Penyakit Pikun : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Penyakit Pikun

Posted on

Penyakit Pikun – Pikun adalah kondisi dimana seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengingat atau lupa apa yang mereka lakukan sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, perubahan muncul pada semua bagian tubuh, termasuk otak. Hal tersebut yang menyebabkan pikun dianggap sebagai kondisi yang biasanya terjadi dalam proses penuaan.

Dalam dunia medis, pikun merupakan salah satu gejala penyakit demensia dan Alzheimer. Kedua penyakit ini mengacu pada penurunan fungsi otak seperti menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir serta berperilaku.

Penyakit pikun ini merupakan kondisi umum yang paling sering terjadi pada orang lanjut usia. tapi tidak menutup kemungkinan orang muda mengalaminya karena cedera kepala dan trauma psikologis parah. Biasanya wanita lebih sering mengalami penyakit pikun ini dibandingkan pria.

Tanda dan Gejala Penyakit Pikun

Tanda dan gejala pikun setiap orang berbeda-beda, tapi secara umum gejala pikun diantaranya yaitu:

  • Sering menanyakan hal yang sama berulang kali.
  • Sering tersesat di tempat yang sudah lama dikenalinya.
  • Tidak bisa mengingat dan mengikuti aturan.
  • Bingung mengenai waktu, orang, dan tempat.
  • Lupa cara melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, mandi, pakai sepatu, dan berpakaian.
  • Tidak memedulikan keamanan, kebersihan dan asupan gizi mereka.

Walaupun pikun merupakan hal wajar yang dialami orang lanjut usia, tapi jika kalian merasa cemas maka bisa berkonsultasi pada dokter.

Penyebab Pikun

Penyakit pikun kemungkinan terjadi akibat kerusakan struktur sistem sinyal otak (sistem yang mengendalikan emosi dan ingatan). Kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan otak atau penyakit saraf. Berikut ini gangguan otak yang mungkin dapat menyebabkan pikun diantaranya yaitu:

  • Stroke.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Kejang.
  • Tumor atau infeksi di dalam otak.
  • Penyumbatan darah di dalam otak.

Selain itu, penyebab pikun yang lain bisa jadi karena kelainan tiroid, ginjal, hati dan masalah kejiwaan seperti stres, kecemasan atau depresi, kekurangan oksigen di dalam otak, keracunan karbon monoksida, bakteri herpes encephalitis, kanker dan penyakit autoimun, kecanduan alkohol kronis Wernicke-Korsakoff yang mengakibatkan kekurangan vitamin B1, efek samping pengobatan tertentu dan juga kekurangan vitamin B12.

Faktor Risiko Pikun

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit pikun diantaranya yaitu:

  • Cedera kepala dan otak.
  • Stroke.
  • Kecanduan alkohol.
  • Kejang.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Penyakit Pikun

Untuk dapat mendiagnosis penyakit pikun, maka dokter akan memeriksa riwayat pengobatan dan kesehatan pasien dengan bantuan ahli saraf dan psikiater. Selain itu bisa dilakukan beberapa tes diantaranya yaitu tes darah, tes urine, tes memori, kemampuan memecahkan masalah dan bahasa.

Penyakit pikun tidak membutuhkan pengobatan. Pasalnya beberapa perubahan gaya hidup bisa membantu pasien mengatasi pikun. Latihan otak, menemukan hobi atau minat baru, dan terlibat dalam banyak aktivitas akan membantu berpikir cepat. Membatasi alkohol juga akan mencegah kerusakan otak.

Pasien juga bisa menggunakan metode untuk mengatasi pikun lainnya, diantaranya yaitu:

  • Membuat rencana dan daftar aktivitas.
  • Menggunakan catatan, kalender, dan benda yang membantu mengingat lainnya.
  • Keluarga dan teman bisa membantu orang mengingat rutinitas harian, aktivitas, dan kontak sosial.
  • Stress, kecemasan, atau depresi dapat membuat orang pelupa. Jika terus berlangsung, pengobatan bisa termasuk konseling, pengobatan, atau keduanya.
  • Pada pasien alzheimer di tahap awal dan menengah, obat-obatan mungkin mencegah memburuknya gejala.

Demikian pembahasan tentang “Penyakit Pikun : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Penyakit Pikun“, semoga bermanfaat