Kaki Gajah (Filariasis) : Gejala, Penyebab, Cara Penyebaran, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

Posted on

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) – Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit zoonosis (infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia atau sebaliknya) menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia.

Filariasis atau lebih dikenal dengan kaki gajah adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang. Cacing seperti benang tersebut hidup pada sistem limfatik (kelenjar getah bening) manusia, mempengaruhi sistem imun tubuh dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien usia berapapun dan dapat ditangani dengan mengurangi faktor risikonya.

Tanda dan Gejala Kaki Gajah (Filariasis)

seseorang yang terinfeksi cacing ini tidak bisa langsung dipastikan karena penyakit ini memiliki beberapa fase diantaranya tanpa gejala, akut, dan kronis.

Fase tanpa gejala
Saat terinfeksi cacing filaria, seseorang tidak akan langsung menunjukkan gejala tertentu. Tapi sebenarnya pada fase ini telah terjadi kerusakan sistem aliran getah bening dan limpa, seiring terjadinya perubahan pada sistem kekebalan tubuh.

Fase akut
Fase ini ditandai dengan adanya peradangan pada kulit, kelenjar getah bening, dan pembuluh getah bening, yang biasanya menyertai pembengkakan kelenjar getah bening yang sudah kronis dan kaki gajah. Hal tersebut disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh terhadap parasit. Gejala yang muncul pada fase akut ini diantaranya demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan pembengkakan pada tungkai kaki dan kantung zakar.

Fase kronis
Pada fase kronis ini, bisa terjadi pembengkakan jaringan limfa dan penebalan kulit pada kaki dan zakar bisa terjadi. Pada wanita, bisa terjadi pembengkakan pada payudara dan organ kelamin.

Jika gejala-gejala tersebut terjadi, maka segera periksakan ke dokter.

Penyebab Kaki Gajah (Filariasis)

Kaki gajah disebabkan oleh cacing berukuran mikroskopik dan bisa ditularkan dari orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Cacing berukuran mikroskopik tersebut masuk dan menginfeksi nyamuk saat nyamuk menggigit dan membawa cacing ke orang lain. Cacing tersebut akan melalui kulit, kepala pembuluh getah bening, lalu menyebabkan infeksi.

Cara Penyebaran Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

Ketika nyamuk mengisap darah seseorang yang mengandung cacing filaria, maka cacing tersebut akan ikut menginfeksi nyamuk. Selanjutnya, nyamuk yang telah terinfeksi akan menyebarkan cacing filaria saat menggigit manusia. Larva cacing filaria lalu akan tinggal di dalam pembuluh getah bening. Di dalam pembuluh getah bening, larva cacing filaria akan tumbuh dewasa dan berkembang biak. Cacing dewasa sendiri bisa hidup hingga 7 tahun lamanya dalam pembuluh getah bening manusia. Mereka akan menyebarkan jutaan cacing ke dalam pembuluh darah sehingga saat digigit, nyamuk bisa menularkannya kepada orang lain.

Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

Dokter akan mewajibkan pengobatan tahunan diethylcarbamazine (DEC) untuk membunuh cacing dalam darah. Meski tidak bisa membunuh semua cacing, obat ini bisa membantu melindungi dari infeksi lebih lanjut atau menghentikan penularan ke orang lain. Dokter akan memberikan beberapa tips yang dapat mencegah memeperburuknya kondisi kaki gajah, diantaranya yaitu:

  • Bersihkan area yang bengkak secara lembut dengan sabun setiap hari
  • Oleskan krim anti bakteri pada area guna menghentikan infeksi bakteri.
  • Angkat dan latih area yang bengkak guna meningkatkan aliran darah.

Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah (Filiarisis)

Pencegahan kaki gajah yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Hindari gigitan nyamuk.
  • Hindari berpergian ke area di mana kaki gajah sering terjadi.
  • Gunakan penangkal nyamuk pada kulit diantara senja dan subuh.

Itulah penjelasan tentang “Kaki Gajah (Filariasis) : Gejala, Penyebab, Cara Penyebaran, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)“, semoga bermanfaat.