Hemangioma : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Hemangioma

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Hemangioma – Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun. Biasanya hemangioma sudah tampak sejak bayi dilahirkan atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran.

Hemangioma ini terbentuk dari sekumpulan pembuluh darah yang tumbuh tidak normal dan menjadi satu. Hemangioma sering muncul pada wajah, leher, kulit kepala, dada dan punggung anak usia 18 bulan ke bawah. Selain di kulit, hemangioma juga dapat tumbuh pada tulang, otot, atau organ di dalam tubuh.

Hemangioma tidak perlu dikhawatirkan, karena tidak bersifat kanker dan bisa hilang sendiri. Meski begitu, pengobatan diperlukan jika benjolan menyebabkan gangguan pada penglihatan dan pernapasan.

Tanda dan Gejala Hemangioma

Gejala umum hemangioma yaitu benjolan kenyal berwarna merah yang tumbuh di wajah, leher, kulit kepala, dada, dan punggung bayi. Benjolan yang terbentuk cenderung hanya satu, kecuali pada anak kembar, benjolan bisa lebih dari satu. Hemangioma bisa muncul saat lahir atau beberapa bulan setelahnya, lalu tumbuh dengan cepat hingga menonjol di kulit. Selanjutnya, hemangioma akan menyusut secara perlahan.

Sebagian besar hemangioma menghilang saat anak berusia 5-10 tahun. Walaupun begitu , warna kulit pada bekas hemangioma akan tetap berbeda dengan warna kulit di sekitarnya.

Penyebab dan Faktor Risiko Hemangioma

Hemangioma terbentuk saat pembuluh darah kecil tumbuh secara tidak normal dan berkumpul menjadi satu. Belum diketahui apa pemicu terjadinya kondisi tersebut, tapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya hemangioma, yaitu:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Lahir prematur
  • Memiliki berat badan lahir rendah
  • Mengalami gangguan perkembangan selama dalam kandungan
  • Memiliki kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga

Pengobatan Hemangioma

Sebagian besar hemangioma tidak perlu diobati, terutama jija tidak menimbulkan keluhan selain munculnya benjolan. Hal ini karena hemangioma akan hilang dengan sendirinya, seiring pertumbuhan bayi.

Apabila hemangioma menimbulkan gangguan, seperti gangguan penglihatan atau gangguan pernapasan dan juga menimbulkan luka, dokter bisa memberikan resep obat seperti:

  • Penghambat beta. Untuk hemangioma yang parah, dokter akan meresepkan obat penghambat beta dalam bentuk minum, seperti propanolol.
  • Kortikosteroid, seperti triamcinolone, digunakan untuk pasien yang tidak merespons obat penghambat beta. Obat ini bisa diberikan dalam bentuk tablet, oles, atau suntikan langsung ke hemangioma.
  • Vincristine. Dokter hanya memberikan obat vincristine jika hemangioma menyebabkan gangguan pada penglihatan atau pernapasan bayi. Obat ini diberikan melalui suntikan setiap bulan.

Selain dengan obat-obatan, hemangioma bisa ditangani dengan terapi laser. Metode ini hanya digunakan jika ukuran hemangioma cukup besar dan menyebabkan nyeri.

Demikian artikel tentang “Hemangioma : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Cara Mengobati Hemangioma“, semoga bermanfaat.