Asbestosis : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Asbestosis

Posted on

Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Asbestosis – Asbestosis atau fibrosis paru adalah suatu penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas.

Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Asbestosis adalah penyakit paru-paru kronis akibat paparan asbes atau serat asbes dalam waktu lama. Asbes merupakan suatu jenis mineral yang biasanya digunakan beberapa orang untuk pemasangan lantai atau atap bangunan. Asbes yang masih dalam kondisi baik tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, saat abses mengalami kerusakan, material tersebut dapat mengeluarkan debu halus yang mengandung serat asbes. Debu yang mengandung serat asbes rentan terhirup manusia. Akibatnya, paru-paru yang menghisap serat asbes dapat mengalami kerusakan secara bertahap. Kondisi ini menghambat pernapasan dan penyerapan oksigen dalam aliran darah.

Tanda dan Gejala Asbestosis

Umumnya, gejala asbestosis baru muncul bertahun-tahun setelah paparan asbes terjadi secara terus-menerus. Berikut sejumlah tanda-tanda asbestosis, diantaranya yaitu:

  • Nyeri dada atau bahu.
  • Batuk kering secara terus.
  • Dalam keadaan parah, kuku jari tangan menjadi bulat, melebar, atau membesar (jari tabuh).
  • Selera makan berkurang yang diikuti penurunan berat badan.
  • Napas menjadi pendek atau sesak.
  • Kelelahan yang parah.
  • Napas berbunyi nyaring (mengi).

Penyebab Asbestosis

Asbestosis banyak dialami para pekerja di bidang industri terutama pada tahun 1970-1990-an. Contoh profesi yang berisiko mengalami asbestosis, di antaranya pekerja pertambangan, pemasangan listrik atau bangunan, mekanik, teknisi serta teknisi pemasangan rel.

Asbestosis terjadi setelah seseorang menghirup debu yang mengandung serat asbes dalam waktu lama. Debu yang mengandung serat asbes terperangkap dalam alveoli (kantong udara dalam paru-paru) dan membentuk jaringan parut sehingga paru-paru menjadi kaku. Jaringan paru-paru yang kaku membuat organ tersebut tidak bisa mengembang dan mengempis secara normal. Akibatnya, penderita sulit bernapas. Kondisi tersebut bisa lebih parah jika penderita terbiasa merokok.

Pengobatan Asbestosis

Asbestosis tidak dapat sembuh sepenuhnya, tapi gejalanya bisa diringankan dan tingkat keparahan penyakit absestosis ini bisa ditekan. Pengobatan dapat menunjukkan hasil yang baik jika didukung dengan upaya menghentikan kebiasaan merokok atau menghindari asap rokok. Selain bisa menyebabkan emfisema, asap rokok bisa mengurangi volume udara dalam paru-paru. Selain itu, pasien asbestosis juga akan disarankan untuk menerima vaksinasi, terutama vaksinasi flu dan pneumonia untuk mengurangi risiko infeksi paru-paru.

Salah satu pengobatan asbestosis yaitu melalui terapi, seperti terapi pemberian oksigen. Terapi tersebut bertujuan untuk memperbaiki pernapasaan pasien, terutama apabila kadar oksigen dalam darahnya sangat rendah. Terapi oksigen dilakukan dengan mesin atau tabung oksigen yang bisa mengalirkan oksigen melalui selang yang diletakkan Jenis terapi lain yang mungkin disarankan yaitu rehabilitasi paru. Terapi tersebut mencakup latihan, diskusi, serta nasihat medis yang bisa diterapkan untuk mengurangi gejala asbestosis.

Selama masa pengobatan, tetap perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan ini meliputi tes fungsi paru dan pemindaian dada. Jarak waktu pemeriksaan tergantung dari tingkat keparahan asbestosis.

Apabila tingkat keparahan gejala asbestosis sudah sangat parah dan tidak bisa ditangani dengan cara pengobatan yang sudah disebut tadi, maka pasien kemungkinan akan direkomendasikan untuk menjalani operasi transplantasi paru-paru.

Pencegahan Asbestosis

Salah satu cara mencegah asbestosis terbaik yaitu mengurangi paparan asbes. Pekerja yang bekerja menggunakan material asbes harus menggunakan alat pelindung diri saat terpapar dengan asbes. Kebanyakan rumah yang dibangun sebelum tahun 1970 menggunakan material yang mengandung asbes seperti lantai dan pipa. Tidak perlu khawatir selama material tidak rusak, karena tidak ada serat asbes yang dilepaskan ke udara.

Apabila kalian terpapar dengan asbes selama lebih dari 10 tahun, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan foto Rontgen dada dan pemeriksaan rutin setiap 3-5 tahun.

Demikian artikel tentang “Asbestosis : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Asbestosis“, semoga bermanfaat.