Bronkiektasis : Penyebab, Gejala, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Bronkiektasis

Posted on

Penyebab, Gejala, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Bronkiektasis – Bronkiektasis adalah kondisi ketika saluran udara paru-paru rusak sehingga sulit membersihkan lendir. Bronkiektasis merupakan kondisi ketika cabang bronkus dari paru-paru rusak secara permanen, melebar, dan dindingnya ikut menebal. Kondisi kerusakan ini menyebabkan bakteri dan lendir berkumpul di paru-paru, sehingga menyebabkan sumbatan pada paru-paru yang membuat udara sulit masuk melalui paru-paru.

Baca Juga : Bronkitis

Bronkiektasis bisa terjadi akibat infeksi atau kondisi medis, seperti pneumonia atau fibrosis kistik. Lendir menumpuk dan melahirkan bakteri, menyebabkan seringnya infeksi. Gejala kondisi ini diantaranya batuk harian yang terjadi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan produksi dahak dalam jumlah besar setiap harinya.

Penanganan bronkiektasis mungkin termasuk pengobatan dan terapi fisik, seperti antibiotik dan obat-obatan untuk membantu melonggarkan lendir.

Penyebab Bronkiektasis

Cedera pada paru-paru berbentuk dapat menyebabkan bronkiektasis. Bronkiektasis dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori fibrosis kistik, yang disebabkan oleh kelainan genetik dan kategori non-fibrosis kistik, yang disebabkan oleh berbagai keadaan diantaranya yaitu:

Baca Juga : Bronkiolitis

  • Fungsi sistem imun yang abnormal.
  • Penyakit inflamasi pada usus (inflammatory bowel disease).
  • Penyakit autoimun.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Defisiensi alfa 1-antitripsin.
  • HIV.
  • Alergi.
  • Infeksi paru-paru, seperti karena pertusis atau tuberkulosis.

Tanda dan Gejala Bronkiektasis

Gejala bronkiektasis bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan atau tahunan untuk bisa berkembang. Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita bronkiektasis yaitu:

Baca Juga : Adenoiditis

  • Batuk kronik harian.
  • Batuk berdarah.
  • Suara mengi ketika bernapas.
  • Napas pendek dan cepat.
  • Nyeri pada daerah dada.
  • Batuk dengan mengeluarkan dahak yang sangat kental setiap hari.
    Penurunan berat badan.
  • Kelelahan.
  • Perubahan struktur pada jari dan kuku menjadi lebih cembung (clubbing finger).
  • Infeksi saluran pernapasan berulang.

Faktor Risiko Bronkiektasis

Seseorang dengan kerusakan pada paru-paru atau dalam keadaan infeksi saluran pernapasan merupakan kondisi yang meningkatkan risiko bronkiektasis. Beberapa keadaan lain yang meningkatkan risiko bronkiektasis, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Atelektasis

  • Penyakit fibrosis kistik sebelumnya.
  • Penyakit defisiensi sistem imun.
  • Alergi terhadap jamur aspergillus, atau aspergillosis.
  • Kelainan yang menyebabkan gangguan pada fungsi silia. Silia adalah struktur rambut tipis yang ada di saluran pernapasan, berfungsi untuk menghilangkan lendir dan mukus pada saluran pernapasan.

Diagnosis Bronkiektasis

Dokter dengan seksama mendengarkan kelainan pada suara paru-paru. Jika didapati sumbatan aliran udara pada paru-paru, dokter mengusulkan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, diantaranya yaitu:

  • Uji dahak, tujuannya untuk melakukan identifikasi bakteri apa yang menginfeksi.
  • Foto rontgen dada, tujuannya untuk melihat kelainan struktur dari paru-paru dan bronkus.
  • Uji fungsi paru dengan menggunakan spirometri, tujuannya untuk melihat apakah bronkiektasis telah mengubah atau menurunkan fungsi paru.
  • Tes cepat molekuler, tujuannya untuk melihat adanya kemungkinan penyebab kuman tuberkulosis.

Baca Juga : Edema Paru

Pengobatan Bronkiektasis

Pada bagian cabang bronkus dari paru-paru yang melebar, tidak bisa dikembalikan menjadi normal lagi. Artinya keadaan bronkiektasis tidak bisa disembuhkan. Tujuan utama pengobatan bronkiektasis yaitu menghilangkan infeksi dan menekan produksi lendir atau dahak.

Dari hal tersebut, bisa juga dicegah risiko mengalami sesak napas. Beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengobati bronkiektasis, diantaranya yaitu:

  • Fisioterapi, cara ini dilakukan dengan latihan pernapasan dan fisioterapi dada, ini dapat melegakan dada dari lendir dan dahak.
  • Antibiotik, tujuannya untuk menghindari dan mengobati infeksi yang terjadi pada bronkiektasis.
  • Bronkodilator, seperti albuterol dan ipratropium bromida, tujuannya untuk melegakan dari jalan napas dari lendir dan dahak.
  • Obat ekspektoran, tujuannya untuk mengeluarkan mukus dan dahak dari dada.
  • Terapi oksigen.
  • Vaksin, tujuannya untuk menghindari infeksi saluran pernapasan lain.

Baca Juga : Kanker Paru-Paru

Pencegahan Bronkiektasis

Pencegahan bronkiektasis bisa dilakukan dengan cara menghindari merokok, polusi udara, asap rumah tangga (asap dapur) dan berbagai zat hirup kimia lainnya dapat mencegah terjadinya bronkiektasis dan menjaga saluran pernapasan tetap sehat.

Vaksin terhadap virus flu, pertusis, dan campak bisa bermanfaat untuk mencegah bronkiektasis, karena beberapa keadaan ini sering dihubungkan dengan kejadian bronkiektasis.

Baca Juga : Abses Paru

Komplikasi Bronkiektasis

Komplikasi jarang terjadi, tapi kondisi serius terjadi pada bronkiektasis adalah batuk darah dengan jumlah yang sangat banyak (hemoptoe). Hal ini terjadi ketika salah satu pembuluh darah di dekat paru-paru atau cabang bronkus mengalami kerusakan atau pecah saat batuk.

Demikian pembahasan tentang penyakit bronkiektasis , gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, cara mengobati, cara mencegah dan komplikasi bronkiektasis . Semoga bermanfaat