Bahaya Bulu Kucing Untuk Kesehatan, Anak dan Ibu Hamil Perlu Diketahui

Posted on

Bahaya Bulu Kucing Untuk Kesehatan – Kucing adalah salah satu jenis hewan peliharaan favorit bagi banyak orang. Banyak orang beranggapan bahwa kucing adalah hewan yang menggemaskan dengan bulu lembut dan tingkahnya yang menggemaskan. Namun tahukah anda jika kucing juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Bulu dan air liur kucing disebut-sebut menjadi sarana utama penyebar virus dan bakteri yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Meskipun sebagian dari kita yang mengetahui bahaya bulu dan virus pada kucing, masih banyak dari kita yang tetap memelihara kucing bahkan beberapa orang tua juga mengenalkan kucing sebagai hewan pelihataan pertama bagi anaknya. Banyak orang tua beranggapan bahwa memelihara kucing dapat mengajarkan anak tentang rasa empati, kasih sayang, tanggung jawan dan sebagai teman bermain dirumah. Hal tersebut adalah beberapa manfaat baik yang didapatkan dengan memelihara kucing.

Selain manfaat baiknya, ada berbagai mitos dan fakta yang beragam mengenai pengaruh bulu kucing terhadap kesehatan. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa kucing memicu datangnya penyakit serius, ada pula yang beranggapan bahwa kucing mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Untuk mengetahui mitos dan fakta apakan kucing dapat berbahaya bagi kesehatan, simak penjelasan berikut ini:

Bahaya Bulu Kucing Untuk Kesehatan

1. Toxoplasma

Bahaya bulu kucing yang ditakuti oelh ibu hamil adalah menyebabkan tokso. Tokso adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ada didalam usus kucing dan dapat menular ke manusia melalui bulu kcuing serta kotoran kucing. Parasit yang dibawah oleh kucing melalui kotoran dikenal dengan Toxoplasma gondii, yang menjadi penyebab toksoplasma.

Jika ibu hamil terpapar oleh jenis parasit ini, akan menyebabkan janin dalam kandungan terancam cacat lahir, hidrosephalus (penumpukan cairan di otak), sampai peradangan hati.

Selain dari kotoran dan bulu kucing, parasit Toxoplasma gondii juga berasal dari wadah makanan kucing. Ini berasal dari bakteri air liur yang menempel bertahan hidup dengan memakan remah-remah makanan yang tersisa.

Agar terhindar dari penyakit tokso, biasanya dokter akan menyarankan untuk memandikan kucing dua minggu sekali, ditambah dengan memberikan vitamin dan vaksin untuk tetap menjaga kesehatannya.

2. Menyebabkan Alergi Kulit

Bulu kucing juga menyebabkan alergi pada kulit. Jenis alergi kulit yang kerap ditimbulkan akibat paparan bulu kucing yaitu ringworm atau lebih dikenal sebagai kurap dan cat scratch disease, atau alergi cakar kucing.

Alergi ringworm awalnya berupa bintil-bintil berair lalu menimbulkan rasa gatal, hingga membesar dan kulit menjadi bersisik. Sedangkan alergi cat scratch disease muncul dengan adanya benjolan kecil akibat cakar kucing dalam jangka kurang lebih dari 10 hari yang diikuti dengan demam, mual, muntah hingga radang.

Untuk mencegah dan mengantisipasinya, anda harus rajin memandikan kucing dan selalu memastikan kebersihan kucing serta kandang dan makannya.

3. Menyebabkan Asma

Bahya bulu kucing selanjutnya yaitu dapat menyebabkan penyakit asma baik pada ibu hamil maupun anak-anak. Bulu kucing memiliki resiko 20 hingga 30 persen menyebabkan asma ringan hingga kronis. Untuk itu, sebagai pecinta kucing kita harus memperhatikan kucing kita jangan sampai merugikan salah satu anggota keluarga kita.

4. Menyebabkan Infeksi

Biasnya gejala infeksi akibat bulu kucing tidak terlihat secara kasat mata, namun jika gejala diabaikan, akan timbul penyakit berbahaya bagi tubuh. Gejala infeksi contohnya seperti hidrosefalus (menyerang organ otak), demam, jaundice, memar, pendarahan bawah kulit, dan pembesaran hati.

5. Menyebabkan Keguguran hinggan Bayi cacat lahir

Penyebab paling berbahaya dari bulu kucing selanjutnya yaitu dapat menyebabkan keguguran hingga cacat lahir. Sebaiknya pada masa kehamilan hindari bermain dengan kucing demi kebaikan anda dan calon anak anda. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tubuh terkena paparan parasit dan virus yang membahayakan anda.

Cara Mencegah Bulu Kucing

Agar terhindari dari bahaya paparan bulu kucing seperti diatas, anda dapat melakukan pencegahaan untuk mengurangi resiko paparan parasit dan bulu kucing dengan selalu menjaga kebersihan rumah, atau bila perlua anda juga disarankan untuk memasang filter udara.

Selain itu, pada saat membersihkan kucing seperti memandikan, membersihkan kandang dan kotoran, upayakan selalu menggunakan masker. Mandikan kucing dua minggu sekali, selalu bersihkan wadah makanan dan minuman kucing secara rutin. Jangan biarkan kucing tidur di kasur untuk mencegah bulu rontok ke kasur.

Itulah penjelasan tentang Bahaya Bulu Kucing Untuk Kesehatan, Anak dan Ibu Hamil  . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.