari langkah-langkah untuk membantu mengontrol gejala, mengurangi komplikasi, dan memperlambat keparahan penyakit. Apabila ginjal menjadi rusak parah, mungkin perlu pengobatan untuk penyakit ginjal stadium akhir.

Pilihan pengobatan penyakit ginjal bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Pengobatan tersebut diantaranya yaitu:

Obat-obatan untuk penyakit ginjal. Dokter mungkin akan meresepkan obat ACE inhibitors (captopril, enalpril, fosionopril) atau ARBs (azilsartan, eprosartan, irbesartan, losartan, olmesartan, valsartan) untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi kadar protein di dalam urin.

Sedangkan, jika terkena infeksi ginjal, dokter akan meresepkan antibiotik selama beberapa waktu untuk membantu menghambat dan melawan pertumbuhan bakteri.

Diet. Orang yang memiliki penyakit ginjal harus memerhatikan asupan makanannya dengan baik. Biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan diet rendah garam, protein, kalium, dan sebagainya.

Dialisis artifisial, yaitu menghilangkan produk-produk limbah dan cairan ekstra dari darah ketika ginjal tidak dapat lagi melakukan hal ini. Pada hemodialisis, mesin menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah Anda.

Dialisis peritoneal,  pada cara ini sebuah tabung tipis (kateter) dimasukkan ke dalam perut, mengisi rongga perut dengan cairan dialisis yang menyerap limbah dan kelebihan cairan. Setelah periode beberapa waktu, larutan dialisis keluar dari tubuh, membawa limbah.

Transplantasi ginjal, melibatkan pembedahan menempatkan ginjal yang sehat dari donor, ke dalam tubuh. Transplantasi ginjal dapat berasal dari donor meninggal atau hidup. Anda harus menggunakan obat selama sisa hidup untuk menjaga tubuh agar tidak menolak organ baru.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Penyakit Ginjal : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Obat dan Pengobatan Penyakit Ginjal  yang perlu anda ketahui . Semoga bermanfaat..