Anosmia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Anosmia

Posted on

Anosmia – Anosmia adalah kelainan pada indra penciuman, atau dengan kata lain ketidakmampuan seseorang mencium bau. Kondisi ini menyebabkan hidung tidak bisa membaui apa-apa. Anosmia bisa berupa penyakit yang berlangsung sementara maupun permanen. Kondisi ini umum terjadi di segala usia dan biasanya lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria.

Istilah yang berhubungan, hiposmia yaitu merujuk pada berkurangnya kemampuan mencium, sedangkan hiperosmia yaitu meningkatnya kemampuan penciuman. Beberapa orang dapat menjadi anosmik terhadap bau tertentu, kasus ini disebut anosmia spesifik dan kemungkinan diakibatkan oleh gen.

Tanda dan Gejala Anosmia

Gejala umum anosmia yaitu hilangnya kemampuan untuk membaui. Beberapa pasien anosmia memerhatikan adanya perubahan pada bau beberapa hal, misalnya yang umum yaitu tidak bisa mencium bau badan sendiri.

Penyebab Anosmia

Berikut ini penyebab anosmia diantaranya yaitu:

  • Kerusakan saraf penciuman.
  • Infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan atas, seperti influenza.
  • Sinusitis yang berkepanjangan (kronis), dengan atau tanpa polip hidung.
  • Kelainan hidung, seperti hidung bengkok atau septum (dinding yang membelah lubang hidung) hidung yang tidak lurus.
  • Hay fever (rhinitis) yang menyebabkan peradangan parah di saluran hidung.
  • Obat-obatan tertentu, termasuk antibiotik seperti metronidazole.
  • Penggunaan narkoba seperti kokain atau amphetamine.
  • Diabetes.
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang.
  • Tiroid kurang aktif.
  • Sindrom Cushing (tingginya kadar hormon kortisol dalam darah).
  • Paparan terhadap zat yang membakar bagian dalam hidung.
  • Cedera kepala.
  • Tumor otak.
  • Radioterapi pada kepala dan leher
  • Epilepsi.
  • Penyakit Parkinson.
  • Penyakit Alzheimer.
  • Stroke.
  • Penyakit hati atau ginjal.
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Skizofrenia.
  • Granulomatosis dengan polyangitis, yaitu kelainan langka pada pembuluh darah.
  • Sarcoidosis, yaitu penyakit langka yang menyebabkan sel-sel otak menggumpal.
  • Anosmia bawaan.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Anosmia

Untuk dapat mendiagnosis anosmia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan pada hidung, melakukan pemeriksaan fisik lengkap, dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan tes diantaranya yaitu:

  • Computerized Tomography (CT) scan, dengan menggunakan X-ray untuk menghasilkan gambar detail otak.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI), dengan menggunakan gelombang radio dan magnet untuk melihat otak.
  • X-ray tengkorak.
  • Endoskopi hidung untuk melihat bagian dalam hidung.

Penderita anosmia bawaan tidak akan bisa mencium bau seumur hidupnya karena belum ada pengobatan untuk itu. Selain anosmia bawaan, jenis anosmia lain bisa diobati apabila penyebabnya telah diobati. Berikut beberapa cara mengobati anosmia dapat dilakukan, diantaranya yaitu:

  • Semprotan hidung steroid
  • Antihistamin
  • Tablet steroid
  • Operasi untuk mengangkat polip hidung.
  • Operasi untuk meluruskan septum hidung.
  • Operasi untuk membersihkan sinus (operasi endoskopik sinus (ESS))

Demikian penjelasan tentang “Anosmia : Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Anosmia“, semoga bermanfaat