Hipoksia : Gejala, Jenis, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Hipoksia

Posted on

Gejala, Jenis, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Hipoksia – Hipoksia merupakan kondisi dimana tidak adanya cukup oksigen dalam jaringan untuk mempertahankan fungsi tubuh. Hipoksia adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini disebabkan oleh hipoksemia, yaitu tingkat oksigen dalam darah lebih rendah dari tingkat normal.

Hipoksia dan hipoksemia dapat menjadi gejala dari kondisi lain yang menyebabkan kesulitan bernapas dan sirkulasi darah.

Tanda dan Gejala Hipoksia

Gejala hipoksia bisa muncul dan memburuk secara cepat (akut) atau bertahap (kronis). Beberapa gejala yang menyertai hipoksia, di antaranya adalah:

  • Napas pendek dan cepat.
  • Detak jantung cepat.
  • Warna kulit menjadi agak kebiruan atau dapat menjadi merah terang seperti buah ceri, tergantung penyebab.
  • Lemas.
  • Menjadi linglung atau bingung.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Berkeringat.
  • Batuk.
  • Rasa seperti dicekik.
  • Napas berbunyi (mengi).

Sedangkan gejala hipoksia pada bayi dan anak-anak, diantaraya yaitu anak menjadi lemas dan lesu, rewel, gusar, tidak fokus, serta gelisah.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Jenis dan Penyebab Hipoksia

Berikut ini jenis dan penyebab hipoksia, diantaranya yaitu:

Hipoksia hipoksik, yaitu hipoksia yang terjadi ketika kadar oksigen dalam pembuluh arteri turun. Adapun penyebab hipoksia hipoksik, diantaranya:

  • Berada di situasi dengan kadar oksigen rendah, contoh saat kebakaran, tenggelam dan berada di ketinggian.
  • Memiliki penyakit paru-paru, seperti asma, pneumonia, edema paru, penyakit paru obstruktif kronis, kanker paru, pneumothorax, dan sleep apnea.
  • Keadaan yang membuat berhenti bernapas, contohnya saat penggunaan obat fentanyl.

Hipoksia stagnan atau hipoperfusi, yaitu hipoksia yang terjadi akibat gangguan aliran darah. Penyebab hipoperfusi diantaranya yaitu:

  • Gangguan jantung, seperti bradikardia dan fibrilasi ventrikel.
  • Terhentinya aliran darah arteri ke organ, contohnya pada orang dengan luka tembak atau trombosis arteri.

Hipoksia anemik, yaitu hipoksia yang terjadi ketika kemampuan darah yang membawa oksigen berkurang kapasitasnya. Sehingga darah tidak kaya lagi dengan oksigen. Keadaan ini terjadi pada anemia dan kondisi dimana fungsi sel darah merah rusak, seperti pada penyakit methemoglobinemia; serta keracunan karbon monoksida (CO).

Hipoksia histotoksik, yaitu hipoksia yang terjadi ketika terjadi gangguan pada sel dalam menggunakan oksigen. Salah satu contoh hipoksia histotoksik yaitu keracunan sianida.

Cytopathic hypoxia, yaitu hipoksia yang disebabkan karena peradangan dan sepsis.

Pengobatan Hipoksia

Penanganan yang dilakukan untuk mengebalikan pasokan oksigen yang optimal ke dalam tubuh, diantaranya yaitu:

Pemberian oksigen tambahan. Tubuh penderita hipoksia akan dipasok dengan oksigen tambahan, menggunakan selang atau masker yang disambungkan ke tabung oksigen. Semakin cepat kadar oksigen dalam tubuhnya kembali normal, semakin kecil risiko kerusakan organ tubuh.

Alat bantu napas atau ventilator. Saluran pernapasan akan disambungkan dengan mesin ventilator, menggunakan selang yang dimasukkan dari tenggorakan hingga melewati pita suara.

Terapi oksigen hiperbarik (TOHB). Penderita hipoksia yang disebabkan karena keracunan karbon monoksida akan dimasukkan ke dalam ruangan bertekanan tinggi (hiperbarik) dengan oksigen murni.

Apabila hipoksia disebabkan karena asma bisa dihindari dengan cara menjalani pengobatan asma sesuai dengan petunjuk yang diberikan dokter. Terapi tersebut juga bisa membantu pasien mengendalikan asma.

Pencegahan Hipoksia

Pencegahan hipoksia bisa dilakukan dengan cara menghindari lingkungan yang bisa menurunkan kadar oksigen atau menggunakan oksigen tambahan dari tabung oksigen sebelum hipoksia muncul.

Demikian pembahasan tentang Hipoksia : Gejala, Jenis, Penyebab, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Hipoksia , semoga bermanfaat..