Dehidrasi : Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Dehidrasi Yang Perlu Diketahui

Posted on

Dehidrasi – Dehidrasi adalah kondisi di mana terjadi kekurangan kandungan air pada tubuh secara keseluruhan, disertai dengan gangguan proses metabolisme tubuh. Dehidrasi juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan zat elektrolit di dalam tubuh, seperti hipernatremia (tingginya kandungan ion natrium di dalam darah).

Dehidrasi muncul ketika air yang keluar dari tubuh jumlahnya melebihi air yang masuk, umumnya karena olahraga atau penyakit, tapi juga bisa disebabkan karena cuaca tinggi. Dehidrasi ringan umumnya ditandai dengan rasa haus dan kurang enak badan, serta umumnya bisa disembuhkan dengan rehidrasi (minum air).

Dehidrasi sangat umum terjadi. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien usia berapa saja. Setiap hari, kadar air pada tubuh berkurang dengan napas yang dihembuskan, pada keringat, urin, dan kotoran. Jika tidak memberi asupan air atau cairan yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang, Anda dapat mengalami dehidrasi.

Tanda-Tanda dan Gejala Dehidrasi

Berikut ini gejala umum dehidrasi diantaranya yaitu:

  • Merasa sangat kehausan
  • Merasa pusing
  • Palpitasi (merasa jantung berdebar kencang)
  • Urin yang dihasilkan sedikit
  • Mulut kering
  • Urin pekat dan berwarna kuning gelap
  • Otot yang melemah
  • Kulit kering

Jika gejala semakin parah seperti mengalami demam, diare lebih dari 2 hari, produksi urin berkurang, kebingungan, kelemahan, tidak dapat berkonsentrasi, pingsan dan juga nyeri dada atau perut. Maka, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab Dehidrasi

Penyebab umum terjadinya dehidrasi yaitu kurangnya asupan cairan bagi tubuh. Faktor lain yang menyebabkan dehidrasi diantaranya yaitu iklim, aktivitas fisik, dan diet. Selain itu, dehidrasi bisa disebabkan oleh penyakit yang mengakibatkan kehilangan cairan seperti diare, muntah, dan diabetes.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi diantaranya yaitu:

  • Bayi memiliki risiko yang lebih besar terhadap dehidrasi, akibat berat badan yang rendah membuat mereka sensitif terhadap kehilangan cairan meski sedikit.
  • Lansia berisiko lebih besar, karena mereka mungkin lupa atau tidak menyadari bahwa mereka perlu minum cairan.
  • Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit ginjal, alkoholisme juga dapat menderita dehidrasi.
  • Atlet, terutama yang membutuhkan ketahanan seperti maraton, triatlon, dan turnamen bisa terpengaruh akibat jumlah cairan tubuh yang hilang melalui keringat.
  • Orang-orang dengan profesi yang melakukan pekerjaan berat, seperti pekerja bangunan, terekspos sinar matahari secara reguler, dan kehilangan banyak cairan dari keringat.

Cara Mengatasi Dehidrasi

Cara mengatasi dehidrasi perlu minum banyak cairan, seperti air dan jus, namun hindari minuman berkafein dan soda.

Bayi dan anak kecil yang mengalami dehidrasi tidak boleh diberi air karena dapat mencairkan kadar elektrolit dan mineral pada tubuh yang sudah rendah. Disarankan untuk memberinya cairan rehidrasi oral yang mengandung campuran potassium, garam, dan gula untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.

Untuk mengobati dehidrasi di rumah dapat dilakukan dengan minum air dengan kadar yang sedikit-sedikit, minum minuman berkarbon atau elektrolit, makan es loli yang terbuat dari jus dan minuman energi dan juga minum melalui sedotan.

Itulah penjelasan tentang Dehidrasi : Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Dehidrasi Yang Perlu Diketahui. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan.