16 Cara Mengatasi Keracunan Makanan Secara Alami Tanpa Obat Paling Ampuh

Posted on

Cara Mengatasi Keracunan Makanan¬† –¬†Kasus keracunan makanan masih kerap terjadi dibanyak negara berkembang, salah satunya di Indonesia. Penyebab kasus keracunan makanan terjadi akibat kebiasaan jajan sembarangan di pinggir jalan. Pada kebanyakan kasus, keracunan makanan tidak langsung muncul setelah mengkonsumsi makanan tidak bersih, sehingga banyak orang tidak menyadari jika tubuh sakit akibat keracunan makanan. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, keracunan makanan dapat menyebabkan kematian.

Keracunan makanan disebabkan karena bakteri, virus atau racun yang terdapat pada makanan tidak bersih. Gejala yang timbul akibar keracunan makanan biasanya mual, muntah, sakit kepala, pusing, kram perut dan diare. Jika sudah muncul gejala-gejala tersebut, maka anda harus segera melakukan tindakan pengobatan.

Penyebab Keracunan Makanan

Berikut beberapa hal yang dapat menyebaakan keracunan makanan, seperti:

  1. Cara mengolah makanan yang tidak steril
  2. Mengolah makanan yang tidak dimasak hingga matang
  3. Kebersihan tubuh yang buruk sehingga mengundang patogen penyebab keracunan hinggap di makannan.

Namun pada umumnya, keracunan makanan disebabkan karena bakteri, jamur, alga, parasit atau virus.

Kuman yang masuk tertelan bersama makanan dan mendarat disaluran pencernaan. Kuman yang menetap dalam tubuh akan berkembang dan memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan, sehingga menghasilkan racun yang mengiritasi dinding saluran cerna, bahkan terkadang hingga merusak jaringan.

Gejala Keracunan Makanan

Munculnya gejala keracunan makanan tidak muncul secara langsung setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri. Bakteri penyebab keracunan membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang biak dalam tubuh.

Seperti bakteri salmonela, membutuhkan waktu inkubasi sekitar 6-22 jam, setelah itu akna muncul gejala baru sekitar 2-5 hari setelah megkonsumsi makanan tersebut. Sedangkan pada bakteri Campylobacter memiliki masa inkubasi yang lebih lama dibanding Salmonella, yaitu hingga 2-5 hari. Sesudah masa inkubasi tersebut, barulah Anda akan merasakan gejala-gejala keracunan makanan.

Berikut beberapa gejala yang timbul akibat keracunan makanan, antara lain:

  1. Mual dan muntah
  2. Diare
  3. Perut kram dan nyeri
  4. Dehidrasi
  5. Sakit kepala
  6. Merasa demam
  7. Sesak napas
  8. Sakit otot
  9. Merasa lemas dan lelah

Biasanya keluhan-keluhan tersebut berlangsung selama 1-3 hari tergantung dari jenis patogen penyebabnya.

Cara Mengatasi Keracunan Makanan

Cara menangani keracunan makanan disesuaikan dengan penyebabnya, karena beda kuman maka beda juga dengan cara pengobatannya. Namun sebagian dari kasus keracunan makanan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus. Berikut beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keracunan makanan.

1. Cara mengatasi keracunan makanan dengan banyak konsumsi air
Cara sederhana untuk mengatasi keracunan makanan adalah dengan banyak mengkonsumsi air putih, hal tersebut sangat berperanguh besar untuk meringankan kondisi keracunan. Mengkonsumsi banyak air putih juga dapat membantu mengatasi rasa mual yang dirasakan saat mengalami keracunan, membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dan mencegah tubuh dehidrasi.

2. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Susu
Cara selanjutnya untuk mengatasi keracunan makanan adalah dengan mengkonsumsi susu. Susu memiliki kandungan yang dapat membantu membunuh bakteri dalam tubuh. Konsumsi susu saat tubuh merasa keracunan makanan.

3. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Jahe
Jahe merupakan obat alami yang sangat baik untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk masalah keracunan makanan yang juga mengganggu pencernaan. Cara mengatasi keracunan makanan dengan jahe adalah dengan minum satu cangkir teh cengker jehe setelah makan siang atau makan malam untuk menghentikan gejala yang muncul seperti mual dan mulas.

4. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Cuka Apel
Cuka apel memiliki rasa asam kuat yang memiliki efek menjadikan basa karena di metabolisme dalam tubuh. Cuka apel dapat membantu meringankan berbagai gejala pada keracunan makanan, dengan menenangkan lapisan saluran pencernaan dan membunuh bakteri serta memberikan kondisi lebih baik dengan cepat. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Cuka Apel adalah dengan campurkan dua sendok makan cuka apel dalam secangkir air panas lalu minum sebelum makan siang.

5. Cara Mengatasi keracunan makanan dengan Bawang Putih
Bawang putih efektif untuk mengatasi keracunan makanan karena mengandung sifat antivirus, antibakteri dan antijamur. Cara mengatasi keracunan makanan dengan bawang putih adalah dengan bawang putih segar sehari 2-3 kali.

6. Cara Mengatasi keracunan makanan dengan Pisang
Pisang baik untuk memudahkan pencernaan yang baik untuk menenangkan perut. Pisang mengandung kalium yang mampu menambah persediaan kalium yang berkurang akibat muntah atau diare karena keracunan makanan. Cara mengatasi keracunan makanan dengan pisang adalah dengan mengkonsumsi buah pisang segar yang membantu mengembalikan tingkat energi dalam tubuh.

7. Cara Mengatasi keracunan makanan dengan Jintan
Selain digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan, biji jintan ternyata berkhasiat untuk meringankan rasa tidak nyaman pada perut dan peradangan lambung akibat keracunan makanan. Cara mengatasi keracunan makanan dengan biji jintan adalah dengan merebus satu sendok teh biji jintan dalam satu cangkir air. Tambahkan satu sendok teh air dari daun ketumbar segar yang telah diekstrak dan sedikit garam. Minum dua kali sehari selama beberapa hari.

8. Cara Mengatasi keracunan makanan dengan Teh Herbal
Mengkonsumsi teh herbal dapat membantu menenangkan sistem tubuh yang terganggu dan menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Seperti mengkonsumsi teh peppermint yang memiliki efek menenangkan pada perut dan dapat meredakan kram perut. Akar Teh akar komfrey dan meadow sweet akan mengobati infeksi perut Anda. Jika Anda mengalami mual, cobalah teh akar manis atau teh kamomil karena dapat mengurangi peradangan dan menenangkan perut.

9. Cara Mengatasi keracunan makanan dengan Madu
Madu memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang efektif untuk mengatasi gangguan pencernaan dan mengatasi gejala dari keracunan makanan. Konsumsi madu murni atau dengan campurkan pada teh untuk mengatasi keracunan makanan.

10. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Yoghurt dan Biji Fenugreek
Yoghurt memiliki kandungan sifat antibakteri dan anti mikroba yang mampu melawan bakteri penyebab keracunan makanan. Sedangkan biji fenugreek membantu mengatasi rasa ketidak nyamanan pada perut. Cara mengatasi keracunan makanan dengan yoghurt dan biji fenugreek adalah dengan mencampurkan satu sendok biji fenugreek dengan satu sendok yoghurt, konsumsi secara langsung tanpa mengunyahnya. Kombinasi tersebut akan memberikan efek langsung merasa sakit perut yang disertai muntah, dan melegakan kondisi perut akibat keracunan makanan.

11. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Lemon
Lemon memiliki sifat anti-inflamasi, antivirus, dan antibakteri yang bermanfaat untuk mengatasi masalah perut tidak nyaman. Asam pada lemon dapat membunuh bakteri yang menyebabkan keracunan pada makanan. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Lemon adalah dengan menambahkan sejumput garam dalam satu sendok perasan air lemon dan minum 2-3 kali sehari.

12. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Daun Basil
Daun basil memiliki sifat yang mampu menenangkan perut akibat keracunan makanan. Daun basil juga memiliki sifat antimikroba yang dapat melawab mikro-organisme dalam tubuh. Cara mengatasi keracunan makanan dengan Daun Basil adalah dengan menambahkan ekstrakk daun basil dalam satu sendok madu dan konsumsi beberapa kali sehari.

 

13. Cukupi waktu untuk istirahat
14. Terapkan pola hidup sehat
15. Konsumsi makanan padat seperti biskuit, sereal kering
16. Konsumsi obat antidiare untuk memadatkan feses sekaligus untuk menyerap racun dalam usus

Itulah pembahasan singkat tentang Cara Mengatasi Keracunan Makanan yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..