Bronkopneumonia : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Bronkopneumonia

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Bronkopneumonia – Bronkopneumonia adalah radang paru yang berasal dari cabang-cabang tenggorok yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang, menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobulus paru yang berdekatan, biasanya terjadi akibat batuk rejan, campak, influenza, dan sebagainya.

Baca Juga : Bronkiektasis

Tanda dan Gejala Bronkopneumonia

Gejala utama bronkopneumonia yang umumnya terjadi diantaranya yaitu:

  • Menggigil mendadak.
  • Demam yang tinggi dengan cepat
  • Berkeringat banyak.
  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Pernapasan cepat dan dangkal disertai pernafasan cuping hidung.
  • Retraksi dinding toraks.

Selain itu dapat ditemukan suara nafas vesikuler meningkat sampai bronkial, dan bising tambahan ronki basah halus.

Baca Juga : Bronkitis

Penyebab dan Faktor Risiko Bronkopneumonia

Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh bakteri (pneumococcus, Streptococcus), virus pneumonia hipostatik, sindrom loeffler, jamur dan benda asing. Salah satu hal yang juga bisa menjadi faktor risiko terkena bronkopneumonia adalah daya tahan tubuh anak yang belum kuat.

Cara Mendiagnosis Bronkopneumonia

Diagnosis ditegakkan dari klinis dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk bronkopneumonia adalah pemeriksaan darah menunjukkan leukositosis dengan predominan polimorfonuklear atau bisa ditemukan leukopenia. Selain itu bisa ditemukan anemia ringan atau sedang.

Baca Juga : Bronkiolitis

Pemeriksaan radiologi memberi gambaran bervariasi, diantaranya yaitu:

  • Bercak konsolidasi merata para bronkopneumonia.
  • Bercak konsolidasi satu lobus pada pneumonia lobaris.
  • Gambaran pneumonia difus atau infiltrat interstisialis pada pneumonia stafilokokus.

Penanganan Bronkopneumonia

Pengobatan bronkopneumonia dilberikan diantaranya:

Antibiotika polifragmasi selama 10-15 hari :

  • Ampicillin 100 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3-4 dosis.
  • Kloramfenikol dengan dosis : <6 bulan : 25-50 mg/kgbb/hari & > 6 bulan : 50-75 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis.
  • Atau gentamisin dengan dosis 3-5 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis.

Baca Juga : Adenoiditis

Pendukung:

  • Oksigen nasal kanul 1-2 liter.
  • IVFD dextrose 10%; NaCl 0,9%=3:1, +KClL 10 mEq/500ml cairan.

Pencegahan Bronkopneumonia

Langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah brokopneumonia pada anak, seperti:

  • Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan tangan anak untuk mengurangi penularan penyakit.
  • Hindarkan anak-anak dari paparan asap rokok.
  • Jauhkan bayi atau anak dari penderita bronkopneumonia.
  • Lengkapi imunisasi anak agar terlindungi dari bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi bronkopneumonia.

Baca Juga : Atelektasis

Komplikasi Bronkopneumonia

Umumnya, komplikasi bronkopneumonia lebih sering terjadi pada anak-anak, orang dewasa yang lebih tua (usia 65 tahun atau lebih), dan orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes. Beberapa komplikasi bronkopneumonia yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Infeksi darah. Kondisi ini terjadi akibat adanya bakteri yang masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi ke organ-organ lain. Infeksi darah atau sepsis berpotensi menyebabkan terjadinya kegagalan organ.
  • Abses paru-paru. Kondisi ini terjadi ketika nanah terbentuk di dalam rongga paru-paru, biasanya kondisi ini dapat ditangani dengan antibiotik. Akan tetapi, terkadang juga memerlukan prosedur pembedahan untuk membuangnya.
  • Efusi pleura. Ini merupakan kondisi di mana cairan memenuhi ruang di sekitar paru-paru dan rongga dada. Cairan yang terinfeksi biasanya dikeringkan menggunakan jarum atau tabung tipis. Dalam beberapa kasus, efusi pleura yang serius memerlukan prosedur operasi untuk membantu mengeluarkan cairan.

Baca Juga : Edema Paru

  • Gagal napas. Kondisi akibat kerusakan berat pada paru-paru sehingga tubuh tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen karena terganggunya fungsi pernapasan.

Demikian pembahasan tentang penyakit bronkopneumonia, gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, cara mengobati, cara mencegah dan komplikasi bronkopneumonia. Semoga bermanfaat.