Gejala Paru-Paru Basah, Penyebab dan Penanganan Paru-Paru Basah (Efusi Pleura)

Posted on

Gejala Paru-Paru Basah, Penyebab dan Penanganan Paru-Paru Basah (Efusi Pleura) – Paru-paru basah atau dalam dunia medis disebut efusi pleura merupakan gejala penyakit. Jadi jika seseorang mengalami paru-paru basah, berarti ada penyakit tertentu yang menyebabkan gejala tersebut. Paru-paru yang basah terjadi karena ada kelebihan cairan di pleura. Pleura adalah selaput yang melapisi dinding rongga dada. Selaput pleura terletak di antara paru-paru dan dinding rongga dada manusia.

Paru-paru basah sangat umum terjadi dan bisa terjadi pada pasien usia berapa saja. Penyakit paru-paru basah ini lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

Ciri-ciri penyakit paru-paru basah terlihat dari kondisi alveolus yang terisi cairan atau nanah yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Paru-paru basah sering kali disamakan dengan pneunomia. Padahal paru-paru basah terjadi karena paru terendam cairan. Itu bisa karena pneunomia atau TBC. Dengan kata lain, paru-paru basah itu belum tentu pneunomia. Pneunomia adalah kondisi jaringan paru-paru terendam oleh cairan hasil peradangan.

Gejala Paru-Paru Basah

Salah satu gejala jika mengidap paru-paru basah adalah sakit pada bagian dada, namun terkadang kondisi paru-paru yang terendam cairan tidak menyebabkan tanda atau sakit apapun. Berikut gejala-gejala penyakit paru-paru basah, diantaranya yaitu:

  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas, terutama saat berbaring
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Penyebab Paru-Paru Basah

Kondisi paru-paru yang mengalami penumpukan cairan bisa disebabkan oleh iritasi atau infeksi pada paru-paru. Selain itu penyakit penyebab paru-baru basah diantaranya yaitu infeksi paru-paru (pneumonia), tuberkulosis, kanker dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru dan pleura, gagal jantung kongestif, sirosis (fungsi hati yang buruk), emboli paru (penyumbatan pada arteri paru-paru), penyakit ginjal yang parah dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh, lupus dan penyakit autoimun lainnya.

Cara Menangani dan Mengatasi Paru-Paru Basah

Paru-paru basah atau kondisi dimana paru-paru terendam cairan seringkali tidak membutuhkan penanganan khusus karena cairan tersebut akan menghilang sendiri apabila penyebabnya sudah diatasi. Jika penumpukan cairan pada paru-paru menyebabkan rasa tidak nyaman, maka dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dengan aspirasi cairan pleura atau drainase pleura.

Berikut ini anjuran yang mungkin diberikan dokter untuk mengurangi banyaknya cairan dalam pleura:

  • Pleurodesis, di mana cairan khusus akan disuntikkan ke area membran, ini akan menyebabkan peradangan kecil. Hal tersbeut membantu mencegah cairan yang menumpuk bertambah banyak. Zat kimia yang sering digunakan diantaraya tetracycline, sterile talc, dan bleomycin.
  • Pleurodesis paling sering digunakan pada perawatan efusi berulang yang disebabkan oleh kanker.
  • Memasang drainase permanen agar cairan bisa keluar dari rongga dada begitu cairan terbentuk.
  • Operasi untuk memasang shunt (pirau) guna mengeluarkan cairan dari dada ke rongga perut.
  • Pleurektomi, yakni operasi pengangkatan cairan yang berlebih. Tindakan ini kadang dilakukan pada orang dengan paru-paru basah akibat kanker dan digunakan jika perawatan lainnya tidak berhasil.

Demikianlah pembahasan singkat tentangĀ Gejala Paru-Paru Basah, Penyebab dan Penanganan Paru-Paru Basah (Efusi Pleura) yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..