Gagal Hati : Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan Penyakit Gagal Hati

Posted on

Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan Penyakit Gagal Hati– Gagal hati adalah kondisi ketika sebagian besar organ hati mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Lebih singkatnya, gagal hati adalah gangguan fungsi hati.

Kondisi ini bisa terjadi bertahap dalam waktu bertahun-tahun, atau terjadi seketika. Gagal hati harus segera ditangani karena berisiko menyebabkan kematian.

Umumnya gagal hati ditandai dengan mata dan kulit yang menguning, serta perut yang membengkak karena penimbunan cairan. Penyebab gagal hati sangat beragam, tapi penyebab paling sering adalah infeksi virus hepatitis, konsumsi minuman beralkohol berlebihan, dan overdosis obat paracetamol.

Baca Juga : Kanker Hati

Tanda dan Gejala Gagal Hati

Gejala awal gagal hati cenderung ringan dan mirip dengan gejala kondisi lain yaitu sakit perut bagian atas, diare, lelah, mual, dan hilang selera makan. Jika kondisi organ hati makin memburuk, gejala yang lebih serius akan muncul. Gejala pada gagal hati tingkat lanjut diantaranya seperti:

  • Mudah mengalami memar dan perdarahan
  • Kulit dan mata menguning
  • Penumpukan cairan di perut
  • Muntah darah atau BAB berdarah (berwarna hitam)
  • Kesadaran berkabut dan bicara kacau
  • Tidak sadarkan diri

Jika berisiko terserang hepatitis atau belum pernah menerima vaksin hepatitis, maka segera ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter akan menjelaskan mengenai pentingnya melakukan vaksin. Penderita infeksi virus yang berkepanjangan, misalnya hepatitis B atau hepatitis C, atau seorang pecandu alkohol, sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter gastroenterohepatologi untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut, yang bisa berakhir pada gagal hati.

Melalui pemeriksaan rutin, dokter akan mengetahui kerusakan hati lebih awal sehingga tindakan bisa diberikan lebih cepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Penanganan harus segera dilakukan jika penderita gagal hati mengalami gejala gagal hati tingkat lanjut.

Penyebab Gagal Hati

Gagal hati disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel di organ hati. Kerusakan ini bisa terjadi seketika, atau berkembang dalam jangka panjang. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan gagal hati diantaranya yaitu:

Baca Juga : Gagal Ginjal Kronis

  • Sirosis.
  • Infeksi virus, terutama hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis E.
  • Kanker, baik yang bermula di hati, maupun kanker yang bermula dari bagian tubuh lain kemudian menyebar ke hati.
  • Penggunaan obat paracetamol yang berlebihan.
  • Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, antikejang, dan obat herbal.
  • Kecanduan alkohol.
  • Penyalahgunaan NAPZA.
  • Paparan racun, misalnya zat karbon tetraklorida.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menyerang tubuh sendiri (hepatitis autoimun).
  • Penyakit pembuluh darah di hati, seperti sindrom Budd-Chiari.
  • Gangguan metabolik, misalnya penyakit Wilson.
  • Reaksi tubuh atas infeksi berat (sepsis).
  • Penyakit lainnya, misalnya penyumbatan pembuluh darah di hati, penumpukan zat besi dalam tubuh, intoleransi fruktosa, sindrom Reye, dan galaktosemia.

Cara Mendiagnosis Gagal Hati

Untuk mendiagnosis gagal hati, dokter akan bertanya pada pasien terkait penggunaan obat, konsumsi minuman beralkohol dan NAPZA, serta riwayat penyakit yang diderita. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda-tanda gagal hati, seperti perut membengkak, nyeri di perut bagian kanan atas, serta mata dan kulit menguning.

Baca Juga : Gagal Jantung

Ada beberapa pemeriksaan tambahan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis gagal hati, diantaranya yaitu:

Tes fungsi hati. Ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan fungsi hati pada pasien, dengan memeriksa sampel darah pasien untuk diteliti di laboratorium. Melalui sampel darah, dokter bisa mengetahui kadar enzim dan protein yang diproduksi hati, termasuk kadar bilirubin yang membuat kulit menjadi kuning.

Selain melakukan uji fungsi hati, tes darah juga bisa dilakukan untuk melihat waktu pembekuan darah yang menjadi tidak normal saat terjadi gagal hati.

Pencitraan dan biopsi. Dokter dapat melakukan pencitraan dengan USG, CT scan, atau MRI untuk melihat struktur organ hati. Pada beberapa kasus, dokter juga akan mengambil sampel jaringan (biopsi) pada hati pasien, untuk mengetahui penyebab kerusakannya.

Pengobatan Gagal Hati

Organ hati yang rusak hingga menimbulkan gagal hati bisa kembali normal, tapi bisa juga tidak. Biasanya gagal hati akibat overdosis obat paracetamol masih bisa kembali normal.

Jika kerusakan organ hati sudah cukup parah dan fungsinya tidak bisa kembali normal, misalnya pada sirosis, pengobatan akan ditujukan untuk menyelamatkan bagian hati yang masih sehat. Tapi jika hal tersebut tidak memungkinkan, organ hati pasien perlu diganti dengan organ hati yang sehat dari pendonor. Prosedur ini disebut transplantasi hati.

Tidak ada pengobatan khusus untuk gagal hati. Pengobatan yang diberikan hanya bertujuan untuk menjaga kestabilan kondisi tubuh hingga hati bisa kembali berfungsi normal. Pengobatan itu meliputi:

  • Pemberian infus untuk menjaga tekanan darah normal.
  • Transfusi darah bila mengalami perdarahan.
  • Obat pencahar untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
  • Suntik gula bila kadar gula darah turun.

Untuk menjaga bagian organ hati yang masih sehat, dokter akan menyarankan penderita untuk:

  • Tidak mengkonsumsi obat tanpa anjuran dari dokter.
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol.
  • Membatasi konsumsi daging merah, keju, dan telur.
  • Mengurangi konsumsi garam di menu makanan.
  • Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah normal.
  • Mempertahankan berat badan ideal.

Baca Juga : Gagal Ginjal Akut

Komplikasi Gagal Hati

Kegagalan fungsi hati bisa menyebabkan sejumlah kondisi serius, diantaranya seperti:

  • Perdarahan akibat kekurangan faktor pembekuan darah.
  • Pembengkakan otak akibat penimbunan cairan di otak.
  • Gagal ginjal.
  • Mudah terserang infeksi.

Pencegahan Gagal Hati

Mencegah gagal hati dapat dilakukan dengan mencegah timbulnya penyakit liver atau hati, yaitu dengan:

Melakukan vaksinasi hepatitis, yaitu vaksin hepatitis A atau vaksin hepatitis B.
Tidak berbagi pemakaian barang pribadi, misalnya alat cukur.
Berhenti menggunakan NAPZA, apalagi sampai berbagi jarum suntik.
Melakukan hubungan seksual yang aman, yaitu tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom.
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
Tidak mengkonsumsi paracetamol melebihi dosis yang dianjurkan.
Menggunakan obat herbal dengan aman.
Menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga.
Mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet.
Menggunakan alat pelindung diri di tempat kerja untuk melindungi diri dari paparan zat kimia beracun.

Demikian pembahasan tentang penyakit gagal hati, semoga bermanfaat.