Cacar Monyet : Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Cacar Monyet

Posted on

Penyebab, Gejala, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Cacar Monyet – Cacar monyet adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus cacar monyet (MPV), yaitu sebuah virus zoonotik dan spesies dari genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Cacar monyet bisa timbul pada hewan tertentu termasuk juga manusia.

Cacar monyet paling sering ditemukan di daerah Afrika Tengah dan Afrika Barat. Penyakit cacar monyet ini umumnya memiliki gejala yang sangat mirip dengan cacar meski secara klinis gejalanya lebih ringan. Gejala cacar monyet dimulai dengan demam, sakit kepala , nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening dan rasa lelah.

Baca Juga : Cacar Air (Varisela)

Gejala cacar monyet tersebut biasanya akan muncul 5-21 hari setelah terpapar virus penyebab dan biasanya akan sembuh sekitar 2-5 minggu.

Cacar monyet merupakan penyakit menular dari orang ke orang, tapi sumber utama penyakit cacar monyet adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, tupai, dan monyet yang terinfeksi.

Kasus cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1970, yaitu di Republik Demokratik Kongo. Kemudian , pada tahun 1996-1997 wabah kedua penyakit ini terjadi lagi di Republik Demokratik Kongo.

Kasus cacar monyet pertama di luar benua Afrika ditemukan pada tahun 2003 di Amerika Serikat. Sebagian besar pasien ini diduga telah melakukan dengan anjing padang rumput peliharaan yang terinfeksi. Anjing tersebut terinfeksi oleh tikus Afrika yang diimpor ke Amerika Serikat.

Pada 8 Mei 2019, seorang lelaki berusia 38 tahun yang baru saja kembali dari Nigeria, dirawat di bangsal isolasi National Centre for Infectious Diseases Singapura. Setelah ia dikonfirmasi sebagai kasus cacar monyet pertama di negara itu, alhasilnya, 22 orang terdekatnya telah dikarantina.

Baca Juga : Mengobati Cacar Air Secara Alami

Penyebab Cacar Monyet

Penyebab penyakit cacar monyet adalah virus monkeypox atau virus cacar monyet (MPV), yang menyebar melalui percikan liur penderita, yang masuk melalui mata, mulut, hidung, atau luka pada kulit. Selain melalui percikan liur, penularan juga bisa melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian penderita. Walaupun begitu, penularan penyakit ini dari manusia ke manusia terbatas dan membutuhkan kontak yang lama.

Penularan cacar monyet awalnya terjadi dari hewan ke manusia yakni melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox, seperti monyet atau tupai. Selain karena tercakar atau tergigit, terpapar cairan tubuh hewan terinfeksi virus ini secara langsung atau melalui benda yang terkontaminasi juga bisa membuat seseorang tertular penyakit cacar monyet.

Baca Juga : Mikosis

Tanda dan Gejala Cacar Monyet

Gejala cacar monyet akan muncul 5-21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet diantaranya seperti:

  • Demam
  • Menggigil
  • Letih atau lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Pembengkakan kelenjar getah bening berupa benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Gejala awal cacar monyet bisa berlangsung selama 1-3 hari atau lebih. Setelah itu, ruam akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan dan tungkai.

Ruam yang muncul akan berkembang dari bintil berisi cairan hingga berisi nanah, lalu pecah dan berkerak kemudian akan menyebabkan borok di permukaan kulit. Ruam ini akan bertahan hingga 2-4 minggu.

Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti cacar air, yaitu muncul bintil berair, apalagi jika:

  • Bintil berubah berisikan nanah.
  • Baru berlibur dari Singapura (karena pada 9 Mei 2019, pemerintah Singapura mengumumkan ada 1 kasus penderita cacar monyet di Singapura).
  • Ada kontak dengan monyet atau tupai.

Baca Juga : Lentigo

Cara Mendiagnosis Cacar Monyet

Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan memeriksa gejala dan jenis ruam yang muncul. Dokter juga akan menanyakan riwayat berpergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet. Kemunculan ruam belum tentu menandakan cacar monyet, sehingga dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat keberadaan virus di dalam tubuh, diantaranya melalui:

  • Tes darah
  • Tes usap tenggorokan
  • Biopsi kulit (pengambilan sampel jaringan kulit untuk diperiksa dengan mikroskop)

Pengobatan Cacar Monyet

Pengobatan cacar monyet dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul. Dokter akan memberikan obat paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri dan juga meminta penderita untuk beristirahat untuk mempercepat proses penyembuhan. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi buah, sayur, gandum utuh, susu rendah lemak, dan biji-bijian sebagai asupan energi dalam melawan infeksi.

Baca Juga : Dermatitis

Penyakit cacar monyet bisa menular dari orang ke orang, meski penyebarannya terbatas, dan 1 dari 10 penderitanya berisiko meninggal dunia. Untuk itu, penderita cacar monyet ini harus dirawat di ruang isolasi untuk mendapatkan pemantauan dari dokter dan mencegah penyebaran penyakit. Hingga saat ini, belum ada pengobatan untuk cacar monyet. Cacar monyet bisa sembuh sendiri dengan perlawanan dari sistem kekebalan tubuh penderita.

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan utama cacar monyet yaitu dengan menghindari kontak langsung dengan hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai, juga orang yang sedang terinfeksi. Selain itu, beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan diantaranya yaitu:

  • Rajin cuci tangan dengan air dan sabun, atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan, menyentuh hidung atau mata, dan membersihkan luka.
  • Hindari berbagi alat makan atau menggunakan sprei yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.

Untuk mencegah penularan, dokter bisa memberikan vaksin variola, terutama bagi petugas medis yang merawat pasien cacar monyet. Selain diberi vaksinasi variola, petugas medis juga disarankan menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien.

Baca Juga : Kudis (Scabies)

Variola atau cacar merupakan penyakit yang sudah hilang sejak tahun 1980. Meski begitu variola merupakan penyakit yang berbeda dengan cacar monyet, vaksin variola terbukti cukup efektif dalam mencegah cacar monyet. Mengingat penyakitnya yang sudah dimusnahkan, ketersediaan vaksin ini juga terbatas.

Apabila memiliki hewan peliharaan yang diduga terinfeksi virus cacar monyet, segera hubungi dokter hewan dan jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan tersebut.

Baca Juga : Biduran

Komplikasi Cacar Monyet

Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meski jarang, penyakit ini tetap berisiko menimbulkan komplikasi. Bahkan kurang dari 10% penderitanya bisa mengalami komplikasi yang berakibat fatal. Komplikasi cacar monyet, diantaranya yaitu:

Demikian pembahasan tentang penyebab penyakit cacar monyet dan pengobatannya, semoga bermanfaat.