19 Cara Menunda Kehamilan Secara Alami dan Kontrasepsi AMAN dan EFEKTIF

Posted on

Cara Menunda Kehamilan Secara Alami dan Kontrasepsi  – Salah satu pilihan bagi pasangan yang belum siap memiliki momongan atau menambah momongan adalah dengan menunda kehamilan. Cara menunda kehamilan saat ini pun sangat beragam, seperti mengunakan alat kontrasepsi atau menunda kehamilan secara alami.

Ada banyak faktor mengapa beberapa pasangan harus menunda kehamilan. Seperti pada pasangan yang sudah memiliki anak sering memilih untuk menunda kehamilan lagi guna mengatur jarak usia anak mereka, beberapa faktor lainnya juga dapat menjadi alasan mengapa harus menunda kehamilan seperti, menderita penyakit kronis yang membutuhkan penanganan serius. Juga karena faktor usia, seorang wanita dengan usia dibawah 18 tahun memiliki resiko komplikasi saat kehamilan, mereka lebih membutuhkan membutuhkan perawatan kesehatan secara khusus selama kehamilan.

Cara menunda kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Namun sebelumnya anda harus terlebih dahulu berdiskusi dengan pasangan anda mengenai metode atau cara yang akan dilakukan untuk menunda kehamilan. Hal ini bertujuan agar pasangan tetap menikmati kehidupan seks yang menyenangkan.

Cara Menunda Kehamilan

Metode Alami

1. Menghitung Perhitungan Masa Subur
Sebelum adanya alat kontrasepsi, cara yang alami yang sering digunakan untuk menunda kehamilan adalah dengan menggunakan metode perhitungan masa subur. Cara ini selakukan pasangan dengan mencatat sistem kalender haid, yaitu dengan mencatat kapan masa subur wanita berlangsung.

Pada sistem ini menerapkan aturan untuk tidak melakukan hubungan seksual saat memasuki masa subur. Cara ini cukup efektif untuk menunda kehamilan, namun pasangan harus teliti dan cermat dalam mencatat dan mengetahui kapan masa subur berlangsung. Hal penting yang harus diketahui, jika metode ini hanya efektif dilakukan bagi wanita yang memiliki siklus haid dan ovulasi teratur.

2. Mengeluarkan Mr.P sebelum Ejakulasi
Mengeluarkan Mr.P sebelum ejakulasi dapat dilakukan untuk menunda kehamilan secara alami. Cara ini dilakukan dengan mengeluarkan penis dari Ms.V saat menjelang klimaks, sehingga penis mengeluarkan sperma diluar Ms.V.

Namun, cara ini tidak sepenuhnya efektif untuk menunda kehamilan, karena berdasarkan penelitian hanya sekitar 4% saja pasangan yang berhasil mencegah kehamilan menggunakan cara ini.

3. Melakukan Hubungan Tanpa Penetrasi
Cara alami selanjutnya untuk mencegah atau menunda kehamilan adalah dengan melakukan hubungan tanpa memasukkan penis kedalam vagina. Pasangan masih dapat mengalami orgasme meskipun tanpa melakukan penetrasi. Namun diperlukan komunikasi dan kerjasama pasangan agar tetap dapat menikmati hubungan suami istri.

4. Jongkok Setelah Berhubungan Badan
Cara alami selanjutnya untuk menunda kehamilan adalah wanita dapat berjongkok untuk beberapa saat. Dengan cara ambil posisi jongkok sambil sedikit mengejan agar cairan sperma yang tadi masuk ke vagina dapat keluar. Metode ini untuk mencegah sperma masuk ke indung telur yang dapat menjadikan kehamilan.

5. Mengkonsumsi makan dan minuman pencegah kehamilan
Beberapa makanan seperti nanas muda, pepaya muda dan kelengkeng dipercaya dapat membantu menunda terjadinya kehamilan. Jenis buah tersebut memiliki sifat membuat perut wanita menjadi panas. Selain itu mengkonsumsi jamu khusus menstruasi sebelum berhubungan dengan pasangan juga dapat menurunkan resiko kehamilan. Seperti ramuan tradisional dari air asam jawa, perasan kunyit dengan diberi sedikit garam lalu konsumsi dua kali sebelum berhubungan badan juga dapat mencegah terjadinya kehamilan.

6. Metode Cek lendir Serviks
Cara alami selanjutnya untuk menunda kehamilan adalah dengan menggunakan metode cek lendir serviks. Cara ini harus dilakukan dengan teliti yaitu sebelum berhubungan badan, anda harus terlebih dahulu memasukkan jari yang bersih pada ujung dinding serviks. Lalu perhatikan lendir yang menempel, jika lending bening dan encer maka masa ovulasi belum dekat sehingga jika berhubungan badan tidak akan terjadi kehamilan. Sedangkan jika lendir berwarna bening, kental yan mirip seperi susu maka anda telah memasuki masa ovulasi, sehingga jika melakukan hubungan badan akan terjadi pembuahan.

7. Metode Ukur Suhu Tubuh
Metode ukur suhu tubuh dapat dilakukan untuk membantu menunda kehamilan. Cara menerapkan metode ini sangat mudah yaitu dengan mengecek suh tubuh setelah bangun tidur. Pada umumnya suhu normal tubuh adalah 35°C hingga 36°C, jika suhu tubuh lebih dari batas tersebut maka besar kemungkinan anda masih dalam masa ovulasi atau masa subur. Jadi hindari melakukan hubungan badan ketika suhu tubuh diatas batas normal.

8. Gunakan Posisi yang Tepat saat Berhubungan
Posisi saat melakukan hubungan juga dapat berpengaruh pada terjadinya kehamilan. Untuk menunda kehamilan, anda bisa menggunakan posisi berhubungan badan yang tepat seperti misalnya duduk, membungkuk atau posisi lainnya. Selain dari posisi, anda juga perlu memperhatikan kenyamanan ketika berhubungan, selain tidak baik untuk kesehatan juga tidak baik untuk psikis anda.

9. Berhubungan badan 3 hari setelah menstruasi
Masa ovulasi terjadi sekitar 6-7 hari sebelum masa menstruasi datang. Hal ini berarti setelah selesai menstruasi, masa ovulasi masih jauh. Pada masa inilah anda dapat melakukan hubungan badan tanpa takut terjadi kehamilan.

10. Mengkonsumsi Soda
Cara selanjutnya untuk menunda kehamilan adalah dengan mengkonsumsi minuman soda sebelum melakukan hubungan badan. Namun jika sudah terlanjur hamil, sebaiknya ada menghindari minuman bersoda karena dapat membahayakan anda dan janin.

Metode Kontrasepsi

1. Menggunakan Kondom
Kondom adalah alat kontrasepsi yang sering digunakan karena sangat mudah didapatkan. Kondom beredar luas dipasaran, tidak hanya di apotek, kondom juga tersedia di berbagai toko-toko, swalayan, maupun mini market dengan harga murah. Selain praktik untuk menunda kehamilan, kondom juga di klaim dapat mengurangi kemungkinan penularan penyakit seksual pada pasangan. Kondom digunakan untuk menghalangi masuknya sperma pada rahim wanit. Namun, kondom memliki tingkat kegagalan hingga mencapai 15%, terutama jika cara memakai kondom tidak tepat.

2. Pil KB
Pil KB adalah obat yang paling umum dikonsumsi wanita untuk mencegah kehamilan dan harus dikonsumsi secara rutin setiap hari. Metode ini menggunakan kombinasi hormon estrogen dan progesteron dalam dosis rendah. Pil ini berfungsi mengendalikan produksi sel telur, mencegah pelepasan ovum dari indung telur, menebalkan lendir serviks, serta menghentikan sperma memasuki rahim.

3. Suntik KB
Cara menunda kehamilan lainnya adalah dengan melakukan suntik KB. Suntik KB dapat dilakukan dengan mudah tanpa komplikasi. Caranya yaitu dengan menyuntikkan dosis kecil progesteron ke dalam tubuh wanita dalam volume tertentu dan dampaknya berlangsung selama sekitar tiga bulan. Injeksi ini juga aman selama menyusui. Pilihan ini sangat tepat bagi wanita yang pernah melahirkan bayi sebelumnya. Suntik KB dilakukan tiga bulan sekali untuk mencegah terjadinya produksi sel telur. Cara kontrasepsi ini hampir sama dengan pil KB dengan tingkat keberhasilan mencapai 99%.

4. Susuk KB
Susuk KB atau dikenal juga dengan KB implan juga sering digunakan untuk menunda kehamilan. KB implan mengandung hormon progestin yang mencegah indung telur melepaskan sel telur dan menebalkan mukus pada mulut rahim sehingga sperma sulit melewatinya. Hormon progestin juga menjaga dinding rahim agar tetap tipis sehingga sulit bagi telur berhasil dibuahi dan menempel di dinding rahim tersebut. Cara kontrasepsi ini hampir sama dengan pil KB dan suntik KB dengan tingkat keberhasilan mencapai 99%.

5. Intrauterine device (IUD)
Intrauterine device (IUD) atau copper T adalah metode kontrasepsi berukuran kecil yang biasanya berbentuk “T”, dan dimasukkan kedalam rahim. Kontrasepsi jenis ini menjadi salah satu kontrasepsi jangkan panjang dan metode paling efektif untuk menunda kehamilan.

Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) sering dikenal dengan sebutan ‘spiral’ atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai cara agar tidak hamil yang paling direkomendasikan, terutama untuk mengatur jarak antar kehamilan.

6. Diafragma KB
Difragma KB adalah metode untuk menunda kehamilan dengan menutup leher rahim dengan penutup dari lateks atau karet. Spermisida diaplikasikan pada diafragma, kemudian dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator khusus. Fungsinya ialah menutupi leher rahim dan terpasang dengan aman di belakang tulang kemaluan dan dinding belakang vagina. Ganti diafragma setiap dua tahun untuk mencapai hasil maksimal. Tingkat kegagalannya adalah 2-4% bila digunakan dengan benar.

7. Spons Kontrasepsi
Cara menunda kehamilan menggunakan metode kontrasepsi lainnya adalah dengan menggunakan spons kontrasepsi. Spons kontrasepsi memiliki ukuran kecil dan bersifat sekali pakai yang sudah mengandung spermisida. Cara menggunakannya dengan membahasi terlebih dahulu spons dengan air kemudian tempatkan pada leher rahim. Spons ini dapat memberikan perlindungan selama 24jam. Metode ini memiliki tingkat kegagalan sebesar 2% dengan efektivitas seperti diafragma, tetapi kurang efektif untuk wanita yang sudah pernah melahirkan.

8. Spermisida
Spermisida metode kontrasepsi untuk menunda kehamilan dengan cara membunuh sperma sehingga tidak ada sperma yang mengalami pembuahan. Alat kontrasepsi ini efektif dan digunakan setiap kali berhubungan badan sebelum memasukan Mr.P ke Ms.V, dan dapat digunakan lagi pada hubungan seksual berikutnya. Keuntungan spermisida adalah biayanya relatif murah, dan dapat mencegah infeksi.

Namun sebaiknnya sebelum menunda kehamilan, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui dampak dan risiko yang harus dihadapi. Tanyakan pula kepada dokter cara menunda kehamilan yang dianjurkan dan cocok untuk Anda dan pasangan.

Itulah pembahasan singkat tentang Cara Menunda Kehamilan Secara Alami dan Kontrasepsi yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..