Bahaya Mana Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau Untuk Kesehatan, Ketahui disini

Posted on

Bahaya Mana Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau Untuk Kesehatan – Merokok adalah kebiasaan yang banyak sekali dilakukan oleh sebagian orang tak terkecuali pada orang Indonesia yang sulit untuk ditinggalkan. Meskipun telah mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, namun kebiasaan tersebut masih sulit untuk ditinggalkan.

Jenis rokok tembakau adalah jenis rokok yang paling banyak digunakan oleh sebagian orang di Indonesia dan sulit untuk ditinggalkan. Hingga munculnya jenis rokok elektrik yang dinilai bisa dijadikan alternatif untuk berhenti merokok karena dinilai lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Benarkah demikian? simak penjelasan berikut:

Perbandingan Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

  • Rokok tembakau mengeluarkan asap hasil pembakaran tembakau
    Rkok elektrik menghasilkan uap dari cairan perasa buah, dan nikotin yang dipanaskan.
  • Rokok tembakau dapat menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin
    Rokok elektrik menyebabkan gangguan tenggorokan hidung dan pernapasan.
  • Rokok tembakau mengandung nikotin, tar, arsenic, karbon monoksida, ammonia dan berbagai bahan kimia lainnya
    Rokok elektrik mengandung nikotin, gliserol sayuran, propylene glycol, pemanis buatan, dan macam-macam rasa buah.
  • Rokok tembakau meninggalkan sampah seperti abu rokok dan batang rokok.
    Rokok eletrik tidak meninggalkan sampah.
  • Rokok tembakau meninggalkan bau dan tidak larut dalam cairan.
    Rokok elektrik meninggalkan uap yang larut dalam cairan dan bau dari perasa buah.
  • Rokok tembakau dijual dengan harga sekitar 20’an ribu.
    Rokok eletrik dijual dengan harga ratusan ribu hingga 2 juta, belum dengan liquid yang digunakan.
  • Rokok tembakau memiliki peraturan khusus dalam Peraturan Pemerintah no. 109
    Rokok eletrik belum ada peraturan khusus mengenai peredaran vape di Indonesia.

Bahan Kimia yang ada pada Rokok Tembakau

Banyak ahli mengatakan bahwa bahaya rokok berada di asapnya, dalam asap rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa yang berbeda. Dari banyaknya senyawa tersebut, sebagian besarnya berbahaya bagi kesehatan dan dapat merusak sel tubuh yang diantaranya bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Inilah senyawa kimia dalam rokok yang sebagian besar berbahaya bagi kesehatan, antara lain:

  • Asetaldehid – bahan kimia ini digunakan dalam resin dan perekat.
  • Aseton – bahan kimia ini digunakan dalam pelarut. Ini mengganggu mata, hidung dan tenggorokan, namun dalam jangka panjang dapat merusak hati dan jantung.
  • Acrolein – biasa digunakan dalam herbisida dan resin poliester. Ini dapat mengganggu mata dan saluran pernapasan bagian atas.
  • Akrilonitril – dikenal sebagai vynil sianida. Ini digunakan dalam resin sintetis, karet dan plastik.
  • Aminonaphthalene – bahan pembunuh gulma. Ini adalah karsinogen yang dikenal.
  • Aminonaphthalene – zat ini menyebabkan kanker kandung kemih. Ini dilarang dalam penggunaan industri.
  • Amonia – diketahui menyebabkan asma dan meningkatkan tekanan darah.
  • Benzene – yang digunakan dalam bensin, menyebabkan beberapa jenis kanker, termasuk leukemia.
  • Benzo [a] pyrene – bahan kimia ini ditemukan di ter batubara tar dan creosote. Ini meyebabkan kanker paru-paru dan kulit.
  • Butadiena – digunakan dalam produk lateks, karet dan neoprene.
  • Butyraldehyde – zat kimia ini mempengaruhi lapisan paru-paru dan hidung.
  • Kadmium – karsinogen yang dikenal. Ini merusak otak, ginjal dan hati. Kadmium digunakan pada lapisan logam non korosif, baterai penyimpanan, pigmen, dan bantalan.
  • Catechol – ini meningkatkan tekanan darah dan mengganggu saluran pernapasan bagian atas.
  • Kromium – diketahui menyebabkan kanker paru-paru.
  • Cresol – inhalasi akut dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan, nasal dan bagian atas.
  • Crotonaldehyde – agen peringatan di gas bahan bakar. Hal ini juga dapat menyebabkan perubahan kromosom.
  • Formaldehida – bagian dari resin yang digunakan dalam isolasi busa, kayu lapis, papan serat dan papan partikel. Hal itu bisa menyebabkan kanker hidung, sekaligus merusak sistem pencernaan, kulit dan paru-paru.
  • Hidrogen Sianida – beberapa negara menggunakan bahan kimia ini di kamar gas mereka untuk eksekusi. Ini digunakan dalam produksi plastik akrilik dan resin, dan juga bisa menjadi fumigan.
  • Hydroquinone – memiliki efek yang merugikan pada sistem saraf pusat.
  • Isoprena – Ini menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan mukosa.
  • Lead-lead – merusak saraf di otak, serta ginjal dan sistem reproduksi manusia.
  • Metil Etil Keton (MEK) – menekan sistem saraf manusia, mengganggu mata, hidung dan tenggorokan. MEK digunakan dalam pelarut.
  • Nikel – karsinogen yang diketahui, nikel juga menyebabkan asma bronkial dan iritasi saluran pernapasan bagian atas.
  • Nitric Oxide – ini adalah kontributor utama kabut asap dan hujan asam. Ini sangat berisiko terhadap kanker paru-paru.
  • Phenol – zat beracun ini sangat berbahaya bagi SSP (sistem saraf pusat), sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, ginjal dan hati.
  • Propencedehyde – mengganggu sistem pernapasan, kulit dan mata.
  • Pyridine – mengiritasi mata dan saluran pernapasan bagian atas.
  • Quinoline – digunakan untuk menghentikan korosi dan juga sebagai pelarut

Bahan Kimia yang ada pada Rokok Eletrik

Dibandingkan dengan rokok tembakau, rokok elektrik memiliki bahan yang lebih sedikit. Untuk mengetahui apakah rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau, berikut ini adalah bahan-bahan yang terkandung dalam rokok eletrik, antara lain:

  • Nikotin – nikotin menyebabkan kecanduan yang jika kebiasaan menghisap rokok elektirk dihentikan, pengguna bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Selain itu, nikotin memang tidak baik untuk kesehatan paru-paru seperti menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan kanker paru-paru.
  • Propilen Gilikon – Propilen Gilikon sebenarnya tidak berbahaya ketika di konsumsi, karena kandungan ini banyak ditemukan pada jenis makanan seperti popcorn, eskrim, salad dan lainnya. Yang berbahaya dari Propilen Gilikon adalah menyebabkan uap yang dapat menyebabkan iritasii, dna jika dikonsumsi oleh penderita asma menjadi lebih parah.
  • Gliserin – Gliserin berbentuk cairan kental dan bening dengan rasa manis. Meskipun aman dikonsumsi, belum ada penelitian lebih lanjut apakah ada efek negatif jika dikonsumsi secara berlebihan.
  • Perisa – Pada rokok elektrik ada beragam rasa yang membuat uap harum ketika dihembuskan. Namun dibalik prisa tersebut ada zat berbahaya yaitu diasetil. Jika zat tersebut terhirup dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Zat kimia lanjutnya – Zat kimia lainnya yang terdapat pada rokok eletrik diantaranya seprti ormalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal dan merkuri dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan.

Lalu Lebih Aman Mana?

Menurut dr.Nauki Kunugita seorang penelitian dari National Institute of Public Health di Jepang menyatakan dalam rokok eletrik ditemukan ada 10kali tingkat karsinogen dibandingkan dengan satu batang rokok tembakau.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa larutan nikotin pada rokok eletrik memiliki komposisi berbeda dan secara umum ada 4 jenis campuran yang jenisnya mengandung nikotin dan propikel glikol.

Sedangkan menurut CNN Indonesia menyatakan bahaya rokok elektrik dapat menyebabkan keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian anak. Selain itu, uap rokok eletrik dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Rokok eletrik juga berbahaya bagi penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut.

Dengan adanya penjelasan diatas, belum terdapat bukti rokok eletrik lebih aman dibandingkan dengan rokok tembakau. Bahkan, rokok elektrik dapat mendorong budaya meroko pada anak-anak. Seperti yang dilansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

Itulah penjelasan tentang Bahaya Mana Rokok Elektrik atau Rokok Tembakau Untuk Kesehatan . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.