Hifema : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Hifema Mata

Posted on

Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Hifema Mata – Hifema adalah kondisi dimana darah terkumpul di bilik depan mata diantara kornea (selaput bening) dan iris (selaput pelangi). Biasanya hifema terjadi karena cidera atau trauma yang menyebabkan iris atau pupil mata robek.

Kumpulan darah pada hifema bisa menutupi separuh penglihatan atau menghalangi penglhatan seluruhnya. Kondisi hifema ini bisa terjadi pada orang dewasa dan juga anak-anak. Kondisi ini harus segera ditangani untuk mencegah kerusakan secara permanen pada mata.

Tanda dan Gejala Hifema

Gejala umum hifema yaitu pendarahan pada bilik depan mata. Selain itu, gejala hifema diantaranya yaitu:

  • Nyeri pada mata.
  • Penglihatan kabur atau terhalang.
  • Sensitif terhadap cahaya.

Berdasarkan banyaknya darah, ada 4 tingkatan himefa diantaranya yaitu:

  • Tingkat pertama ditunjukkan dengan perdarahan kurang dari sepertiga bilik depan mata.
  • Tingkat kedua, terjadi saat darah memenuhi sepertiga hingga setengah bilik depan mata.
  • Tingkat ketiga, lapisan darah memenuhi separuh bilik depan mata.
  • Tingkat keempat ditandai dengan perdarahan yang memenuhi seluruh bilik mata anterior, yang terlihat seperti bola billiard angka 8 atau disebut hifema bola 8.

Penyebab Hifema

Berikut ini beberapa penyebab hifema, diantaranya yaitu:

  • Cedera pada mata akibat kecelakaan atau saat berolahraga.
  • Pembuluh darah pada permukaan iris mata tidak normal.
  • Infeksi mata akibat virus herpes.
  • Gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia dan anemia sel sabit.
  • Komplikasi pasca operasi mata.
  • Hifema spontan dapat terjadi karena kelainan pembuluh darah atau pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi), kanker mata, serta uveitis.

Pengobatan Hifema

Hifema ringan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Tapi karena biasanya sebagain penderita hifema bisa mengalami pendarahan lagi maka dokter akan menyarankan pengobatan untuk mencegah hifema bertambah parah, pengobatan tersebut diantaranya yaitu:

  • Mengurangi kegiatan fisik berat dan banyak beristirahat.
  • Membatasi pergerakan mata.
  • Memakai pelindung khusus mata untuk mencegah cedera.
  • Menyangga kepala ketika tidur, setidaknya dengan kemiringan 40 derajat, agar darah dapat terserap ke dalam tubuh.
  • Mengkonsumsi obat pereda sakit, seperti paracetamol.
  • Memberi obat tetes mata berisi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan obat tetes untuk melebarkan pupil mata guna meredakan nyeri.

Demikian pembahasan tentang “Hifema : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Hifema Mata“, semoga bermanfaat.