Bursitis : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Bursitis

Posted on

Penyakit Bursitis – Bursitis merupakan penekanan kecil berulang dan berlebihan yang menyebabkan bursa membengkak dan teriritasi. Bursa adalah suatu kantung berisi cairan di dekat sendi. Ketika bursa ini menjadi iritasi atau meradang, hal itu menyebabkan rasa sakit pada bagian-bagian tubuh yang bersendi. Bagian tubuh tempat terjadinya bursitis ini diantaranya yaitu bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, atau pergelangan kaki.

Bursitis adalah peradangan atau pembengkakkan dari suatu kantung berisi cairan pelumas yang disebut bursae. Biasanya bursae terletak di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, kaki. Bursae tersebut berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan organ-organ di sekitarnya seperti otot, tendon, kulit, untuk mempermudah gerakan. Bursitis sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan.

Penyakit bursitis ini dapat terjad di semua kalangan dan jenis kelamin. Biasanya semakin tua maka akan memiliki risiko terkena bursitis lebih tinggi.

Tanda dan Gejala Bursitis

Gejala khas bursitis yaitu munculnya rasa sakit dan kemerahan di area sendi yang meradang. Rasa sakit tersebut biasanya akan lebih parah jika bergerak. Selain itu, muncul gejala nyeri dan kaku. Bursitis ini bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Akan tetapi, umumnya bursitis sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan seperti siku, lutut, bahu, dan pinggul.

Apabila rasa sakit berlanjut hingga lebih dari 1 minggu tanpa pengurangan; terlalu bengkak, merah, lebam atau ruam pada area yang terpengaruh; rasa sakit tiba-tiba dan juga mengalami demam, maka lakukan pemeriksaan segera ke dokter.

Penyebab Bursitis

Penyebab umum bursitis yaitu gerakan atau posisi berulang yang memberikan tekanan pada sekitar sendi, seperti bersandar pada siku untuk waktu yang lama, melempar bola atau mengangkat sesuatu diatas kepala secara berulang dan lain sebagainya.

Selain itu, bursitis juga bisa disebabkan karena luka atau trauma langsung di sendi karena benturan yang terlalu keras. Selain itu, penyakit seperti rheumatoid arthritis, gout, penyakit thyroid, dan diabetes bisa menyebabkan bursitis.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Bursitis

Untuk dapat mndiagnosis bursitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan eiwayat medis dan beberapa tes seperti rontgen, USG dan MRI serta tes darah atau cairan.

Ada beberapa pilihan pengobatan yang biasanya umum dilakukan untuk mengobati bursitis, diantaranya yaitu:

  • Istirahat total dan hentikan pekerjaan setidaknya selama 2 minggu.
  • Menggunakan bidai atau gips selama 7-10 hari.
  • Menggunakan es pada area yang nyeri untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa sakit.
  • Menggunakan obat-obatan anti radang seperti aspirin, ibuprofen, naproxen dapat meredakan burstis ringan hingga sedang secara efektif.
  • Jika bursitis disebabkan oleh infeksi, maka gunakan antibiotik.
  • Aspirasi atau pengambilan cairan pada synovium dapat membantu meredakan sakit.

Jika penyakit tetap dalam remisi setelah 5-12 minggu pengobatan, dokter akan melakukan arthroscopic atau operasi terbuka untuk memperbaiki dan meredakan tekana pada kantong synovial.

Itulah penjelasan tentang “Bursitis : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Bursitis“, semoga bermanfaat.