Listeria : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Listeria

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Listeria atau Listeriosis РListeria atau listeriosis adalah infeksi bakteri akibat keracunan makanan. Infeksi ini tidak berbahaya pada individu yang sehat, tapi bisa berbahaya pada wanita hamil, lansia, dan orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Tanda dan Gejala Listeria

Gejala yang muncul setelah beberapa hari bahkan setelah beberapa bulan individu terinfeksi listeria, diantaranya yaitu:

  • Mual.
  • Diare.
  • Demam.
  • Nyeri otot.

Infeksi listeria bisa menyebar ke sistem saraf, terutama pada anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan yang lemah. Gejala yang muncul pada anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan yang lemah diantaranya yaitu:

  • Kejang.
  • Leher kaku.
  • Sakit kepala.
  • Hilang keseimbangan.

Pada ibu hamil, walaupun ibu yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, tapi risiko fatal bisa menimpa bayi dalam kandungannya, diantaranya seperti:

  • Keguguran.
  • Lahir mati.
  • Kelahiran prematur.
  • Infeksi pada bayi baru lahir.

Penyebab Listeria

Penyakit listeria disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang hidup di air, tanah, dan kotoran hewan. Cara bakteri Listeria monocytogenes menginfeksi manusia diantaranya yaitu

  • Konsumsi sayuran mentah yang berasal dari tanah yang terkontaminasi bakteri.
  • Konsumsi susu yang tidak di pasteurisasi atau makanan yang dibuat dari susu tanpa pasteurisasi.
  • Konsumsi daging hewan yang tercemar bakteri.
  • Produk makanan kemasan yang terkontaminasi setelah proses produksi.
  • Pada bayi yang masih berada dalam kandungan, bisa tertular dari ibu yang terinfeksi bakteri.

Faktor Risiko Listeria

Berikut ini beberapa risiko seseorang terkena infeksi listeria diantaranya yaitu:

  • Wanita hamil dan bayi yang dikandungnya.
  • Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti:
  • Individu yang berusia 60 tahun ke atas.
  • Penderita AIDS.
  • Pasien yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Penderita diabetes atau penyakit ginjal.
  • Individu yang sedang mengonsumsi obat penurun daya tahan tubuh, misalnya kortikosteroid, seperti penderita rheumatoid arthritis atau seseorang pasca menerima donor organ.

Cara Mendiagnosis Listeria

Untuk dapat mendiagnosis listeria, dokter akan bertanya pada pasien beberapa hal, seperti makanan yang dikonsumsi, keadaan lingkungan tempat tinggal, dan kondisi di lingkungan kerja. Pemeriksaan fisik juga dilakukan sebelum melakukan pengambilan sampel darah, urine, air ketuban, atau cairan tulang belakang untuk memastikan diagnosis.

Pengobatan Listeria

Pengobatan listeria tergantung kepada tingkat keparahan gejala. Pada kebanyakan kasus, penderita listeria dengan gejala ringan tidak membutuhkan pengobatan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, pada kasus infeksi yang menunjukkan gejala parah, dokter akan meresepkan antibiotik.

Pada ibu hamil, pemberian antibiotik dapat mencegah bayi terkena infeksi. Bayi baru lahir yang terinfeksi listeria juga bisa diberikan antibiotik.

Pencegahan Listeria

Bakteri Listeria bisa bertahan hidup dalam kulkas dan freezer, tapi infeksi listeria bisa dicegah dengan melakukan beberapa langkah seperti:

  • Mencuci tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
  • Membersihkan alat masak yang baru digunakan dengan air hangat dan sabun.
  • Mencuci sayuran mentah dengan air mengalir.
  • Memastikan makanan yang dimasak benar-benar matang.
  • Memanaskan terlebih dahulu makanan yang ingin disantap.

Bagi wanita hamil dan orang dengan kekebalan tubuh rendah, sebaiknya hindari konsumsi makanan dan minuman seperti:

  • Hot dog.
  • Daging ham atau daging olahan lainnya, kecuali jika dikemas dalam kaleng.
  • Susu yang tidak di pasteurisasi dan produk olahan yang dibuat dari susu tersebut, misalnya keju.
  • Bandeng asap atau makanan seafood asap lainnya yang sudah disimpan di kulkas.
  • Salad.

Demikian artikel tentang “Listeria : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Listeria“, semoga bermanfaat