Bradikardia : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Bradikardia

Posted on

Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Bradikardia – Bradikardia atau detak/denyut jantung lambat adalah kondisi dimana denyut jantung yang lambat, biasanya di bawah 60 denyut per menit bagi orang dewasa. Biasanya bradikardia tidak menunjukkan gejala hingga akhirnya turun sampai di bawah 50 per menit.

Detak jantung normal manusia berbeda tergantung usia. Berdasarkan usianya, detak jantung normal seseorang diantaranya:

  • Dewasa: berdetak 60-100 kali dalam satu menit.
  • Anak-anak usia 1-12 tahun: berdetak 80-110 kali dalam satu menit.
  • Bayi (kurang dari 1 tahun): berdetak 100-160 kali dalam satu menit.

Normal atau tidaknya detak jantung bisa diketahui secara tidak langsung dengan menghitung denyut nadi di pergelangan pergelangan tangan selama 1 menit. Tapi untuk mengetahui secara tepat, pemeriksaan ke dokter lebih dianjurkan.

Tanda dan Gejala Bradikardia

Umumnya, detak jantung yang melambat tidak menimbulkan gejala. Tapi jika sering terjadi dan disertai dengan aritmia, detak jantung yang lambat akan menimbulkan gangguan pada organ dan jaringan tubuh lain yang tidak terpenuhi pasokan darahnya. Saat pasokan darah ke organ atau jaringan tubuh terganggu, maka akan muncul gejala sebagai berikut.

  • Pusing.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Pingsan.
  • Kebingungan.
  • Mudah lelah
  • Sianosis (warna kulit kebiruan).
  • Kulit pucat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Perut terasa nyeri.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada rahang atau lengan.
  • Lemas.

Penyebab Bradikardia

Detak jantung pada remaja, atlet atau orang yang sedang tidur melambat itu bisa terjadi dan tergolong normal. Tapi jika kondisi tersebut sering terjadi dan menimbulkan gejala berupa pusing atau sesak napas, bisa jadi disebabkan oleh adanya gangguan aktivitas listrik pada jantung.

Penyebab gangguan aliran listrik pada jantung tersebut pada setiap orang bisa berbeda-beda. Kebiasaan merokok dan penyalahgunaan obat-obatan merupakan salah satu pemicu terjadinya gangguan pada listrik di jantung, yang kemudian bisa menyebabkan detak jantung melambat.

Selain itu, penyebab bradikardia diantaranya yaitu:

  • Bertambahnya usia.
  • Mengkonsumsi obat-obatan, seperti obat golongan penghambat beta atau digoxin.
  • Komplikasi akibat operasi jantung.
  • Tergigit atau tersengat binatang laut.
  • Memiliki kondisi tertentu, seperti tekanan darah rendah, serangan jantung, penyakit jantung bawaan, miokarditis, hipotiroidisme, anoreksia, kalium berlebih dalam darah, perdarahan otak atau subarachnoid, stroke, suhu tubuh yang rendah, dan sleep apnea.

Pengobatan Bradikardia

Pengobatan bradikardia harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika melambatnya detak jantung disebabkan oleh kondisi tertentu, misalnya hipotiroidisme, maka dokter akan memberikan terapi yang sesuai untuk mengobati kondisi tersebut. Tapi jika bradikardia disebabkan karena penggunaan obat-obatan, maka dokter akan menghentikan pengobatan, mengganti jenis obat, atau menurunkan dosis obat.

Jika tindakan tersebut tidak menunjukkan perbaikan atau kondisi semakin memburuk dan berisiko tinggi membahayakan otak dan juga organ tubuh lain, dokter jantung akan menganjurkan penggunaan alat pacu jantung. Alat kecil tersebut akan ditanamkan di dalam dada dan berfungsi sebagai pengirim sinyal listrik ke jantung, sehingga detak jantung bisa lebih cepat.

Pencegahan Bradikardia

Cara mencegah bradikardia bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup agar lebih sehat seperti menghindari rokok, jaga berat badan ideal, serta makan makanan dengan gizi seimbang dan rendah garam. Jika perlu, lakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah secara rutin ke dokter.

Demikian pembahasan tentang “Bradikardia : Gejala, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Bradikardia“, semoga bermanfaat