Janganlah Abaikan Gejala Diabetes pada Anak, Ketahui Penyebabnya

Posted on

Gejala Diabetes pada Anak – Sang Buah Hati juga bisa mengidap diabetes. Anda para Orangtua harus dapat mencegah agar kondisi itu tidak terjadi dengan memerhatikan asupan makan sehari-hari sehingga si Buah Hati tidak obesitas. Atau mengenal gejala dari diabetes sehingga anak tidak sampai mengidap diabetes.

Seperti halnya, gejala seperti sering haus dan sering buang kecil kerap dianggap sebagai infeksi saluran kemih atau akibat dari musim dingin.

Ujar Konsultan Senior dan Spesialis Endokrinologi dari Appolo Centre for Obesity, Diabetes, and Endocrinology (ACPDE), Apollo Hospital, Delhi, Dr SK Wangnoo dikutip dari Times of India, Senin (13/6/2016) “Modifikasi diet sehari-hari, mulai dari menghindari minuman soda, makanan olahan, dan menggantinya dengan buah-buahan segar dan sayuran hijau. Anak-anak yang berasal dari keluarga diabetes harus rutin check-up dan mempertahankan gaya hidup aktif,”

SK Wangnoo juga menyarankan supaya orangtua lebih berhati-hati ketika menemukan gejala dari diabetes seperti menurunnya berat badan secara mendadak, rasa haus berlebihan, dan seringnya anak buang air kecil. Segera lakukan konsultasi apabila kulit menebal di sekitar leher atau ketiak.

Orangtua juga harus lebih teliti, apabila terlalu sering menyantap makanan olahan, asin, dan tinggi pengawet dapat meningkatkan kemungkinan diabetes pada anak. Vitamin D harus rutin diberikan dan tentunya anak harus aktif bergerak, seperti olahraga secara cukup. lebih baik dilakukan pada pagi hari, karena di pagi hari sinar matahari mengandung vitamin D yang sangat cukup untuk tubuh kita.

Diabetes yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kompilkasi gejala lain seperti hiperglikemia dan hipoglikemia. Hiperglikemia adalah kadar gula yang terlalu banyak sedangkan hipoglikemia adalah kondisi kekurangan kadar gula dalam tubuh. Orang tua harus lebih teliti jika pada anak menunjukkan gejala diabetes seperti sering buang air kecil, meningkatnya nafsu makan dan sering minum, cepat lelah, berat badan menurun, sesak nafas, nafas berbau asam. infeksi jamur pada kulit, mengeluh penglihatan menjadi kabur, muntah atau sakit perut, sebaiknya anda dengan segera berkonsultasi ke pada dokter.

Gejala diabetes yang menyerang pada anak adalah kelainan sistematik yang terjadi karena gangguan metabolisme glukosa yang ditandai dengan hiperglikemia kronik. Yaitu yang diakibatkan karena kerusakan sel penghasil insulin di kelenjar liur lambung (pankreas) yang mengakibatkan produksi insulin berkurang bahkan terhenti.

Insulin adalah hormon penting yang memiliki peran untuk menjaga keseimbangan gula dalam tubuh. Karena produksi insulin terhenti maka cara tepat untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan cara memberikan suntikan insulin yang diberikan seumur hidup penderita dengan tetap melakukan pengecekan kadar gula darah. Meskipun jarang terdengar, penyakit diabetes melitus pada anak bukanlah hal baru. Dalam dua tahun terakhir telah terjadi peningkatan jumlah pasien diabetes anak-anak.

Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.