Cara Mengatasi dan Mencegah Keputihan Saat Hamil Secara Tepat, cepat dan AMAN dilakukan

Posted on

Cara Mengatasi dan Mencegah Keputihan Saat Hamil – Terjadinya keputihan saat hamil menjadi salah satu gangguan yang membuat ibu hamil menjadi cemas. Keputihan sering membuat iu hamil menjadi terganggu karena ruang geraknya menjadi terbatas. Selain itu, terjadinya keputihan yang berlebihan saat masa kehamilan sebaiknya tidak diabaikan karena dapat memberikan dampak negatif pada kandungan. Sebab itulah, sebaiknya simak penjelasan berikut ini mengenai masalah keputihan pada masa kehamilan.

Penyebab Keputihan saat Hamil

Pada ibu hamil, terdapat beberapa jenis keputihan yang biasanya sering dialami pada saat hamil muda yang penting anda ketahui. Berikut ini beberapa penyebabnya, antara lain:

1. Kandidosis vulvova-ginal

Keputihan jenis Kandidosis vulvova-ginal adalah jenis keputihan yang disebabkan berkembangnya jamur yang berlebihan pada area ms.V akibat aktivitas mikroorganisme jenis candida albinacs. keputihan jenis ini biasanya dipicu oleh beberapa sebab seperti :

  • Kondisi ibu hamil menderita diabetes
  • Konsumsi antiobiotik berlebihan
  • Sering mengenakan celana dalam yang tidak menyerap keringat
  • Kurang menjaga kebersihan area kewanitaan

Ciri-ciri keputihan jenis Kandidosis vulvova-ginal

  • Cairan keputihan lebih pekar dan bau tajam
  • Terasa sangat gatal
  • Rasa sakit ketika berhubungan dan ketika buang air kecil

Jika tidak ditangani dengan baik dan tepat, keputihan jenis Kandidosis vulvova-ginal dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan kelahiran bayi dengan berat badan dibawah batas normal.

2.Vagi-nosis bakterialis

Keputihan Vagi-nosis bakterialis adalah jenis keputihan akibat dampak lanjutan dari perubahan ekosistem ada area genital yang menyebabkan jumlah bakteri baik menjadi berkurang.

Ciri-ciri keputihan Vagi-nosis bakterialis hampir sama dengan keputihan jenis kandidosis vulvova-ginal, yaitu:

  • Cairan keputihan sangat pekat dan bau yang tajam
  • Terasa sangat gatal pada kondisi keputihan yang sudah parah

Jika tidak ditangani dengan baik, keputihan jenis ini dapat menimbulkan bayi lahir prematur dan berat bayi dibawah normal.

3. Trikomoniasis

Keputihan jenis Trikomoniasis adalah jenis keputihan yang terjadi pada saat kehamilan akibat aktivitas mikroorganisme bernama Trichomonas vaginalis yang biasa hidup dalam kandung kemih. Biasanya Protozoa ini ditularkan ketika berhubungan suami istri.

Ciri-ciri keputihan jenis Trikomoniasis yaitu:

  • Terjadi iritasi pada area kewanitaan hingga menimbulkan rasa panas dan gatal
  • Cairan keputihan berbuih dan berbau dengan warna pekat kuning kehijau-hijauan
  • Hingga pendarahan seusai berhubungan. Pendarahan diakibatkan karena peradangan yang terjadi disekitar leher rahim.

Jika ibu hamil mengalami keputihan seperti penjelasan diatas, disarankan gara ibu hamil segera melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan konsultasi untuk mengetahui jenis obat yang boleh dikonsumsi sata hamil. Karena ibu hamil rentan mengalami keracunan dan masalah kesehatan.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Keputihan pada masa kehamilan dapat diminimalisir dengan cara preventif seperti dibawah ini:

  • Rajin membersihkan organ kewanitaan
  • Mengeringkan organ kewanitaan setelah dibersihkan
  • Menggunakan celana dalam berbahan menyerap keringat
  • Rutin mengganti celana dalam jika sudah tidak nyaman digunakan
  • Hindari sering menggunakna pentyliners
  • Cukupi asupan air putih
  • Sering mencukur bulu kemaluan jika sudah terlalu panjang
  • Hindari konsumsi obat kewanitaan
  • Hindari melakukan douche ms.V

Dengan melakukan berbagai cara diatas dianggap mampu meminimalisisr terjadinya keputihan.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang dapat anda konsumsi untuk mengurangi hingga mengobati keputihan secara alami dan aman dikonsumsi untuk ibu hamil.

1. Yogurt


Yoghurt menjadi makanan yang baik untuk ibu hamil, karena yoghurt mengandung bakteri baik yaitu acidophilus yang menumbuhkan bakteri sehat dalam organ tubuh dengan baik. Bakteri baik dalam yoghurt akan melawan jamur dan beberapa bakteri lain yang menyebabkan keputihan. Ibu hamil dapat mengkonsumsi yogurt organik tanpa rasa setidaknya satu hingga 2 botol setiap harinya.

2. Pisang


Selain memang baik untuk ibu hamil, pisang juga membantu pencernaan ibu hamil menjadi lebih lancar dan mendorong racun dalam tubuh keluar secara alami. Konsumsi buah pisang setiap hari untuk membantu mengatasi keputihan.

3. Jus buah Cranberry


Jus buah cranberry mengandung antibiotik yang mampu membunuh jamur tanpa menimbulkan efek samping. Jus cranberry juga baik untuk kebutuhan gizi ibu hamil sehingga ibu hamil semakin sehat. Konsumsi jus cranberry untuk mengatasi keputihan secara cepat.

4. Kunyit


Kunyit memiliki manfaat untuk membasmi kuman, melawan peradangan dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Kunyit juga dapat membantu sistem tubuh ibu hamil menjadi lebih sehat. Untuk membantu mengatasi keputihan, anda dapat merebus kunyit dengan segelas air dan konsumsi selagi hangat. Namun sebaiknya ibu hamil tidak terlalu banyak mengkonsumsi kunyit karena dapat mengganggu kesehatan janin.

5. Bawang Putih


Bawang putih memiliki kandungan senyawa alami yang mampu melawan pertumbuhan jamur tidak baik pada organ kewanitaan. Kandungan alisin pada bawang membuat aroma sulfur yang sangat kuat sehingga membuat jamur dan bakteri jahat mati. Untuk mengatasi keputihan dengan bawang putih anda hanya perlu menghancurkan bawang putih lalu campurkan dengan air dingin setelah itu endapkan terlebih dahulu lalu gunakan air endapan untuk membasuh organ intim, lakukan 2kali sehari hingga keputihan berangsur sembuh.

Untuk mencegah keputihan abnormal sangat disarankan untuk segera mengunjungi dokter kandungan SpOG dan SPKK. Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan paling tepat untuk mencegah masalah lebih serius yang dapat menyerang janin dalam kandungan .

Itulah penjelasan tentang Cara Mengatasi dan Mencegah Keputihan Saat Hamil Secara Tepat . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.