Abses Perianal : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Abses Perianal

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Abses Perianal – Abses perianal adalah adanya kumpulan nanah di dekat anus, biasanya disebabkan karena adanya infeksi bakteri di kelenjar kriptoglobular anus. Abses perianal merupakan jenis abses paling sering dari abses anus.

Adanya infeksi bakteri dapat menyebabkan nanah karena saat bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melawannya dengan sel-sel darah putih di area yang terinfeksi. Ketika sel-sel darah putih menyerang bakteri tersebut, beberapa jaringan di sekitarnya ikut mati dan membentuk semacam lubang yang kemudian terisi oleh nanah. Nanah tersebut berisi gabungan dari jaringan yang mati, sel darah merah, dan bakteri.

Baca Juga : Abses Peritonsil

Tanda dan Gejala Abses Perianal

Gejala umum abses perianal, diantaranya:

  • Benjolan atau pembengkakan yang nyeri di dekat atau sekitar anus.
  • Pembengkakannya akan tampak merah dan hangat saat diraba.
  • Nyeri pada abses perianal biasanya terjadi terus-menerus.
  • Mengeluarkan nanah dan darah jika abses pecah.

Selain benjolan atau pembengkakan, abses perianal juga bisa menyebabkan beberapa gejala lain, seperti:

Baca Juga : Abses Hati

Penyebab Abses Perianal

Sebagian besar abses anus disebabkan oleh sumbatan dan infeksi pada kelenjar-kelenjar di anus. Selain itu, beberapa penyebab lain dari abses perianal adalah penyakit peradangan usus (misalnya, penyakit crohn), trauma, atau pun keganasan.

Faktor Risiko Abses Perianal

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya abses perianal, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Abses Paru

  • Laki-laki.
  • Usia lebih dari 40 tahun.
  • Merokok.
  • Memiliki riwayat penyakit peradangan usus, HIV, trauma, ataupun keganasan.

Cara Mendiagnosis Abses Perianal

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menguatkan diagnosis abses perianal adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa benjolan atau pembengkakan dengan pemeriksaan perabaan pada daerah anus dan sekitarnya untuk memastikan adanya masa yang dicurigai berisi nanah, serta melihat warna dan keterlibatan jaringan sekitarnya.

Baca Juga : Abses Otak

Pada kasus di mana tanda masa berisi nanah tidak ditemukan, tapi terdapat keluhan nyeri pada daerah sekitar anus, maka pemeriksaan pencitraan bisa dilakukan, seperti Computed Tomography (CT) Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), ataupun ultrasonografi (USG) anorektal. Selain itu, pemeriksaan laboratorium kemungkinan akan menunjukkan jumlah sel darah putih yang meningkat sebagai tanda adanya peradangan.

Pengobatan Abses Perianal

Adanya abses perianal menunjukkan adanya indikasi yang kuat untuk dilakukan insisi dan drainase. Dokter akan membuka benjolan atau pembengkakan dengan alat yang steril di klinik atau rumah sakit dengan menggunakan obat bius lokal dan mengeluarkan nanah hingga bersih. Pada beberapa kasus, abses perianal yang luas perlu dilakukan terapi di ruang operasi dengan bius umum. Setelah itu, kemungkinan antibiotik akan diberikan dan harus digunakan sesuai dengan aturan juga petunjuk dokter.

Baca Juga : Abses Payudara

Biasanya efek samping dilakukan pembedahan tersebut terjadi apabila kurang menjaga higienis atau kebersihan dalam penyembuhan luka setelah operasi. Kemungkinan yang bisa terjadi, diantaranya infeksi, perdarahan, atau pun jahitan yang lepas. Efek samping terapi antibiotik bisa berbeda-beda tergantung jenis antibiotik yang diberikan.

Pencegahan Abses Perianal

Sampai saat ini belum ada metode pencegahan khusus agar terhindar dari penyakit abses perianal. Tapi, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya abses perianal, diantaranya yaitu:

Baca Juga : Absestosis

  • Menghindari penyakit infeksi menular seksual terutama yang melibatkan anus.
  • Apabila mengalami infeksi, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan terapi yang sesuai.
  • Selalu menjaga kebersihan wilayah anus.

Komplikasi Abses Perianal

Komplikasi yang paling sering terjadi pada kasus abses perianal adalah terjadinya fistula perirektal. Fistula perirektal adalah terbentuknya semacam saluran antara kulit dan anus. Apabila terjadi fistula perianal, bakteri di saluran pencernaan (usus) bisa terperangkap di dalam saluran ini dan menyebabkan infeksi berulang. Fistula perirektal bisa diterapi dengan metode pembedahan yang disebut fistulektomi, ini bertujuan untuk menghilangkan keberadaan saluran/fistula tersebut.

Baca Juga : Abses Gigi

Demikian pembahasan tentang penyakit abses perianal, gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, cara mengobati, mencegah dan komplikasi abses perianal. Semoga bermanfaat.