Gegar Otak : Ciri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan Gegar Otak (Konkusio Otak) Yang Perlu Diketahui

Posted on

Gegar Otak atau Konkusio Otak – Gegar otak atau konkusio otak adalah suatu cedera otak yang disebabkan oleh pukulan ke kepala atau goncangan kepala dan tubuh yang keras.

Gegar otak merupakan trauma kepala yang tidak disertai kerusakan jaringan otak dan menyebabkan pingsan selama tidak lebih dari 10 menit. Orang yang mengalami gegar otak setelah sadar dari pingsannya akan mengeluh pusing dan muntah-muntah. Gegar otak juga bisa diikuti dengan vertigo atau amnesia retrograde, yaitu kehilangan ingatan untuk periode yang terbatas sebelum terjadinya kecelakaan.

Gegar otak adalah luka pada otak yang disebabkan oleh benturan eksternal, seperti jika kepala terbentur benda fisik atau dengan kepala orang lain. Gegar otak bisa menyebabkan linglung dan hilang kesadaran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan hilang ingatan (amnesia) akan peristiwa yang terjadi sebelum maupun setelah benturan terjadi.

Gegar otak merupakan bentuk halus dari cedera otak karena penyakit ini tidak merusak tempurung kepala dan bisa sembuh dengan cepat. Geger otak ini dapat dialami oleh siapa saja.

Tanda dan Gejala Geger Otak

Ciri dan gejala gegar otak diantaranya yaitu:

  • Tidak sadar sementara waktu
  • Kehilangan ingatan jangka pendek
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Linglung
  • Tidak dapat mengendalikan tubuh atau gangguan keseimbangan
  • Mual dan muntah
  • Tidak dapat berkonsentrasi
  • Dan lain sebagainya

Gejala-gejala diatas dapat terjadi berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Segera hubungi dokter jika muncul gejala seperti tidak sadarkan diri, epilepsi, lemah otot, gerakan mata tidak normal atau ukuran pupil berbeda, muntah terus menerus, keseimbangan tubuh tidak bisa terjaga, keluar darah dari hidung atau telinga, memar di sekitar kedua mata dan juga koma.

Penyebab dan Faktor Risiko Gegar Otak

Penyebab gegar otak diantaranya yaitu benturan keras pada kepala akibat kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, kecelakaan olahraga, atau bisa juga karena jatuh yang menyebabkan kepala terbentur benda atau permukaan yang keras.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gegar otak diantaranya yaitu:

  • Pernah mengalami gegar otak sebelumnya.
  • Mengoperasikan mesin atau mengendarai sepeda motor/mobil secara tidak aman, seperti sedang mabuk atau tanpa alat pengaman.
  • Melakukan olahraga yang berisiko tinggi terhadap cedera seperti sepak bola, tinju, dan lainnya.

Cara Mendiagnosis dan Pengobatan Gegar Otak

Untuk dapat mendiagnosis pasien gegar otak, maka dokter akan melakukan tes pada detail saraf. Tes yang dilakukan biasanya tomografi (CT scan) pada kepala atau melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat adanya perdarahan dan gangguan pada struktur otak.

Pengobatan yang dilakukan untuk penderita gegar otak adalah dengan istirahat berbaring, pemberian obat nyeri kepala, obat muntah dan membatasi pemberian cairan (satu hari maksimal 2 liter). Setelah itu, penderita secara bertahap diajak untuk mobilisasi mulai dari duduk, berdiri, dan berjalan tetapi aktivitas masih tetap dibatasi. Gegar otak yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah, seperti penyakit epilepsi.

Demikian pembahasan tentang “Gegar Otak : Ciri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan Gegar Otak (Konkusio Otak) Yang Perlu Diketahui“, semoga bermanfaat