Empiema : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Empiema

Posted on

Penyakit Empiema – Empiema adalah kondisi dimana kumpulan nanah terbentuk di ruang pleura, yakni area yang terletak diantara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada. Biasanya empiema terjadi setelah seseorang mengalami pneumonia, yaitu infeksi jaringan paru-paru.

Tanda dan Gejala Empiema

Ada 2 jenis empiema dengan gejala berbeda yaitu empiema sederhana dan empiema kompleks.

Empiema sederhana merupakan jenis empiema yang muncul pada tahap awal penyakit. Seseorang dikatakan menderita empiema sederhana apabila nanah mengalir secara bebas. Tanda dan gejala empiema sederhana diantaranya yaitu:

  • Napas pendek.
  • Batuk kering.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Sakit di bagian dada ketika bernapas.
  • Sakit kepala.
  • Disorientasi.
  • Kehilangan nafsu makan.

Sedangkan empiema kompleks merupakan jenis empiema yang muncul pada tahap akhir penyakit. Pada empiema kompleks, peradangan menjadi semakin parah. Jaringan parut mungkin terbentuk dan membagi ruang pleura menjadi rongga-rongga kecil. Kondisi tersebut disebut dengan loculation dan akan semakin sulit diobati. Apabila infeksi semakin memburuk, akan memicu terbentuknya lapisan tebal mengelilingi ruang pleura. Lapisan tersebut membuat paru-paru sulit mengembang. Tanda dan gejala empiema diantaranya yaitu:

  • Sulit bernapas.
  • Sakit di bagian dada.
  • Kehilangan berat badan.
  • Suara napas menurun.

Penyebab dan Faktor Risiko Empiema

Secara normal, ruang pleura terisi oleh cairan tapi tidak banyak. Jika terjadi infeksi, produksi cairan di ruang pleura akan lebih banyak, sehingga penyerapan cairan yang dilakukan tubuh tidak bisa mengimbanginya. Cairan pleura yang terinfeksi semakin mengental, membentuk nanah, dan bisa menyebabkan lapisan paru-paru dengan rongga dada menempel juga membentuk kantung-kantung. Kantung nanah itulah yang disebut empiema.

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena empiema diantaranya yaitu:

  • Pneumonia.
  • Bronkiektasis.
  • Abses paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Cedera serius di bagian dada.
  • Infeksi di bagian tubuh lain dan menyebar ke rongga dada melalui aliran darah.
  • Menjalani operasi di bagian dada.
  • Rheumatoid arthritis.
  • Diabetes.
  • Sistem imun yang lemah.
  • Kecanduan alkohol.

Cara Mendiagnosis Empiema

Untuk dapat mendiagnosis empiema, dokter akan menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, dokter akan melakukan beberapa tes diantaranya yaitu:

  • Foto Rontgen dan CT scan.
  • USG dada.
  • Tes darah.
  • Thoracocentesis (punksi pleura).

Pengobatan Empiema

Pengobatan empiema bertujuan untuk mengobati infeksi dan menghilangkan nanah dari ruang pleura. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan, diantaranya yaitu:

Antibiotik, yaitu pengobatan infeksi dilakukan dengan menggunakan antibiotik yang disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab infeksi.
Percutaneous thoracocentesis. Thoracocentesis atau punksi pleura ini dapat bertujuan untuk mengeluarkan cairan di ruang pleura. Biasanya prosedur ini dilakukan dalam kasus empiema sederhana.
Operasi. Dalam kasus empiema kompleks, sebuah pipa karet akan dimasukkan untuk mengeluarkan nanah. Biasanya prosedur ini dilakukan melalui operasi. Ada beberapa jenis operasi, yaitu:

  • Thoracostomy, yaitu operasi yang dilakukan dengan memasukkan pipa plastik ke dalam dada melalui lubang yang dibuat di antara dua rusuk. Kemudian, dokter akan menghubungkan pipa plastik tersebut ke alat penyedot untuk mengeluarkan cairan. Dokter juga akan menyuntikkan obat-obatan untuk membantu mengeluarkan cairan.
  • Video-assisted thoracic surgery (VATS), yaitu operasi yang dilakukan untuk mengangkat jaringan yang telah terinfeksi di sekitar paru-paru, lalu memasukkan selang dan menggunakan obat-obatan untuk mengalirkan cairan dari ruang pleura. Dokter akan membuat tiga sayatan dan menggunakan sebuah kamera kecil yang disebut thoracoscope dalam proses ini.
  • Dekortikasi terbuka, yaitu prosedur operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat lapisan berserat (jaringan fibrosa) yang menutupi paru-paru dan ruang pleura. Ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi paru-paru agar bisa mengembang dan mengempis kembali secara normal.

Demikian pembahasan singkat tentang Empiema : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatan Empiema , semoga bermanfaat..