Faktor Penyebab yang Mempengaruhi Siklus Haid Wanita Ketahui Secepatnya!

Posted on

Faktor Penyebab yang Mempengaruhi Siklus Haid Wanita – Haid atau masa menstruasi adalah siklus alami yang terjadi pada wanita baligh. Haid terjadi ketika sel telur dalam tubuh wanita tidak mengalami pembuahan sehingga dinding uterus luruh dan keluar melalui vagina dalam bentuk darah. Normalnya, setiap bulannya wanita mengalami menstruasi selama 7 hari. Namun ada juga wanita yang tidak memiliki siklus menstruasi normal sehingga mereka bisa saja tidak mengalami menstruasi setiap bulannya atau mengalami menstruasi lebih dari 7 hari. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada wanita tersebut sehingga tidak mendapatkan mentruasi normal?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan siklus menstruasi anda tidak lancar, sehingga bukan berarti kamu tidak normal. Kasus yang paling sering terjadi biasanya dipicu faktor stress atau hormon yang tidak seimbang, bisa juga akibat faktor internal maupun faktor eksternal. Berikut ini adalah faktor penyebab yang berpengaruh terhadap siklus haid tidak lancar.

Faktor Penyebab Mempengaruhi Siklus Haid

Berikut ini beberapa penyebab yang bisa mempengarhui siklus haid atau menstruasi tidak lancar selain karena menopause, antara lain:

Stress
Stress adalah pemicu terganggunya siklus haid paling besar. Wanita yang mengalami stress akan memicu kelenjar adrenalin memproduksi kortisol. Hormon kortisol tersebut berdampak pada hormon reproduksi seperti progesterone dan estrogen sehingga mempengaruhi siklus menstruasi. Untuk itu sebaiknya hindari stress agar siklus menstruasi lancar tiap bulannya.

Anovulasi
Penyebab umum gangguan menstruasi yaitu tidak terjadinya ovulasi (tidak melepaskan sel telur). Faktor yang menyebabkan seseorang mengalami anovulasi seperti stres, gaya hidup yang tidak sehat, sakit ataupun latihan fisik yang terlalu berat.

Berat Badan
Berat badan yang over atau under-weight dapat berpengaruh pada siklus menstruasi karena berat abdan juga mempengaruhi produksi estrogen. Estrogen sendiri adalah hormon yang membantu menciptakan lapisan rahim yang baik mendukung telur untuk dibuahi. Ketika berat badan berlebihan, tubuh secara otomatis akan menciptakan kelebihan estrogen uang menyebabkan ovulasi berhenti.

Mendekati masa menopause
Umumnya wanita akan mengalami menopause pada usia diatas 40 atau 50 tahunan. Namun ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan menopause terjadi dibawah usia 30 tahun atau disebut dengan menopause dini, hal ini disebabkan karena adanya kelainan bawaan. Salah satu gejala yang muncul akibat menopause dini adalah terganggunya siklus mentruasi.

Merokok
Merokok memang dapat mengganggu kesehatan, hal ini juga berlakuk pada siklus menstruasi. Sebuah penelitian menemukan pada 41% wanita yang merokok mengalami periode siklus menstruasi yang tidak lancar dibandingkan dengan wanita buka perokok. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan sakit serta kram pada saat menstruasi. Sedangkan perokok wanita memiliki 60% lebih mungkin mengalami infertilitas dibanding bukan perokok.

Alkohol
Menurut pernyataan dari National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA), wanita beralkohol lebih mudah mengalami gangguan menstruasi dan reproduksi, dari siklus menstruasi yang tidak teratur, berhentinya menstruasi, tidak adanya ovulasi (yaitu anovulasi), dan infertilitas.

Olahraga Berlebihan
Olahraga secara teratur memanglah baik untuk kesehatan namun jika melakukan olahraga berat dan terlalu berlebihan dapat menyebabkan kondisi tubuh yang dikenal dengan amenor atau kondisi tidak adanya menstruasi. Hal ini dikarenakan tubuh terlalu berat melakukan olahraga sehingga membuat produksi estrogen dalam tubuh menjadi berkurang.

Obat-obatan
Ada banyak jenis obat-obatan yang tidak memiliki hubungan dengan organ reproduksi seperti antidepresan dan antipsikotik, obat tekanan darah, kemoterapi, dan obat-obatan alergi dapat menjadi alasan untuk berhentinya menstruasi. Jika anda mengalami gangguan menstruasi akibat konsumsi jenis obat-obatan tersebut, anda dapat konsultasikan ke dokter tentang masalah anda.

Masalah Tiroid
Kelenjar tiroid memiliki fungsi untuk mengatur metabolisme tubuh, dan jika ada gangguan pada hormon tersebut maka dapat menyebabkan gangguan pada menstruasi. Adanya gangguan masalah pada kelenjar tiroid biasanya ditandai dengan gejala tubuh merasa kelelahan, berat tubuh berubag, rambut rontok hingga tubuh sensitif pada suhu panas dan dingin. Agar siklus menstruasi kembali normal, sebaiknya anda tangani terlebih dahulu masalah tiroid agar tetap seimbang.

Kelebihan hormon prolaktin
Siklus haid yang tidak normal juga dapat disebabkan karena produksi hormon prolaktin yang tidak normal. Hormon prolaktin dihasilkan dari kelenjar pituitari yang meningkat pada masa menyusui atau akibat kondisi medis tertentu. Peningkatan hormon prolaktin ini dapat memengaruhi kinerja hormon lain yang berperan dalam proses menstruasi, yaitu estrogen dan progesteron.

Agar situs menstruasi dapat berlangsung normal dan lancar, sebaiknya terapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi serta cukup olahraga. Selain itu anda juga perlu menghindari kebiasaan buruk seperti meroko, konsumsi alkohol dan stress.

Itulah penjelasan tentang Faktor Penyebab yang Mempengaruhi Siklus Haid Wanita  . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.