Meningitis (Radang Selaput Otak) : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Meningitis (Radang Selaput Otak)

Posted on

Penyakit Meningitis (Radang Selaput Otak) – Meningitis atau radang selaput otak merupakan radang pada membran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang yang secara kesatuan disebut dengan meningen. Radang bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain dan meskipun jarang bisa disebabkan oleh obat tertentu.

Meningitis bisa menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Meningitis dapat terjadi pada semua usia, tapi paling sering menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang dengan HIV/AIDS.

Tanda dan Gejala Meningitis (Radang Selaput Otak)

Tanda atau gejala umum meningitis atau radang selaput otak diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala dan leher kaku disertai oleh demam.
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran.
  • Muntah.
  • Kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia).
  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan, linglung
  • Mual dan muntah.
  • Sering pingsan.

Sedangkan gejala meningitis pada anak-anak hanya gejala non spesifik diantaranya seperti:

  • Lekas marah.
  • Mengantuk.
  • Ada ruam merah.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, maka segera periksakan ke dokter.

Penyebab Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penyebab meningitis paling umum yaitu virus, selain itu bakteri, jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor.

Bakteri penyebab meningitis diantaranya yaitu Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniac, Listeria monocytogenes, Escherichia coli, Klebsiella sp., Streptococcus grup B. Bakteri menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan (batuk, berciuman). Untuk itu perlu untuk melindungi diri dengan menjaga kebersihan.

Beberapa jenis virus penyebab meningitis diantaranya yaitu virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus West Nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles).

Faktor Risiko Meningitis (Radang Selaput Otak)

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena meningitis, diantaranya yaitu:

  • Tidak melakukan vaksin meningitis.
  • Sebagian besar kasus meningitis akibat virus terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Jika sedang hamil, maka akan meningkatkan risiko tertular listeriosis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria, yang juga bisa menyebabkan meningitis.

Pengobatan Meningitis (Radang Selaput Otak)

Pengobatan meningitis dilakukan tergantung pada penyebabnya. Untuk infeksi virus, dokter akan mengobati gejala dan menunggu untuk infeksi untuk sembuh dengan sendirinya. Sedangkan untuk infeksi bakteri, pasien mungkin harus melakukan opname di rumah sakit agar bisa di pantau dokter dan perawat.

Pengobatan biasa yang dilakukan untuk pasien meningitis yaitu termasuk terapi antibiotik melalui infus, minum banyak cairan dan istirahat. Antibiotik digunakan untuk mengobati bakteri radang selaput otak. Antibiotik tidak bisa mengobati meningitis viral. Obat antivirus bisa diberikan pada orang-orang dengan herpes meningitis.

Demikian pembahasan tentang “Meningitis (Radang Selaput Otak) : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Meningitis (Radang Selaput Otak)“, semoga bermanfaat