Demam : Gejala, Penyebab, Jenis, Cara Mengobati dan Mencegah Demam

Posted on

Gejala, Penyebab, Jenis, Cara Mengobati dan Mencegah Demam – Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 °C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam juga merupakan pertanda bahwa sel antibodi manusia (sel darah putih) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Anak yang memiliki suhu tinggi karena suhu tinggi berkepanjangan dapat menyebabkan sawan. Demam yang melebihi 3 hari mungkin merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk lainnya. Penanganan demam biasanya dengan diberikan obat anti piretik seperti parasetamol atau ibuprofen.

Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik. Kenaikan suhu tubuh akibat konsumsi obat ini disebut dengan demam obat atau “drug fever”.

Baca Juga : Demam Pada Bayi

Demam memang menjadi masalah yang hampir semua orang pasti mengalaminya, bahkan gejala demam telah memakan banyak korban jika tidak ditangani dengan baik. Ada banyak sekali cara yang bisa digunakan untuk menurunkan suhu tubuh saat demam diantaranya dengan minum air hangat, tempelkan handuk basah di bagian kepala atau dahi sebagai kompres, mandi air hangat serta beristirahat total ataupun mengkonsumsi makanan bergizi.

Demam bukanlah sebuah penyakit, tapi gejala yang seringkali menyertai penyakit yang bisa sembuh sendiri tanpa membutuhkan pengobatan, misalnya flu atau pilek. Untuk itu, demam akan menghilang dengan sendirinya saat penyakit yang mendasarinya sembuh. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun panas bisa dibeli secara bebas di apotek. Baca aturan pakai dan ikuti dosis yang dianjurkan.

Tanda dan Gejala Demam

Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri. Berikut ini beberapa ciri atau gejala yang bisa menyertai demam, diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala
  • Berkeringat dingin
  • Menggigil
  • Dehidrasi
  • Batuk-batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit pada telinga
  • Diare dan muntah-muntah
  • Sakit otot
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa kelelahan.

Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Demam belum tentu menjadi kondisi yang serius, tapi perlu waspada apabila suhu tubuh anda di atas 38 derajat celcius dan mengalami satu atau lebih gejala seperti dibawah ini:

  • Leher terasa kaku dan mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya
  • Muntah-muntah secara terus-menerus
  • Muncul bercak-bercak kemerahan pada kulit
  • Sesak napas
  • Terus-menerus merasa mengantuk
  • Apabila penderita merasa kesakitan
  • Anak tidak mau minum dan jarang buang air kecil.

Jika mengalami gejala gejala diatas, segera hubungi dokter atau ke rumah sakit.

Baca Juga : Demam Kuning

Jenis Jenis Demam

Berikut ini beberapa jenis demam, diantaranya yaitu:

Demam Berkepanjangan atau demam persisten, yaitu demam yang berlangsung lebih dari 10-14 hari. Biasanya demam ringan tersebut disebabkan oleh adanya infeksi paru kronis seperti TB paru atau Bronkhitis dan biasanya tidak berada dalam kondisi demam yang tinggi, demam yang terjadi hanya dalam bentuk demam sub-febris yang berkisar antara 38-38,5°C.

  • Demam konstan atau disebut dengan demam terus menerus, biasanya hanya terjadi demam ringan dan tidak banyak berubah dalam kurun waktu 24 jam.
  • Intermiten atau keadaan suhu yang bervariasi dari tingkat normal ke tingkat demam selama satu hari, atau bisa dikatakan sebagai demam yang dapat terjadi hanya satu hari, tapi akan kambuh dalam waktu sekitar 1-3 hari kemudian.
  • Remiten atau demam yang datang dan pergi secara berkala.
  • Hiperpireksia atau demam yang memiliki kondisi sama dengan atau di atas 42°C dan merupakan keadaan darurat medis.

Selain itu, ada lebih dari 40 jenis penyakit yang memiliki demam sebagai bagian dari nama penyakit tersebut, misalnya demam rematik, demam berdarah, demam typhoid, TB Paru, Kanker, dan masih banyak lagi.

Kebanyakan jenis demam terjadi karena infeksi virus. Tapi hati-hati, beberapa infeksi virus tertentu seperti demam berdarah atau malaria bisa mengancam nyawa. Berikut beberapa jenis demam yang perlu diwaspadai, diantaranya

Demam Viral, yaitu sebuah demam yang terjadi karena infeksi virus dan demam ini biasanya terjadi selama 9 hari. Jenis demam ini juga disertai dengan infeksi tenggorokan.

Demam Berdarah Dengue, yaitu jenis demam yang bisa mematikan. Demam ini terjadi karena gigitan nyamuk yang disertai dengan nyeri pada sekujur tubuh. Penderita akan mengalami demam yang sangat tinggi dan menggigil. Dalam kondisi parah, demam berdarah dapat menyebabkan pendarahan internal.

Malaria , yaitu jenis demam yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Beberapa orang di daerah tropis telah meninggal karena demam ini. Demam tinggi dengan menggigil merupakan gejala khas dari malaria. Hal ini dapat mengancam jiwa setelah menjadi ganas atau mempengaruhi otak.

Chicken Guinea, yaitu jenis demam karena infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk. Demam ini kurang mematikan jika dibandingkan dengan malaria dan demam berdarah tetapi memiliki gejala yang hampir sama.

Tifus, yaitu demam yang terjadi karena infeksi perut. Jika makan makanan atau air yang telah terinfeksi oleh bakteri tipus, maka penderita akan mengalami demam tinggi yang disertai sakit kepala dan diare parah.

Meningitis, yaitu jenis radang otak yang mempengaruhi jaringan lunak dari sistem otak dan saraf. Demam ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan sering disertai dengan kejang dan sakit kepala.

HIV. Salah satu tanda awal dari infeksi HIV adalah demam ringan tetapi terus-menerus. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat meskinantinya datang kembali. Jika memiliki demam ringan selama seminggu lebih, maka cek apakah terkena HIV, terutama bagi pengonsumsu narkoba dan seks bebas.

Infeksi Saluran Kemih . Terkadang, infeksi pada saluran kemih dapat membuat seseorang mengalami demam. Bukan demam tinggi, tapi akan disertai dengan nyeri di perut bagian bawah dan rasa terbakar saat buang air kecil.

Pengobatan Demam

Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tidak berlangsung lama biasanya tidak membutuhkan obat penurun demam, tapi untuk mengatasi ketidaknyamanan tubuh, ada beberapa obat penurun demam yang bisa dibeli secara bebas di toko obat. Jika suhu demam semakin tinggi atau tidak membaik setelah tiga hari, disarankan periksakan ke dokter.

Baca Juga : Obat Demam Anak dan Dewasa

Berikut ini beberapa contoh obat untuk mengatasi demam akibat infeksi, diantaranya yaitu

  • Parasetamol dan ibuprofen.
  • Aspirin.
  • Antibiotik.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan demam, diantaranya yaitu:

  • Istirahat. Penderita butuh cukup istirahat untuk memulihkan diri dan membantu kekebalan tubuh, terlalu banyak beraktivitas dapat meningkatkan suhu tubuh.
  • Gunakan pakaian tipis dan tetap berada di ruangan dengan udara yang sejuk.
  • Minum air secara cukup untuk menghindari dehidrasi karena demam bisa menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.
  • Komplikasi yang diakibatkan demam bisa berupa dehidrasi parah, halusinasi, serta kejang-kejang.

Baca Juga : Flu dan Batuk

Pencegahan Demam

Demam bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dalam keseharian. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pajanan terhadap penyakit menular yang seringkali menyebabkan demam. Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah demam diantaranya yaitu:

Biasakan untuk selalu mencuci tangan jika merasa terpapar benda atau lingkungan yang tidak steril. Bisa juga dengan menggunakan tisu basah atau cairan pembersih tangan ketika sedang bepergian.

Jauhkan tangan dari hidung, mulut, dan mata setelah terpapar benda atau lingkungan yang tidak steril karena ketiga bagian tubuh tersebut merupakan pintu utama bagi bakteri maupun virus untuk memasuki tubuh manusia. Selain itu, usahakan untuk menutup mulut saat batuk atau hidung saat bersin; hindari berbagi penggunaan gelas, botol air minum, dan peralatan makan dengan orang lain.

Cara Menggunakan Termometer yang Benar

Biasanya untuk memeriksa suhu tubuh saat demam, orang akan menggunakan termometer. Dengan menggunakan termometer, maka bisa diketahui seseorang mengalami demam atau tidak. Ada beberapa jenis termometer yang tersedia di Indonesia diantaranya termometer raksa, termometer telinga, dan termometer digital. Termometer digital paling banyak dipilih karena selain ekonomis, penggunaannya juga mudah dan hasilnya cukup akurat. Berikut cara menggunakan termometer digital dengan benar

Termometer digital bisa diaplikasikan pada tiga bagian tubuh yakni mulut, ketiak, dan anus. Berikut langkah sederhana untuk menggunakan termometer digital:

  • Cuci tangan dengan sabun lalu bilas dan keringkan hingga bersih.
  • Bersihkan termometer, baik dengan mencucinya di air hangat atau menggunakan kapas alkohol.
  • Nyalakan termometer dengan memencet tombol yang ada, dan tunggu hingga tulisan di layar berhenti berkedip.
  • Letakkan termometer pada lipatan ketiak.
  • Tahan termometer di posisi yang sama hingga kurang lebih 40 detik atau sampai termometer berbunyi.
  • Ambil termometer dari ketiak, lalu baca tulisan yang tertera di layar.
  • Angka yang tertera menunjukkan suhu tubuh orang tersebut.
  • Bersihkan kembali termometer menggunakan air dingin atau dengan menggunakan kapas alkohol.

Demikian penjelasan tentang demam semoga bermanfaat.