Taeniasis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Taeniasis

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Taeniasis – Taeniasis adalah penyakit akibat parasit berupa cacing pita yang tergolong dalam genus Taenia yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Taeniasis pada manusia disebabkan oleh spesies Taenia solium atau dikenal dengan cacing pita babi, sedangkan Taenia saginata dikenal juga sebagai cacing pita sapi. Manusia terkena taeniasis jika memakan daging sapi atau babi yang setengah matang yang mengandung sistiserkus sehingga sistiserkus berkembang menjadi Taenia dewasa dalam usus manusia.

Tanda dan Gejala Taeniasis

Sebagian besar taeniasis tidak menunjukkan tanda atau gejala tapi kondisi ini baru bisa diketahui saat ada cacing pada tinja. Cacing pita sering terilhat dalam bentuk yang datar dan persegi panjang, berwarna kuning pucat atau putih dengan ukuran seperti sebutir beras. Terkadang cacing bisa menyatu dan membentuk rantai yang panjang. Cacing tersebut bisa berpindah-pindah.

Gejala yang bisa muncul pada infeksi cacing pita di usus diantaranya yaitu:

  • Mual.
  • Nafsu makan menurun.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Ingin mengkonsumsi makanan yang asin.
  • Penurunan berat badan akibat gangguan dalam penyerapan makanan.
  • Pusing.

Beberapa penderita taeniasis juga bisa mengalami iritasi di area sekitar anus. Sedangkan gejala infeksi berat, di mana telur cacing sudah berpindah keluar dari usus dan membentuk kista larva pada jaringan tubuh dan organ lainnya, diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Reaksi alergi terhadap larva.
  • Gejala pada sistem saraf, seperti kejang.
  • Terbentuk benjolan.

Penyebab dan Faktor Risiko Taeniasis

Taeniasis terjadi saat telur atau larva cacing pita berada pada usus manusia. Masuknya telur atau larva caing pita ini bisa terjadi karena hal-hal berikut ini, diantaranya yaitu:

  • Mengkonsumsi daging babi, sapi, atau ikan air tawar yang tidak dimasak hingga matang seluruhnya.
  • Mengkonsumsi air kotor yang mengandung larva cacing, akibat terkontaminasi kotoran manusia atau hewan yang terinfeksi.
  • Melakukan kontak yang dekat dengan penderita infeksi cacing pita, misalnya melalui pakaian yang terkontaminasi kotoran yang mengandung telur cacing.

Cacing pita dewasa bisa tumbuh sepanjang 25 meter dan bertahan dalam usus manusia hingga 30 tahun tanpa diketahui. Setiap bagian tubuh cacing pita bisa menghasilkan telur yang dikeluarkan dari tubuh melalui tinja setelah cacing pita tumbuh dewasa. Penyebaran melalui kontak dengan kotoran yang mengandung cacing pita bisa terjadi jika kebersihan diri dan lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena taeniasis diantaranya yaitu:

  • Berada dalam lingkungan dengan sanitasi yang buruk.
  • Bepergian atau tinggal di daerah endemik atau negara di mana sering mengkonsumsi daging babi, sapi, atau ikan air tawar yang terkontaminasi cacing pita.
  • Memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah, sehingga tidak bisa melawan infeksi.

Pengobatan Taeniasis

Setelah pasien terdiagnosis taeniasis, maka dokter akan meberikan obat minum, diantaranya seperti:

  • Obat anthelmintik, contohnya pyrantel pamoate. Obat anthelmintik akan diberikan untuk sekali minum, tapi bisa dikonsumsi dalam waktu beberapa minggu hingga infeksi bersih. Cacing pita yang mati akan keluar bersama kotoran. Meski efektif, obat anthelmintik bisa menimbulkan efek samping, seperti pusing dan sakit maag
  • Obat anti inflamasi. Kista cacing pita yang mati bisa membuat jaringan atau organ menjadi bengkak dan meradang, untuk mengatasi hal ini dokter bisa memberikan obat kortikosteroid.
  • Obat anti kejang. Obat ini diberikan pada penderita teniasis yang mengalami kejang.

Pencegahan Taeniasis

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah taeniasis diantaranya yaitu:

  • Hindari konsumsi ikan dan daging terutama daging babi yang tidak matang sempurna.
  • Cuci semua buah dan sayuran, dan juga masak makanan hingga matang sebelum dimakan.
  • Jika memiliki peternakan, buat saluran pembuangan kotoran yang baik, jangan sampai mencemari air yang digunakan untuk keperluan konsumsi.
  • Bawa hewan peliharaan ke dokter hewan jika terinfeksi cacing pita.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, sebelum makan dan setelah keluar dari toilet.

Demikian artikel tentang “Taeniasis : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Taeniasis“, semoga bermanfaat