Abses Hati : Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Abses Hati

Posted on

Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Cara Mengobati dan Mencegah Penyakit Abses Hati – Abses hati adalah kumpulan nanah di dalam kantung-kantung yang berada di dalam parenkim (jaringan) hati. Penyakit abses hati paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi bisa juga disebabkan oleh jamur atau parasit. Abses hati adalah penyakit lubang-lubang kecil pada hati yang penuh nanah karena infeksi. Lebih singkatnya, abses hati adalah hati bernanah.

Baca Juga : Abses Paru

Entamoeba hystolytica adalah penyebab utama abses ameba pada hepar dan disentri ameba. Abses pada hepar dapat bersifat tunggal maupun multiple, abses yang bersifat multiple biasanya ditemukan dalam ukuran yang lebih kecil. Ameba dapat berasal dari gastroinstetial melalui vena porta.

Abses hati merupakan penyakit yang banyak terjadi pada bayi bersamaan dengan penyakit lainnya, seperti sepsis, infeksi vena umbilikalis, atau kanulasi pembuluh darah. Selain pada bayi, penyakit abses hati ini juga bisa ditemukan pada penderita imunosupresis.

Tanda dan Gejala Abses Hati

Gejala umum abses hati diantaranya yaitu:

Baca Juga : Abses Otak

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Nyeri pada perut kanan atas.
  • Tidak nafsu makan.
  • Lemas.
  • Batuk atau cegukan (akibat iritasi diafragma).
  • Berat badan menurun.
  • Anemia.

Penyebab Abses Hati

Ada 3 (tiga) penyebab utama abses hati, yaitu abses piogenik, amebik, dan abses fungal. Abses piogenik merupakan penyebab paling sering dari abses hati. Sumber bakteri terutama berasal dari kondisi peradangan di tempat lain, seperti penyakit pada saluran empedu (paling sering), apendisitis/peradangan usus buntu (pada kurang dari 10% kasus). Sedangkan Abses amebik, biasanya disebabkan oleh Entamoeba Histolytica, merupakan penyebab dari 10 persen kasus. Abses fungal paling sering disebabkan oleh spesies candida, dan merupakan penyebab kurang dari 10% kasus abses hati.

Baca Juga : Abses Payudara

Faktor Risiko Abses Hati

Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko terkena abses hati, di antaranya:

  • Mengidap diabetes melitus.
  • Mengidap sirosis atau pengerasan hati.
  • Kondisi daya tahan tubuh yang rendah (immunocompromise).
  • Menggunakan obat-obatan untuk gangguan lambung.
  • Peningkatan usia, dimulai dari usia 60-an tahun.
  • Abses hati pada bayi terkait dengan tindakan kateterisasi vena umbilikus dan sepsis.
  • Berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga : Abses Gigi

Cara Mendiagnosis Abses Hati

Untuk dapat mendiagnosis abses hati, dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan pengidap. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik untuk membedakan gejala abses hati dengan kemungkinan lain, seperti gastritis akut, pneumonia bakterial penyakit empedu, peradangan batu empedu, keganasan, kista, ataupun efusi pleura.

Untuk memastikan diagnosis, kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati, kultur darah, dan kultur cairan abses. Selain itu, dapat juga dilakukan pemeriksaan pencitraan dengan rontgen, USG, CT Scan, aspirasi jarum perkutan, atau drainase kateter perkutan.

Baca Juga : Gagal Hati

Pengobatan Abses Hati

Pengobatan pada abses hati terbagi menjadi dua, yaitu dengan obat-obatan dan pembedahan. Terapi abses hati tidak dianjurkan hanya dengan pengobatan antibiotik, tetapi juga memerlukan tindakan drainase (pengeluaran cairan abses), dengan cara perkutan ataupun pembedahan. Akan tetapi, pada kasus-kasus dimana kondisi pengidap tidak memungkinkan untuk dilakukan pembedahan, misalnya pada kondisi tidak stabil atau kegagalan multiorgan, terapi antibiotik saja dapat diberikan terlebih dahulu.

Baca Juga : Kanker Hati

Efek samping pengobatan dengan antibiotika yang mungkin dapat terjadi, diantaranya reaksi alergi. Efek samping lainnya tergantung pada jenis antibiotika yang diberikan. Biasanya dokter akan menanyakan terlebih dahulu apakah ada riwayat alergi pada obat-obatan. Bila terjadi gangguan medis setelah mengonsumsi antibiotik, maka segera konsultasikan kepada dokter.

Pencegahan Abses Hati

Karena penyebab utama abses hati adalah infeksi atau peradangan dari tempat lain, maka pencegahan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Menjaga kebersihan.
  • Pola makan dan hidup yang teratur, agar daya tahan tubuh selalu terjaga.
  • Jika mengidap suatu penyakit, segera diterapi dengan berkonsultasi langsung dengan dokter dan diterapi hingga benar-benar sembuh.
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu.

Baca Juga : Absestosis

Komplikasi Abses Hati

Komplikasi yang dapat terjadi pada abses hati diantaranya yaitu:

  • Sepsis.
  • Empiema, yaitu terkumpulnya nanah di ruang antara paru-paru dan dinding dada.
  • Ruptur abses, yatu pecahnya kantong nanah.
  • Endoftalmitis (pada abses yang disebabkan oleh klebsiella pneumoniae).

Abses hati, terutama yang disebabkan oleh bakteri, memiliki risiko yang tinggi untuk berakibat fatal jika tidak di terapi dengan segera dan tepat.

Demikian artikel pembahasan tentang penyakit abses hati, gejala, penyebab, faktor risiko, cara mengobati dan mencegah abses hati. Semoga bermanfaat.