Penyakit Usus Buntu – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu dengan Tepat

Posted on

Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu – Penyakit usus buntuk dalam bahasa kedokteran dikenal dengan penyakit radang usus buntu adalah peradangan yang terjadi pada usus buntuk atau usus kecil berbentuk jari yang melekat pada usus besar sebelah kanan bawah rongga perut. Disebut sebagai penyakit usus buntu jika pada usus buntu mengalami peradangan yang terkadang dapat pecah dan terbuka sehingga menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).

Meskipun tidak lagi asing ditelinga masyarakat Indonesia, penyakit usus buntu belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun secara umum, penyakit usus buntuk disebabkan karena pola makan yang tidak tepat serta dipengaruhi pula dengan kondisi fisik penderita.

Berdasarkan gambaran umum, penyakit usus buntuk disebabkan akibat adanya penyumbatan pada bagian usus buntu yang terhubung pada usus besar. Penyumbatan tersebut terjadi akibat adanya pembengkakan pada bagian kelenjar getah bening dalam dinding usus. Kebanyakan kasus, penderita penyakit ini terjadi pada penderita yang pernah mengalami infeksi saluran pernafasan (ISPA).

Untuk mengetahui secara jelas tentang gejala, penyebab, dan cara mengatasi penyakit usus buntu, dibawah ini adalah penjelasan selengkapnya.

Gejala Penyakit Usus Buntu

Secara umum, gejala umum penyakit usus buntu adalah sakit perut, sehingga banyak penderita tidak menyadari bahwa tubuh telah terkena usus buntu. Biasanya sakit perut terjadi pada bagian perut tengah, kemudian beberapa jam setelah itu rasa sakit berpindah hingga ke perut bagian kanan bawah.

Selain gelaja tersebut, terdapat beberapa gejala usus buntu lainnya, seperti:

  • Demam
  • Diare
  • Pembengkakan di perut
  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Sulit buang angin
  • Perut kembung

Gejala diatas adalah beberapa gejala umum yang sering dikeluhkan oleh penderita usus buntu. Beberapa dari gejala tersebut sering juga dialami pada penderita tifus, demam berdarah, dan lainnya. Untuk itu perlu dilakukan diagnosa dokter untuk memastikan apakah gejala tersebut memang gejala penyakit usus buntu atau gejala penyakit lainnya.

Penyebab Usus Buntu

Terdapat banyak kasus yang dapat menjadi penyebab usus buntu yang tidak sepenuhnya diketahui. Berikut beberapa penyebab usus buntu yang perlu di pahami, antara lain:

1. Adanya Penyumbatan
Penyebab umum penyakit usus buntu yaitu adanya penyumbatan pada usus buntu yang biasanya disebabkan karena feses, benda asing hingga sel kanker. Adanya penyumbatan tersebut menyebabkan bakteri berkembang biak.

Jika hal tersebut dibiarkan lama kelamaan dapat mengakibatkan usus buntu meradang, bengkak dan dipenuhi dengan nanah. Jika penyumbatan tersebut menutupi saluran usus buntu sebagian atau menutupi keseluruhan rongga usus buntu, cara mengatasinya yaitu dengan dilakukan operasi.

2. Faktor Genetik
Penyebab selanjutnya usus buntuk yaitu faktor genetik. Terdapat sekitar 56% kasus penyakit usus buntu yang disebabkan karena faktor genetik. Penyebab usus buntu juga dapat diturunkan oleh keluarga terkait dengan sistem HLA (antigen leukosit manusia) dan golongan darah. Mereka juga menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami usus buntu daripada golongan O.

3. Infeksi Usus
Berdasarkan penelitian Dr.Edward Livingston di UT Southwestern, menyatakan bahwa radang usus buntu mungkin saja disebabkan oleh infeksi virus penyebab atau infeksi yang belum ditentukan.

4. Faktor Makanan
Makanan bukanlah penyebab usus buntu, namun penyumbatan pada usus buntu bisa meradang hingga terjadi penumpukan pada makanan tertentu dan tidak dapat hancur atau dicerna. Biasanya terdapat pada jenis makanan cepat saji, makanan tinggi karbohidrat dan makanan rendah serat.

Cara Mengatasi Usus Buntu

Penyakit usus buntu tidak dapat disepelekan, gangguan pencernaan dapat memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih serius. Berikut ini adalah cara mengatasi penyakit usus buntu yang perlu diketahui.

Penyakit usus buntu dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Pada kebanyakan kasus, penyakit usus buntu menyerang pada usia remaja antara 18-30 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan seseorang dengan usia lanjut juga bisa mengalami penyakit usus buntu yang biasanya dipengaruhi oleh pola makanan. Lalu bagaimanakah langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit usus buntu.

Langkah utama pengobatan penyakit usus buntu yaitu dengan melakukan prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau dikenal dengan istilah apendektomi. Prosedur pengangkatan ini tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada organ tubuh lainnya.

Terdapat dua prosedur utama apendiktomi atau operasi usus buntu, yaitu:

  1. Laparoskopi
    Metode laparoskopi atau dikenal sebagai “prosedur lubang kunci”, metode ini banyak menjadi pilihan dokter untuk penderita usus buntu dengan usia lanjut, juga pada pasien dengan kondisi obesitas. Metode ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut untuk mengangkat usus buntu.
  2. Bedah sayatan terbuka
    Prosedur ini dilakukan bila kondisi usus buntu sudah memasuki stadium lanjut, yang biasanya dikarenakan pecahnya usus buntu serta terdapat penyebaran infeksi yang lebih luas. Karena itulah diperlukan sayatan terbuka untuk melakukan pengangkatan juga untuk membersihkan rongga perut.

Setelah menjalani prosedur operasi, biasanya pasien akan menjalani masa pemulihan dengan waktu sekitar 1 minggu. Sedangkan pasien disarankan untuk memulai aktiviasnya pada minggu ke-3 pasca operasi. Dan baru boleh melakukan aktivitas berat pada bulan ke-2 pasca operasi.

Akibat Komplikasi Usus Buntu

Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, penyakit usus buntu dapat berisiko pecah dan berakibat fatal bagi tubuh. Untuk itu segera hubungi dokter jik sakit yang diderita semakin parah dan menyebar keseluruh penyakit. Karena hal ini dapat menjadi indikasi kemungkinan pecahnya usus buntu yang memicu sejumlah komplikasi, seperti:

  1. Peritonis
    Peritonis adalah peradangan peritoneum yaitu jaringan tipis yang melapisi dinding perut bagian dalam dan organ dalam rongga perut. Terjadinya peradangan ini disebabkan oleh bakeri dari usus buntu yang pecah. Gejalanya bisa meliputi sakit perut parah secara terus-menerus, muntah, detak jantung cepat, demam, daerah perut bengkak, napas pendek dan terengah-engah. Penanganan ini biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik dan operasi pengangkatan usus buntu.
  2. Abses
    Abses adalah kantong kumpulan nanah yang terasa sangat sakit. Munculnya komplikasi ini sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang pecah. Biasanya ditangani dengan melakukan penyedotan nanah dari abses atau dengan antibiotik. Jika dilakukan dengan prosedur operasi, maka abses dan bagian disekitarnya akan dibersihkan secara hati-hati dan diberi antibiotik.

Itulah penjelasan tentang Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Usus Buntu   . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.