Bulimia : Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi dan Mencegah Bulimia

Posted on

Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi dan Mencegah Bulimia – Bulimia atau bulimia nervosa adalah suatu gangguan makan yang serius ditandai dengan makan berlebihan, diikuti dengan metode untuk menghindari kenaikan berat badan. Bulimia merupakan gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakannya. Bulimia adalah gangguan mental yang berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa.

Bulimia dapat dialami oleh siapa saja, terutama wanita dewasa dan remaja yang merasa tidak puas dengan berat badan atau bentuk tubuhnya. Penderita bulimia cenderung melakukan cara yang tidak sehat untuk menurunkan berat badannya seperti dengan mengeluarkan makanan secara paksa, baik dengan memuntahkannya atau menggunakan obat pencahar.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Mual

Tanda dan Gejala Bulimia

Gejala awal seseorang menderita bulimia adalah kebiasaan melakukan diet ketat dengan tidak makan sama sekali atau hanya mengkonsumsi makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit. Kondisi ini terus berlangsung hingga penderita kehilangan kendali dan mengkonsumsi makanan secara berlebihan, meski dirinya tidak merasa lapar. Kebiasaan ini muncul karena masalah emosional, seperti stres atau depresi.

Penderita akan merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri, sehingga memaksa tubuhnya untuk mengeluarkan semua makanan dengan cara tidak alami, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksa diri untuk muntah.

Baca Juga : Mual Pada Ibu Hamil

Gejala psikologis lainnya yang muncul pada bulimia diantaranya yaitu:

  • Merasa takut gemuk.
  • Selalu beranggapan negatif terhadap berat badan dan bentuk tubuhnya sendiri.
  • Kecenderungan menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Rasa percaya diri rendah dan cemas.
  • Tidak mau makan di tempat umum atau di hadapan orang lain.

Gejala fisik yang muncul pada penderita bulimia diantaranya yaitu:

  • Tubuh terasa lemah.
  • Radang tenggorokan.
  • Sakit perut atau perut kembung.
  • Pembengkakan di bagian pipi dan rahang.
  • Gigi rusak dan bau mulut.

Jika muncul gejala-gejala tersebut, maka segera periksakan ke psikiater.

Pengobatan Bulimia

Pengobatan bulimia biasanya difokuskan mengobati gangguan mental yang dialami penderita dan memperbaiki pola makan. Pengobatan bulimia melibatkan peran dari berbagai pihak seperti keluarga, psikiater, dan dokter gizi. Berikut ini beberapa metode pengobatan untuk menangani bulimia, diantaranya yaitu:

Psikoterapi

Psikoterapi atau konseling bertujuan untuk membantu penderita bulimia membangun kembali sikap dan pikiran positif terhadap makanan dan pola makan. Ada dua jenis psikoterapi yang bisa dilakukan, yaitu:

Terapi perilaku kognitif, yaitu terapi digunakan untuk membantu mengembalikan pola makan penderita, serta mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat dan pola pikir yang negatif menjadi positif.
Terapi interpersonal, yaitu terapi yang bertujuan untuk membantu pasien dalam berinteraksi dengan orang lain, serta meningkatkan kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Baca Juga : Cara Mengatasi Perut Kembung

Obat-obatan

Jenis obat yang diberikan untuk meredakan gejala bulimia, maka dokter akan memberikan fluoxetine, yaitu jenis obat antidepresan yang paling sering digunakan untuk mengobati bulimia, tapi tidak diperuntukkan bagi penderita bulimia di bawah usia 18 tahun.

Selain itu, fluoxetine bisa meredakan depresi dan gangguan cemas yang dialami penderita. Selama pengobatan dengan antidepresan, dokter akan memantau perkembangan kondisi dan reaksi tubuh penderita terhadap obat secara berkala.

Konseling gizi

Konseling gizi bertujuan untuk mengubah pola makan dan pola pikir terhadap makanan, meningkatkan asupan nutrisi dalam tubuh, serta meningkatkan berat badan secara perlahan. Apabila gejala bulimia semakin memburuk atau disertai komplikasi yang serius, maka penanganan secara khusus di rumah sakit perlu dilakukan. Pemberian konseling gizi perlu dilakukan untuk mencegah akibat fatal dari komplikasi, misalnya bunuh diri.

Pengobatan bulimia ini memerlukan waktu yang cukup lama. Dukungan dan motivasi dari keluarga, teman, dan kerabat terdekat sangat penting dalam proses penyembuhan penderita.

Baca Juga : Penyebab Perut Kembung Pada Bayi

Pencegahan Bulimia

Cara mencegah bulimia belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Tapi peran keluarga dan teman bisa membantu mengarahkan penderita bulimia ke arah perilaku yang lebih sehat. Cara yang bisa dilakukan diantaranya:

  • Meningkatkan rasa percaya diri dengan saling memberikan motivasi untuk selalu hidup sehat setiap hari.
  • Menghindari pembicaraan yang berhubungan dengan fisik atau yang memengaruhi psikologis penderita, misalnya badannya terlalu kurus atau gemuk, serta wajahnya tidak cantik.
  • Mengajak anggota keluarga untuk selalu makan bersama keluarga.
  • Melarang diet dengan cara tidak sehat, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksakan diri untuk muntah.

Baca Juga : Flu Perut

Komplikasi Bulimia

Bulimia bisa menimbulkan malnutrisi yang bisa merusak sistem organ dalam tubuh. Selain itu, bulimia bisa menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat terlalu banyak cairan yang keluar melalui muntah.

Selain itu, bulimia juga bisa memicu komplikasi yang bersifat serius dan bahkan berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat bulimia diantaranya yaitu:

  • Penyakit jantung, seperti aritmia atau gagal jantung.
  • Gagal ginjal.
  • Depresi atau gangguan kecemasan umum.
  • Penyalahgunaan NAPZA atau alkohol.
  • Muncul dorongan untuk bunuh diri.

Penderita bulimia yang sedang hamil juga berisiko tinggi mengalami komplikasi selama kehamilan, seperti keguguran, kelahiran prematur, cacat lahir pada janin, dan depresi pasca melahirkan.

Demikian pembahasan tentang penyakit bulimia, semoga bermanfaat.