28 Cara Mengobati Hipertensi atau Darah Tinggi Dengan dan Tanpa Obat secara Efektif Menyembuhkan

Posted on

Cara Mengobati Hipertensi atau Darah Tinggi – Hipertensi atau lebih akrab disebut dengan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Penyakit Darah Tinggi / Hipeertensi mengacu ke tingkat tekanan darah yang meningkat lebih tinggi dari tingkat biasa secara kronis. Tekanan pada pembuluh darah yang terlalu tinggi menyebabkan gangguan kesehatan karena tekanan yang tinggi menyebabkan fungsi kerja jantung menurun.

Cara untuk mengetahui apakah anda memiliki hipertensi yaitu dengan melakukan tes pengukuran tekanan darah.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi) . Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.

Tekanan darah Anda 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti Anda memiliki tekanan sistolik 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Angka normal tekanan darah adalah yang berada di bawah 120/80 mmHG.

Anda akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah Anda tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.

Berdasarkan riset pada tahun 2013 menunjukkan panderita hipertensi mencapai 25,8% berusia 18 tahun dari keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut penderita hipertensi lebih banyak 6% dibandingkan dengan laki-laki. Sedangkan yang hanya terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya skitar 9,4%.

Penyakit darah tinggi menempati urutan rangking pertama sebagai penyebab stroke dan serangan jantung serta gagal jantung.

Gejala Hipertensi

Pada umumnya banyak penderita hipertensi tidak menyadari jika terkena hipertensi, hal ini terjadi karena hipertensi cenderung tidak memiliki gejala yang signifikan. Namun secara umum, banyak penderita hipertensi mengalami beberapa gejala seperti dibawah ini:

  1. Terus menerus sakit kepala
  2. Mimisan
  3.  Mual dan muntah dibarengi dengan pandangan yang kabur
  4. Mati rasa atau kesemutan yang menjadi penyebab awal terjadinya stroke
  5.  Terdapat titik darah pada bagian bola mata
  6. Merasa pusing atau vertigo
  7. Pegal pada tengkuk kepala
  8. Jantung berdetak lebih cepat
  9. Telinga berdenging

Penyebab Hipertensi

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab hipertensi, antara lain:

  1. Faktor bertambahnya Usia, akan meningkatkan resiko terkena hipertensi
  2.  Faktor genetik atau keturunan yang mengidap hipertensi akan memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi.
  3. Perokok lebih memiliki risiko tinggi untuk terkena hipertensi sekaligus menyempitkan dinding arteri.
  4. Obesitas Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
  5. Kurang olahraga akan membuat orang cendertung memiliki detak jantung yang lebih cepat sehingga jantung bekerja lebih keras. Jantung yang bekerja lebih keras dapay meningkatkan tekanan darah atau hipertensi.
  6. Kadar garam dalam tubuh yang tinggi juga menyebabkan hipertensi karena menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh
  7. Konsumsi alkohol akan memicu kerusakan pad organ dan kerja jantung.
  8. Tingkat stress yang tinggi juga memicu meningkatnya tekanan darah.

Penyebab diatas disebut sebagai hipertensi sekunder. Sedangkan berikut ini adalah beberapa penyebab hipertensi primer.

  1.  Ganguan hormon seperti tiroid
  2. Diabetes
  3.  Penyakit ginjal
  4.  Lupus
  5. Konsumsi obat-obatan seperti pil kb, analgesik, obat flu serta dekongestan

Cara Pengobatan Hipertensi

Langkah efektif untuk menurunkan hipertensi adalah dengan melakukan perubahan konsumsi obat anti-hipertensi. Tingginya tekanan darah dan resiko pasien untuk mengalami penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke akan berpengaruh dengan jenis pengobatan yang dijalani.

Berikut ini adalah beberapa contoh kondisi pada kasus hipertensi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pengobatannya, seperti :

  1. Jika tekanan darah mencapai 160/100 mmHg atau lebih , langkah tepat yang dilakukan adalah dengan melakukan tindakan perawatan.
  2. Jika tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, ada kemungkinan penderita memiliki penyakit kardiovaskular pada jangka waktu 10 tahun. Langkah tepat yang dilakukan yaitu anda harus merubah gaya hidup agar lebih sehat dan mengkonsumsi obat-obatan.
  3. Jika tekanan darah sedikit lebih dari 130/80 mmHg, anda lebih rendah untuk mengalami penyakit kardiovaskular, dan cara untuk menurunkan tekanan darah cukup dengan mengubah gaya hidup lebih sehat.

Langkah tepat untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Perubahan gaya hidup lebih sehat dapat dimulai dengan cara berikut:

  1. Lebih banyak mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang dan rendah lemak seperti buah, sayuran hijau dan nasi merah.
  2. Kurangi konsumsi garam hingga satu sendok per hari.
  3. Melakukan aktivitas fisik setiap hari dengan berolahraga adalah cara penting yang dapat anda lakukan untuk melakukan perubahan gaya hidup lebih baik.
  4.  Mencoba untuk melakukan diet untuk menurunkan berat badan, karena memiliki berat badan berlebihan mempengaruhi tingginya tekanan darah.
  5. Kurangi konsumsi minuman tinggi kafein seperti kopi, teh dan minuman cola
  6. Hindari konsumsi minuman beralkohol karena dapat merusak organ tubuh bagian dalam
  7. Berhenti merokok, karena merokok dapat meningkatkan peluang anda untuk terkena masalah jantung dan penyakit paru-paru.
  8. Cara lain untuk merubah gaya hidup lebih sehat adalah dengan melakukan terapi relaksasi seperti melakukan yoga atau meditasi untuk membantu mengendalikan stress.

Dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat dengan efektif akan memberi dampak positif yang signifikan pada tekanan darah. Anda dapat memulai untuk melakukan perubahan tersebut untuk membantu menormalkan tekanan darah.

Namun dalam beberapa kasus, penderita hipertensi juga perlu mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah. Beberapa jenis obat-obatan yang biasanya diberikan unyuk penderita hipertensi diantaranya.

Cara mengobati Hipertensi dengan Obat-obatan

  1. Diuretik
    Diuretik dikenal dengan “pil air” yang berfungsi untuk membuang sisa air dan garam dalam tubuh melalui urine.
  2. Beta-blockers
    Beta-blockers adalah jenis obat yang berfungsi untuk membuat jantung berdetak lebih lambat dan akan membuat tenaga keluar lebih sedikit sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah. Namun sebelum mengkonsumsi jenis obat ini, anda hrus terlebih dahulu untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Karena penggunaan Beta-blockers memiliki efek yang berbahaya jika konsumsinya tiba-tiba dihentikan. Efek yang sering muncul seperti serangan angina atau angin duduk.
  3. Alpha-blocker
    Obat Alpha-blocker biasanya digunakan untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah. Pernggunaan pertama kali bat jenis ini memiliki efek samping seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, serta pergelangan kaki membengkak.
  4. Calcium channel blockers
    Obat selanjutnya yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi adalan Calcium channel blockers. Calcium channel blockers berguna agar kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Calcium channel blockers bekerja dengan mengendurkan arteri dan menurunkan tekanan darah.
  5. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
    Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor digunakan untuk membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga akan membantu untuk menurukan tekanan darah. Efek samping dari penggunaan obat ini adalah batuk kering yang berkelanjutan.

Untuk melakukan pengobatan menggunakan jenis-jenis obat diatas, sebaiknya anda terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menghindari adanya efek samping yang berkelanjutan. Namun, agar terhindar dari efek samping dari penggunaan obat-obatan kimia, berikut ini juga akan kami berikan beberapa cara alami untuk membantu mengatasi masalah hipertensi. Karena menggunakan cara dan bahan alami maka anda akan terhindar dari efek samping yang terjadi. Simak beberapa bahan alami yang dapat anda gunakan untuk mengatasi hipertensi berikut ini:

Cara mengobati Hipertensi dengan bahan alami

Beberapa obat tradisional yang dapat membantu mengatasi masalah hipertensi diantaranya:

  1.  Lobak
    Cara pengobatan : Cuci bersih satu buah lobak lalu parut hingga halus. Setelah itu peras dan saring, minum air sari lobak untuk membantu menurunkan hipertensi.
  2. Belimbing Manis
    Cara pengobatan: Konsumsi buah belimbing yang sudah matang sehari 2 kali, usahakan konsumsi buah belimbing setelah makan.
  3. Seledri
    Cara pengobatan: Cuci bersih 16 batang seledri dan potong kasar, rebus dengan 2 gelas air, tunggu hingga tersisa 1/2 gelas. Minum ramuan tersbeut 2 kali sehari. Anda juga dapat langsung mengkonsumsi selderi dengan dikunyah.
  4. Daun Pegagan
    Cara pengobatan: CUci bersih 20 lembar daun pegagan, rebus dengan 3 gelas air dan tunggu hingga tersisa 1/2 gelas saja. Minum 2 kali dalam sehari.
  5. Asam Trengguli
    Cara pengobatan: Suci bersih 3 ruas asam trengguli, remas dan Asam Trengguli, saring dan minum campuran madu dan asam trengguli sebanyak 2-3 kali sehari.
  6. Kunyit
    Cara pengobatan : Cuci bersih rimpang kunyit dan peras sarinya. Tambahkan madu pada perasan kunyit dan minum 2-3 kali sehari.
  7. Mentimun
    Cara pengobatan: Parut halus mentimun dan ambil airnya. Minum sari mentimun secara rutin untuk membantu menurunkan tekanan darah.
  8. Daun meniran
    Cara pengobatan : Siapkan seperempat genggam daun meniran, tambahkan 1/2 gelas air dan saring. Minum hasil saringan daun meniran 2 hingga 3 kali sehari hingga tekanan darah turun. Hentikan konsumsi daun meniran secara berlebihan karena dapat menyebabkan lemah syahwat.
  9. Akar pule pandak
    Siapkan 50gr akar pule pandak, cuci bersih dan potong tipis-tipis , lalu rebus dengan 1 gelas air. Dinginkan dan minum rebusan tersebut 1/2 gelas sekali minum pagi dan sore hari.
  10.  Mengkudu
    Cara pengobatan : Cuci bersih dan parut buah mengkudu, peras, ambil sarinya dan minum 2 kali sehari.
  11. Bawang putih
    Cara pengobatan : Cuci satu siung bawang putih dan kunyah secara langsung. Lakukan pengobatan ini 3 kali sehari.
  12. Pisang musa basyoo sieb dan musa sapientum L.
    Cara pengobatan : Konsumsi jenis pisang musa basyoo sieb dan musa sapientum L, yang berguna untuk mengurangi pengerasan pada pembuluh darah.
  13. Belimbing wuluh
    Cara pengobatan: Cuci bersih segenggam belimbing wuluh, potong kecil lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Saring dan minum ramuan ini setelah sarapan pagi.
  14. Daun Alpukat
    Cara pengobatan : Cuci bersih 3 lembang daun alpukat, seduh dengan air panas setelah dingin minum sekaligus.
  15. Bunga dan daun jeruk nipis
    Cara pengobatan : Siapkan sekitar 20 kuntum bunga jeruk nipis dan 30 lembang daun jeruk nipis dan potong kasar daunnya. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 1/4 gelas rebusan. Saring dan minum 3 kali dalam sehari.

Pengobatan tradisional masih sering digunakan oleh banyak masyarakat. Selain karena lebih efektif juga karena efek jangka panjang yang aman untuk digunakan. Hanya saja, untuk pengobatan secara tradisional membutuhkan waktu yang relatif lambat. Itulah penjelasan tentang Cara Mengobati Hipertensi atau Darah Tinggi . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.