Bahaya dan Resiko Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Kesehatan Ibu dan Janin Yang Penting di Ketahui

Posted on

Bahaya Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Kesehatan Ibu dan Janin – Saat ini fenomena hamil usia muda banyak sekali di temukan di Indonesia. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari BKKBN pada tahin 2016 berdasarkan data survei rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), angka kehamilan dan kelahiran pada usia remaja 10-19 tahun mencapai 48,5 juta kasus di Indonesia. Sedangkan berdasarkan survei Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi tahun 2013 yang dikutip Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan bahwa tiap tahun ada sekitar 2,1-2,4 juta perempuan yang melakukan aborsi. Sebanyak 30 persen di antaranya adalah remaja.

Pada pernyataan tersebut, kita dapat mengetahui jika banyak sekali kasus kehamilan yang terjadi pada usia remaja. Padahal, kehamilan pada usia muda memiliki resiko yang cukup tinggi bagi kesehatan ibu maupun janin.

Secara medis, salah satu penyebab ganguan pada saat kehamilan dan kelahiran adalah faktor usia ibu berusia muda atau remaja dibawah 20 tahun. Kehamilan pada usia muda memiliki dampak yang kurang baik dan cenderung berbahaya baik bagi ibu maupun janin.

Pada keadaan normal, kehamilan berlangsung selama 9 bulan lebih 10 hari, kira-kira sekitar 37-40 minggu. Tepat atau tidaknya masa kehamilan berujung pada proses kelahiran yang tergantung dari banyak faktor. Kelahiran bayi sebelum waktunya disebut dengan kelahiran prematur, yaitu kondisi bayi lahir sebelum masa normal. Sedangkan postmature adalah kondisi bayi yang tak kunjung lahir setelah lebih dari 9 bulan. Kedua kondisi tersebut akan berdampak pada kehidupan bayi untuk masadepan. Ada banyak faktor yang menyebabkan kelahiran permatur dan postmature, antara lain:

  • Usia ibu hamil masih muda
  • Asupan gizi ibu hamil
  • Makanan sehat untuk ibu hamil bagi janin
  • Kondisi rahim ibu hamil
  • Adanya cacat pada perkembangan janin
  • Dan faktor penyebab lainnya.

Faktor tertinggi terjadinya kelahiran premature dan postmature tersebut adalah usia ibu hamil yang masih muda. Selain menyebabkan masalah pada janin, kehamilan pada usia ibu muda juda memiliki dampak lain bagi kesehatan, antara lain:

Bahaya dan Resiko Kehamilan Pada Usia Remaja

1. Menyebabkan Hipertensi
Secara medis, organ reproduksi wanita dengan usia dibawah 20 tahun belum siap untuk berhubungan seks dan belum matang untuk mengalami kehamilan. Hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi pada masa kehamilan, yang jika tidak terdeteksi sejak awal, hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan kejang-kejang, pendarahan hingga kematian pada ibu dan janin.

2. Menyebabkan Cacat Lahir
Kehamilan pada usia muda juga dapat menyebabkan cacat fisik bagi bayi. Hal ini disebabkan ibu usia dibawah 20 tahun, masih memiliki kondisi sel telurnya masih belum sempurna. Sehingga ketika dibuahi terjadi proses fertilisasi yang berdampak pada cacat fisik pada bayi.

3. Meningkatkan Resiko Kanker Serviks
Kehamilan pada usia muda juga berisiko menyebabkan kanker serviks, karena semakin muda usia wanita saat pertama kali berhubungan seks, maka semakin besar resiko daerah reproduksi terkontaminasi virus yang dapat menyebabkan kanker serviks.

4. Menyebabkan Anemia
Bahaya kehamilan pada usia muda lainnya adalah dapat menyebabkan anemia terutama pada saat kelahiran. Hal tersebut disebabkan karena kondisi tubuh masih terlalu kecil sehingga menyebabkan pendarahan. Selain itu, dikhawatirkan ibu akan melahirkan pun dapat mengalami kemungkinan tidak kuat untuk menahan, sehingga menyebab ibu kekurangan darah dan menimbulkan ganggan anemia.

5. Meningkatkan Resiko Bayi Prematur
Kehamilan pada usia muda juga dapat menyebabkan meningkatnya kelahiran bayi prematur. Kelahiran prematur adalah kondisi dimana janin lahir sebelum usia 9 bulan atau dibawah usia 37 minggu. Kelahiran premature akan berdampak pada melemahnya kehidupan bayi kedepan, hal ini disebabkan kondisi tubuh merekan cenderung lebih lemah dan mudah mengalami sakit.

6. Meningkatkan Resiko Keguguran
Bahaya selanjutnya pada kehamilan usia muda adalah dapat meningkatkan resiko keguguran atau abortus. Hal ini disebabkan karena kondisi rahim yang masih muda dan belum siap dengan kehamilan sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi tidak normal. Masalah tersebut dapat berefek pada kemungkinan mengalami pendarahan yang hebat yang akhirnya menyebabkan keguguran.

7. Meningkatkan Kecemasan dan Depresi
Selain berdampak pada kesehatan dan janin, kehamilan pada usia muda juga berdampak pada pkisis sang ibu. Kehamilan usia muda dapat menyebabkan depresi dan meningkatkan kecemasan. Kehamilan pasa usia muda seperti pada usia 20 tahun kebawah, kebanyakan kasus mereka belum memiliki kehidupan yang mapan dari segi ekonomi dan segi psikologis. Mereka cenderung masih ingi bermain-main karena belum matang dari segi mental. Hal tersebutlah yang kemudian akan menjadi sebuah beban bagi mereka sehingga muncul kecemasan hingga berlanjut pada depresi hingga stress.

8. Menyebabkan Keracunan Kehamilan
Kehamilan pada usia muda juga menyebabkan keracunan pada kehamilan yang disebabkan karena kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.

Dengan banyaknya resiko yang terjadi akibat kehamilan usia dini, hal ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa cara pencegahan baik dari faktor internal maupun faktor internal.

Itulah penjelasan tentang Bahaya dan Resiko Kehamilan Pada Usia Remaja Bagi Kesehatan Ibu dan Janin. Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.