Folikulitis : Jenis, Penyebab, Gejala, Komplikasi, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Folikulitis

Posted on

Jenis, Penyebab, Gejala, Komplikasi, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Folikulitis – Folikulitis adalah infeksi pada satu atau beberapa kantong tempat rambut tumbuh (folikel). Folikulitis adalah radang folikel rambut. Penyebab utama folikulitis adalah Staphylococcus aureus. Kelainan kulit ini sering ditemukan pada iklim tropis dengan tempat tinggal yang padat dan higiene buruk. Ada 2 bentuk folikulitis, yaitu folikulitis superfisialis dan folikulitis profunda.

Folikulitis mungkin lebih umum di antara orang-orang dengan jerawat. Cukur dan penggunaan krim steroid topikal juga dapat meningkatkan risiko munculnya kondisi ini.

Baca Juga : Milia

Jerawat putih kecil muncul di sekitar folikel rambut. Jerawat ini gatal atau menyakitkan. Infeksi berat dapat menyebabkan kerontokan rambut permanen dan jaringan parut. Pada kasus ringan biasanya kondisi ini aka npulih sendiri dan pada kasus yang parah membutuhkan antibiotik atau obat lain.

Meski bisa menyebabkan rasa gatal dan perih, penyakit folikulitis ini umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, folikulitis yang sudah dalam tahap parah bisa menyebabkan rambut hilang secara permanen dan timbul bekas luka.

Jenis Jenis Folikulitis

Folikulitis dibagi menjadi tiga jenis diantaranya yaitu:

  • Sycosis barbae adalah jenis folikulitis kronis yang menyerang bagian wajah yang ditumbuhi jenggot. Jenis folikullitis ini dapat menimbulkan nyeri dan kadang memengaruhi bibir bagian atas, sehingga sulit ditangani.

Baca Juga : Biang Keringat

  • Hot-tub folliculitis adalah jenis folikulitis yang banyak dialami oleh orang yang sering berendam dalam air hangat, yang mana mendukung pertumbuhan bakteri Pseudomonas spp. Jenis folikulitis ini tidak berbahaya dan bisa dicegah dengan perawatan rutin pada tempat berendam tersebut.
  • Gram-negative folliculitis adalah jenis folikulitis yang terjadi akibat penggunaan antibiotik jangka panjang untuk mengatasi jerawat. Jenis bakteri lain terlibat dalam jenis folikulitis ini.

Selain tiga jenis folikulitis, ada juga yang disebut pseudo-folliculitis atau folikulitis palsu, yaitu kondisi miirip dengan folikulitis, kondisi ini juga menimbulkan peradangan akibat ujung rambut yang tidak tumbuh keluar. Ujung rambut yang tumbuh dalam bisa disebabkan oleh sel kulit mati yang menghalangi rambut keluar dari pori-pori secara normal. Pseudo-folliculitis juga bisa terjadi akibat ujung rambut yang kembali masuk ke kulit. Hal ini umum menimpa orang dengan rambut keriting, terutama setelah dicukur.

Ujung rambut yang tumbuh dalam sering mengiritasi kulit dan menimbulkan peradangan berupa benjolan kecil kemerahan yang kadang terasa nyeri. Pada pria, kondisi ini bisa terjadi di pipi, dagu, atau leher, setelah bercukur. Sedangkan pada wanita, biasanya menyerang bagian tungkai atau selangkangan. Folikulitis palsu bisa hilang dengan sendirinya, tapi bisa juga menimbulkan infeksi, membuat kulit lebih menghitam, atau meninggalkan bekas luka, terutama apabila digaruk.

Baca Juga : Dermatitis

Penyebab Folikulitis

Folikulitis disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Sebenarnya bakteri ini ada di permukaan kulit, dan tidak mengganggu kesehatan. Masalah baru timbul jika bakteri ini masuk ke dalam folikel rambut akibat permukaan kulit yang rusak, seperti akibat mencukur. Selain karena bakteri, folikulitis juga bisa disebabkan karena virus dan jamur.

Faktor Risiko Folikulitis

Folikulitis dapat menyerang segala usia. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena folikulitis, diantaranya:

  • Menderita penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh, seperti diabetes, HIV/AIDS, dan kanker.
  • Memiliki jerawat atau radang pada kulit.
  • Berendam dalam bak air panas yang tidak bersih.
  • Menggunakan obat luar (krim) untuk jangka panjang, terutama krim yang mengandung kortikosteroid atau antibiotik (untuk pengobatan jerawat).
  • Memakai pakaian yang ketat, tidak menyerap panas dan keringat, atau sering menggunakan sarung tangan karet atau sepatu boots.
  • Kerusakan lapisan kulit akibat mencukur atau waxing serta gesekan dengan pakaian yang ketat.

Baca Juga : Biduran

Tanda dan Gejala Folikulitis

Gejala umum yang muncul pada folikulitis, diantaranya yaitu:

  • Muncul banyak benjolan kecil berwarna merah atau seperti jerawat, di kulit tempat rambut tumbuh.
  • Benjolan terasa nyeri yang berisi nanah, bisa membesar atau pecah.
  • Gatal dan sensasi terbakar pada kulit.

Cara Mendiagnosis Folikulitis

Untuk dapat mendiagnosis folikulitis maka dokter akan menanyakan riwayat penyakit dan melihat kondisi kulit pasien. Jika diperlukan, dokter akan melakukan dermoskopi, yaitu pemeriksaan kulit dengan menggunakan alat seperti mikroskop untuk melihat kulit lebih jelas.

Apabila infeksi terus berlanjut meski pasien sudah menjalani pengobatan, dokter akan mengambil usapan kulit atau rambut yang terinfeksi untuk diperiksa di laboratorium dan menentukan penyebab infeksinya. Biopsi kulit dengan mengambil sampel kulit dilakukan jika dicurigai ada kondisi lain, tapi ini jarang dilakukan.

Baca Juga : Lentigo

Pengobatan Folikulitis

Pengobatan pada penderita folikulitis dilakukan tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahan yang dialami, diantaranya yaitu:

Obat-obatan. Untuk menangani infeksi ringan, dokter akan memberikan antibiotik dalam bentuk krim, losion, atau gel. Sedangkan untuk mengobati folikulitis yang disebabkan oleh infeksi jamur, maka akan diberikan obat antijamur dalam bentuk krim, sampo, atau tablet. Untuk folikulitis yang terjadi pada penderita HIV/AIDS, kondisi akan membaik dengan memberikan juga terapi untuk HIV-nya.

Operasi. Operasi yang dilakukan berupa operasi kecil untuk mengeluarkan nanah dari benjolan. Tindakan ini bisa membuat pasien sembuh lebih cepat dan tidak meninggalkan banyak bekas luka.

Meski berhasil ditangani, folikulitis bisa kembali terjadi. Cara lain yang bisa digunakan untuk menangani folikulitis yaitu menghilangkan rambut dengan laser. Hal ini dilakukan jika metode lain gagal. Tapi, metode tersebut tergolong mahal dan akan menghilangkan rambut secara permanen, sehingga kepadatan rambut di area tertentu bisa berkurang.

Baca Juga : Panu

Folikulitis ringan bisa ditangani dengan perawatan di rumah. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan dirumah untuk mengobati folikulitis ringan diantaranya:

  • Bersihkan area yang terinfeksi dengan air hangat dan sabun antibakteri. Pastikan untuk selalu menggunakan pakaian dan handuk yang bersih.
  • Rendam lap ke dalam campuran 1 sendok teh garam dengan 2 gelas air, lalu tempelkan di area tubuh yang terinfeksi. Cuka juga bisa digunakan sebagai pengganti garam.
  • Hindari mencukur, menggaruk, atau mengenakan pakaian yang terlalu ketat pada area yang terinfeksi.

Pencegahan Folikulitis

Folikulitis dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban kulit, terutama pada individu yang rentan terkena infeksi, seperti penderita diabetes. Penggunaan antiseptik secara rutin tidak disarankan, karena dapat membuat kulit kering.

Saat bercukur juga harus berhati-hati dan disarankan untuk menggunakan krim, sabun, atau gel sebagai pelicin agar kulit tidak terluka. Perlu diingat, jangan berbagi alat cukur dengan orang lain. Selain itu jangan mengenakan pakaian yang ketat agar tidak terjadi gesekan antara kulit dan pakaian, serta cuci dan keringkan sarung tangan karet sebelum kembali digunakan.

Baca Juga : Kudis

Umumnya folikulitis tidak menular, tapi folikulitis akibat bakteri Staphylococcus aureus bisa menyebar ke orang lain. Risiko ini bisa dikurangi dengan mencuci pakaian, handuk dan seprai dengan air panas, serta tidak berbagi pisau cukur.

Komplikasi Folikulitis

Penyakit folikulitis dapat sembuh dengan sendirinya, dan jarang menyebabkan gangguan yang lebih parah. Meski begitu, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya yaitu:

  • Infeksi yang menyebar atau berulang.
  • Terbentuk bisul.
  • Kerusakan kulit permanen, bisa berupa bekas luka atau kulit menghitam.
  • Kebotakan permanen dan kerusakan folikel.

Demikian pembahasan tentang penyakit folikulitis, penyebab, gejala, jenis, cara mengobati dan mencegah serta komplikasi folikulitis, semoga bermanfaat.