10 Fakta dan Mitos Tentang Penyakit Stroke Yang Harus Anda Tahu

Posted on

Fakta dan Mitos Tentang Penyakit StrokeStroke adalah jenis penyakit yang menyerang akibat terjadinya gangguan aliran darah ke otak karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Penyebab tersebut yang membuat otak mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang menyebabkan kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara serta menurunnya kesadaran yang terjadi secara mendadak, stroke juga dapat mengakibatkan kecacatan hingga kematian.

Biasanya stroke bisa berakibat fatal, bahkan bisa mengancam nyawa, ada baiknya kita coba memahaminya dengan lebih baik.

Banyak mitos-mitos yang beredar dan mengetahui fakta-faktanya bersama Robert Felberg, MD, direktur medis divisi stroke di Overlook Medical Center in Summit, NJ.

1.Mitos: stroke hanya dapat terjadi pada orang lanjut usia
Fakta: Stroke dapat menyerang siapa saja, beberapa jenis stroke bisa saja terjadi pada bayi dan anak-anak. Akhir-akhir ini, stroke banyak menyerang orang di bawah usia 65 tahun.

Banyak penyebab terjadinya stroke adalah pola hidup yang tidak sehat seperti menggemari makanan yang sarat lemak jenuh, mengonsumsi gula berlebihan, kurang istirahat dan olahraga, kebiasaan merokok, dan banyak menanggung stres.

Banyak gejala stroke pada orang tua ataupun muda, sebenarnya sama saja. Tetapi banyak juga orang muda yang mengabaikannya karena berpikir mereka tak mungkin terserang stroke.

2. Mitos: Stroke termasuk penyakit yang susah dideteksi.
Fakta: Stroke sangat mudah dikenali dengan test mandiri yang sering disebut FAST atau Face, Arm, Speech, Time (wajah, tangan, bicara dan waktu).

Banyak orang mengalami penurunan otot wajah, biasanya sebagian otot wajah, kaki dan tangannya menjadi lemah, kesulitan bicara atau bicaranya terbata-bata dan lama, segera mungkin bawa ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat mendapat penanganan medis, semakin cepat ia akan tertolong.

3. Mitos: Wanita terlindungi dari stroke.
Fakta: Nyataannya, Malah lebih banyak wanita yang terserang stroke dibanding pria, walau selisihnya hanya sedikit.

“Pria cenderung mendapat penyakit jantung di usia muda dan meninggal karenanya, sementara wanita hidup lebih lama,” kata Felberg. Karena wanita jauh lebih berumur panjang, mereka lebih banyak terekspos oleh stroke.

4. Mitos: Kita bisa mengatasi stroke di rumah dengan meminum aspirin.
Fakta: Aspirin bisa membantu ketika seseorang mendapat serangan jantung, bukan berarti aspirin bisa mengatasi serangan stroke.

Bahkan ketika kita mengalami stroke dengan pendarahan (hemorrhagic stroke), aspirin malah akan memperburuk situasi karena salah satu sifat aspirin adalah mengencerkan darah.

5. Mitos: Stroke adalah salah satu jenis serangan jantung.
Fakta: Felberg. berkata “Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang menyebabkan kerusakan otak,”

Sesekali pembuluh darah itu tersumbat, atau pecah disertai dengan kejang. Stroke dan penyakit jantung memang berhubungan erat namun tidak sama. Stroke lebih cenderung dengan otak.

6. Mitos: Stroke pasti disertai dengan gejala tertentu.
Fakta: Stroke juga dapat menyerang tanpa gejala yang jelas selain stroke itu sendiri. Alasannya karena seringkali terjadi dengan tiba-tiba, dalam hitungan detik atau beberapa menit saja.

Mitos 7 : Stroke hanya menyerang mereka yang memiliki riwayat hipertensi
Fakta : Walaupun berkaitan erat dengan stroke, hipertensi hanyalah salah satu penyebab resiko tinggi dari stroke selain masalah diabetes, kolesterol tinggi, hingga gaya hidup yang buruk.

8. Mitos : Stroke tidak bisa dicegah
Fakta : Stroke bisa dicegah sejak dini asalkan kita memiliki pola hidup sehat dengan mengendalikan berat badan agar tetap ideal, menjaga tekanan darah agar tetap normal, dan menjaga kolesterol agar tidak tinggi. Selain itu menjaga asupan makanan sehat dan melakukan olahraga rutin dipercaya mampu mengurangi resiko terkena stroke.

9. Mitos : Gejala munculnya Stroke karena selalu kejang
Fakta : Stroke tidak selalu diawali dengan adanya gejala kejang, sering pusing juga termasuk salah satu gejala terjadinya stroke ringan. Tidak jauh dengan penyakit jantung, pria dan wanita memiliki porsi yang sama terkena serangan stroke. Namun biasanya wanita mengalami cegukan saat terkena stroke.

10. Mitos : Stroke terbagi menjadi stroke berat dan ringan
Fakta : Klasifikasi stroke memang terbaik menjadi dua, dunia medsi membagi menjadi stroke iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena penyumbatan yang terjadi pada salah satu pembuluh darah yang berperan menyuplai darah ke otak. Sedangkan stroke Hemoragik adalah pendarahan otak yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah.

Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.