Edema Paru : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Edema Paru

Posted on

Edema Paru atau Edema Paru-Paru – Edema Paru atau Edema Paru-Paru adalah kondisi dimana terjadi akumulasi cairan di rongga udara dan parenkim paru yang menyebabkan gangguan perpindahan udara dan bisa menyebabkan gagal napas. Hal ini bisa terjadi akibat gagalnya jantung memompa darah keluar dari sirkulasi paru, maupun akibat cedera parenkim atau pembuluh darah paru.

Edema paru ini bisa muncul secara tiba-tiba (akut) atau juga dalam jangka panjang (kronis). Umumnya, edema ini terjadi pada orang lansia dan jarang terjadi pada orang berusia muda.

Tanda dan Gejala Edema Paru

Tanda dan gejala yang dialami penderita edema paru berbeda tergantung pada jenis edema paru yang dialami apakah edema paru akut atau kronis karena keduanya sedikit berbeda. Akan tetapi, gejala umum edema paru diantaranya yaitu:

  • Kesulitan bernapas
  • Gelisah atau kelelahan
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih

Gejala edema paru mendadak (akut)

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas (dispneu)
  • Merasa tercekik atau tenggelam
  • Wheezing (mengi) atau napas tersengal-sengal
  • Gelisah, lelah
  • Batuk berdahak atau berdarah
  • Nyeri dada jika edema paru disebabkan oleh penyakit jantung
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan (palpitasi)

Gejala edema paru jangka panjang (kronis)

  • Kesulitan bernapas saat beraktivitas atau berbaring
  • Wheezing (mengi)
  • Mengalami gangguan tidur akibat kesulitan bernapas
  • Berat badan naik dengan pesat akibat penumpukan cairan pada tubuh, terutama pada kaki
  • Mengalami pembengkakan pada bagian bawah tubuh, terutama pada kaki
  • Kelelahan

Apabila mengalami gejala seperti sesak napas secara tiba-tiba, kesulitan napas atau merasa tercekik, suara tersengal-sengal saat bernapas, saat batuk keluar dahak berwarna merah muda akibat tercampur darah dan berbusa, kesulitan bernapas dan keringat berlebih, kulit mengalami warna kebiruan atau keabuan serta mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan, maka sebaiknya segera periksa dan konsultasikan pada dokter.

Penyebab dan Faktor Risiko Edema Paru

Paru-paru yang memiliki banyak kantung udara yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Jika mengalami edema paru maka saat bernapas bukan udara yang terhirup tapiparu-paru akan terisi cairan. Ada 2 (dua) kategori atau jenis edema paru yaitu edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik.

Edema paru kardiogenik yaitu edema paru yang biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif yakni kondisi di mana jantung memompa terlalu sedikit darah dan darah dapat kembali ke vena dan terjebak di paru-paru. Selain itu, bisa juga karena pembuluh kapiler (pembuluh darah yang membawa darah ke paru-paru) melemah atau bocor.

Sedangkan edema paru nonkardiogenik yaitu edema paru yang bisa disebabkan karena beberaoa hal berikut ini, diantaranya yaitu:

  • Sindrom gagal napas akut (ARDS), yaitu paru-paru terisi cairan secara tiba-tiba dan sel darah putih meradang.
  • Ketinggian, perubahan tekanan udara secara drastis bisa menyebabkan cairan mengisi paru-paru.
  • Kondisi sistem saraf. Setelah cedera kepala, kejang, subarachnoid hemorrhage atau operasi otak, edema paru bisa terjadi.
  • Embolisme paru, yaitu pembekuan darah yang menyebabkan darah terperangkap pada paru-paru
  • Cedera paru-paru
  • Reaksi obat-obatan atau paparan terhadap racun tertentu
  • Infeksi virus
  • Hampir tenggelam

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko edema paru diantaranya yaitu usia lanjut dan memiliki kondisi kesehatan seperti diatas.

Cara Mendiagnosa dan Pengobatan Edema Paru

Agar dapat mendiagnosis edema paru maka dokter akan melihat gejala yang dialami pasien, memeriksa paru-paru dan jantung serta melakukan tes seperti tes darah, monitor kadar oksigen dalam darah, X-ray dada (untuk melihat tanda-tanda gagal jantung atau masalah lainnya pada paru-paru, seperti pneumonia), Echocardiogram (ultrasound jantung) untuk melihat masalah pada otot jantung (seperti kelemahan, penebalan, gagal untuk rileks, bocor atau katup jantung yang sempit, atau cairan di sekitar jantung) serta Electrokardiogram (EKG) untuk melihat tanda-tanda serangan jantung atau masalah pada ritme jantung.

Untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan membantu jantung bekerja dengan lebih efektif biasanya pasien akan dirawat di ICU. Perawatan melibatkan oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau saluran plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu bernapas.

Pengobatan yang dapat dilakukan pada pasien edema paru diantaranya yaitu:

  • Obat-obatan pengurang preload untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Biasanya dokter memberikan nitroglycerin dan diuretik seperti furosemide untuk mengatasi edema paru. Selai itu, nifedipine juga bisa diberikan.
  • Morfin, yaitu jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan sesak napas dan gelisah.
  • Pengurang afterload. Obat-obatan seperti nitroprusside, mendilatasi pembuluh darah dan mengurangi tekanan pada jantung.
  • Obat-obatan yang memperkuat otot jantung, mengendalikan detak jantung atau meringankan tekanan pada jantung.

Apabila anda mengalami edema paru maka akibat ketinggian, langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. Selanjutnya, gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan kondisi.

Sedangkan pengobatan edema paru yang bisa dilakukan dirumah untuk mengatasi atau mencegah edema paru diantaranya yaitu:

  • Mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter
  • Jaga berat badan yang sehat dan kurangi berat badan jika berlebih
  • Mengkonsumsi banyak sayuran, buah dan gandum utuh
  • Mengurangi asupan garam
  • Berolahraga secara rutin
  • Berhenti merokok

Cara Mencegah Edema Paru

Pencegahan edema paru dapat dilalakukan dengan cara mencegah penyakit jantung, diantaranya seperti:

  • Berolahraga selama 30 menit setiap hari.
  • Mengkonsumsi makanan sehat berupa sayur-sayuran, buah-buahan, serta makanan rendah lemak, gula, dan garam. Tujuannya yaitu untuk menjaga berat badan, kadar kolesterol dalam darah, dan tekanan darah selalu berada di batas normal.
  • Tidak merokok dan hindari stres.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Edema Paru : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Edema Paru yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..