Kolera : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Penyakit Kolera (Vibrio cholerae)

Posted on

Kolera (Vibrio cholerae) – Kolera (Vibrio cholerae) adalah penyakit bakteri yang menyebabkan diare berat dan dehidrasi, biasanya menyebar di dalam air. Kolera dapat berakibat fatal yaitu kematian jika tidak segera ditangani.

Gejala utama kolera yaitu diare dan dehidrasi. Syok dan kejang dapat terjadi pada kasus yang parah, namun ini jarang. Perawatan yang dapat dilakukan untuk menangani kolera diantaranya rehidrasi, cairan infus (IV), dan antibiotik.

Kolera adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat diare parah. Penularan kolera biasanya terjadi melalui air yang terkontaminasi.

Kolera sangat umum terjadi di tempat-tempat dengan sanitasi yang buruk, padat penduduk, area perang, dan area di mana banyak kelaparan terjadi. Lokasi yang umum terserang kolera termasuk bagian dari Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

Tanda dan Gejala Kolera

Kebanyakan penderita yang telah terjangkit Vibrio cholerae atau bakteri kolera tidak mengetahui bahwa mereka telah terjangkit kolera, karena tidak semua mengalami gejala.

Meskipun tidak memiliki gejala, penderita kolera masih bisa menularkan penyakit kolera ini kepada orang lain melalui tinja yang mengandung bakteri kolera dan mencemari air selama 1-2 pekan.

Berikut beberapa gejala kolera yang mungkin terjadi, diantaranya yaitu:

  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Dehidrasi.
  • Ketidakseimbangan elektrolit: ditandai dengan kejang otot, shock. Apabila tidak diobati, syok hipovolemik parah dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit.
  • Perubahan keadaan kesadaran.
  • Kejang.
  • Koma.

Jika gejala semakin parah, maka segera hubungi dokter.

Penyebab Kolera

Kolera disebabkan karena infeksi bakteri Vibrio cholerae. Akan tetapi, efek mematikan dari penyakit ini yaitu hasil dari racun yang disebut CTX (toksin kolera) yang dihasilkan oleh bakteri kolera di usus kecil. CTX berikatan dengan dinding usus, yang mengganggu aliran normal natrium dan klorida. Hal ini menyebabkan tubuh untuk mengeluarkan sejumlah besar air, yang nantinya menyebabkan diare dan hilangnya cairan dan garam (elektrolit) dalam tubuh secara cepat.

Air yang terkontaminasi merupakan sumber utama infeksi kolera, selain itu kerang mentah, buah-buahan mentah, sayuran, dan makanan lainnya juga bisa menjadi sumber V. cholerae.

Faktor Risiko Kolera

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kolera diantaranya yaitu:

  • Kondisi sanitasi yang buruk seperti di kamp pengungsi, negara miskin dan daerah yang hancur karena kelaparan, perang, atau bencana alam.
  • Kurang/tidak adanya asam lambung (hypochlorhydria atau achlorhydria).
  • Paparan rumah tangga.
  • Golongan darah O.
  • Kerang mentah atau setengah matang.

Pengobatan Kolera

Kolera membutuhkan penanganan segera karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Cara mengobati kolera bisa dilakukan dengan rehidrasi, cairan intravena, antibiotik dan suplemen zinc.

Selain itu pengobatan yang bisa dilakukan dirumah diantaranya yaitu cuci tangan dengan sabun dan air; minum air yang aman; makan makanan yang benar-benar mata dan terjamin kualitasnya; hindari konsumsi makanan mentah.

Itulah penjelasan tentang Kolera : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Penyakit Kolera (Vibrio cholerae)  . Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.