Encephalomalacia : Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Encephalomalacia (Pelunakan Otak)

Posted on

Jenis, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mencegah dan Mengobati Encephalomalacia (Pelunakan Otak) – Encephalomalacia adalah adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pelunakan lokal pada jaringan otak akibat peradangan atau pendarahan. Kondisi ini sering disebut dengan pelunakan otak.

Encephalomalacia dapat terjadi pada materi putih otak yang disebut leukoencephalomalacia atau materi abu-abu otak yang disebut polioencephalomalacia. Pelunakan dapat terjadi di satu bagian otak tertentu atau mungkin lebih luas lagi.

Baca Juga : Lumpuh Otak (Cerebral Palsy)

Pada kasus yang jarang terjadi, kerusakan atau degenerasi otak dapat menyebabkan pelunakan yang berlebihan pada zat-zat di dalam. Kondisi ini busa mempengaruhi pbagian organ yang berbeda dan merusak jaringan di lobus frontal, lobus oksipital, lobus parietal serta lobus temporalis.

Encephalomalacia dapat terjadi pada siapa saja dan pada semua usia mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia, tapi biasanya encephalomalacia yang terjadi pada janin atau bayi lebih berat dibanding anak-anak atau orang dewasa.

Jenis Encephalomalacia

Bergantung dari bagian otak yang dipengaruhi, kondisi ini dapat dibagi menjadi dua jenis berikut:

  • Leukoencephalomalacia, yaitu jenis encephalomalacia yang mengenai materi putih otak.
  • Polioencephalomalacia, yaitu jenis encephalomalacia yang mengenai materi abu-abu otak)

Baca Juga : Abses Otak

Menurut warna dan tingkat kerusakannya, encephalomalacia dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori , diantaranya yaitu:

  • Pelunakan merah.
  • Pelunakan kuning.
  • Pelunakan putih.

Tanda dan Gejala Encephalomalacia

Gejala yang umum terjadi pada penderita encephalomalacia, diantaranya yaitu:

  • Vertigo atau pusing berputar.
  • Kehilangan penglihatan atau kebutaan.
  • Sakit kepala terus menerus dan semakin memberat karena tekanan intrakranial (tekanan dalam tulang tengkorak) meningkat.
  • Kesadaran menurun, mulai dari mengantuk sampai koma.
    Tidak dapat bicara.

Baca Juga : Kanker Otak

  • Kelemahan atau kelumpuhan setengah badan (sisi kiri atau sisi kanan tubuh).
  • Kejang, awalnya dapat kejang sebagian anggota tubuh, jika proses berlanjut atau lokasi pelunakan otak luas dapat terjadi kejang seluruh tubuh.

Jika ada keluarga atau kerabat dekat memiliki gejala-gejala tersebut dan memiliki riwayat penyakit seperti stroke, cedera kepala, ataupun infeksi otak sebaiknya diskusikan dengan dokter. Diagnosis dan penanganan dini dapat mencegah pelunakan otak semakin luas.

Penyebab Encephalomalacia

Encephalomalacia atau pelunakan otak terjadi jika jaringan otak tertentu tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup mengakibatkan jaringan otak tersebut mengalami iskemik (kekurangan oksigen) lalu jaringan otak tersebut akan mati dan mengalami pelunakan. Penyebab suplai oksigen dari darah yang kurang atau terhenti diantaranya yaitu:

Baca Juga : Gegar Otak (Konkusio Otak)

  • Stroke iskemik atau stroke karena sumbatan pembuluh darah di otak sehingga otak tidak mendapat suplai darah yang cukup
  • Perdarahan otak, yaitu pecahnya pembuluh darah dalam jaringan otak yang menyebabkan tekanan lokal pada jaringan otak mengakibatkan jaringan otak disekitarnya tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup akibat tekanan dan pada akhirnya jaringan otak rusak dan mengalami pelunakan. Perdarahan otak bisa disebabkan karena cedera kepala traumatis atau pecahnya pembuluh darah seperti pada stroke perdarahan (stroke hemoragik).
  • Peradangan pada jaringan otak. Peradangan bisa disebabkan karena infeksi pada jaringan otak (encephalitis) atau selaput yang menutupi otak (meningitis). Organisme seperti bakteri, virus, jamur menyebabkan infeksi di otak atau membran yang menutupi otak (mening) dan menyebabkan peradangan pada sel-sel otak dan reaksi peradangan yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak yang selanjutnya dapat menyebabkan pelunakan otak.

Pada bayi baru lahir atau janin dalam kandungan pelunakan otak disebabkan oleh berkurangnya pasokan oksigen ke otak akibat suplai darah yang berkurang yang disebabkan oleh:

Baca Juga : Tumor Otak

  • Asfiksia, yaitu kondisi dimana jaringan otak bayi kekurangan suplai oksigen akibat kondisi tali pusat yang kurang baik
  • Radang pada otak atau selaput otak yang biasanya disebabkan oleh infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes simplex) selama kehamilan.

Faktor Risiko Encephalomalacia

Berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami pelunakan otak diantaranya yaitu:

  • Cedera otak traumatis, seperti cedera kepala karena benturan yang keras.
  • Riwayat pembedahan otak.
  • Infeksi TORCH pada ibu hamil.
  • Stroke.

Cara Mendiagnosis Encephalomalacia

Untuk dapat mendiagnosis encephalomalacia, dokter akan bertanya tentang gejalayang dialami pasien, riwayat penyakit, riwayat trauma, atau riwayat operasi otak sebelumnya. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Baca Juga : Dispraksia (Dyspraxia)

Kemudian untuk mengkonfirmasi adanya pelunakan otak bisa dilakukan pemeriksaan MRI. Pemeriksaan MRI bertujuan untuk mengetahui dengan detail jaringan otak. Alternatif lainnyayang bisa dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan CT Scan. Encephalomalacia pada bayi baru lahir ditandai dengan rongga dimana jaringan otak seharusnya berada, sedangkan pada dewasa, pelunakan otak ditandai dengan volume otak yang berkurang terutama di daerah frontal dan temporal.

Pencegahan Encephalomalacia

Hingga saat ini belum ada pencegahan langsung untuk menghindari seseorang agar tidak terjadi encephalomalacia. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah menghindari atau menurunkan faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengidap encephalomalacia, diantaranya seperti:

  • Kontrol kesehatan rutin pada seseorang yang memiliki risiko tinggi stroke, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan lain sebagainya.
  • Mencegah benturan kepala yang hebat.
  • Selalu menggunakan alat pengaman kepala pada saat olahraga, berkendara, atau pekerjaan yang berisiko tinggi, misalnya konstruksi bangunan.

Baca Juga : Disleksia (Dyslexia)

  • Memastikan kondisi lantai yang tidak licin atau menggunakan alas kaki yang tidak licin agar tidak terpeleset.
  • Kontrol kehamilan rutin pada ibu hamil.
  • Imunisasi TORCH pada ibu hamil.

Pengobatan Encephalomalacia

Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk encephalomalacia atau pelunakan otak ini karena jika sel otak rusak tubuh tidak bisa menumbuhkan sel otak baru atau mengembalikan fungsi sel yang rusak. Akan tetapi, beberapa penelitian dikembangkan untuk mengembalikan fungsi sel otak dengan terapi sel induk atau stem cell. Pengobatan yang bisa dilakukan yaitu dengan pembedahan atau operasi. Area otak yang mengalami pelunakan bisa diangkat dengan operasi dan bagian otak yang tersisa akan mengalami adaptasi fungsi akibat bagian otak yang hilang.

Baca Juga : Tremor

Demikian pembahasan tentang penyakit encephalomalacia (pelunakan otak) semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa