Syarat dan Tips Melakukan Donor Darah Yang Wajib Dimiliki Pendonor

Posted on

Syarat dan Tips Melakukan Donor Darah¬† –¬†Donor darah merupakan kegiatan sosial yang diselenggarakan bagi mereka yang bersedia memberikan atau mendonorkan darahnya kepada orang yang membutuhkan secara sukarela. Kegiatan semacam ini banyak sekali dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kita sesama manusia untuk saling membantu kepada mereka yang membutuhkan.

Tidak hanya bermanfaat untuk penerima donor, donor juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh pendonor. Namun untuk melakukannya, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi pendonor untuk dapat melakukan donor darah.

Salah satu manfaat paling penting yang didapatkan dari melakukan donor darah adalah anda dapat mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh sekaligus membakar 650 kalori tubuh.

Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan donor darah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamaand an kesehatan pendonor maupun penerima donor. Beberapa syarat tersebut antara lain:

Syarat Donor Darah

Syarat dasar untuk menjadi pendonor yaitu berusia 17 tahun hingga 70 tahun.

  1. Memiliki berat badan minimal 45kg
  2. Tekanan darah sistole dibawah 180 dan diastole 100 (untuk yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi)
  3. Sedangkan untuk yang memiliki riwayat darah rendah, tekanan darah sistole 90 dan diastole 50.
  4. Pendonor sebaiknya memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5-17 g/dL, dan tidak lebih dari 20 g/dL.
  5. Memiliki kondisi tubuh sehat secara jasmani.

Berikut ini beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah

  1. Mengidap penyakit kanker
  2. Menderita penyakit diabetes
  3. Memiliki tekanan darah tinggi
  4. Memiliki riwayat penyakit paru-paru
  5. Menderita epilepsi dan sering kejang
  6. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  7. Memiliki gangguan pendarahan seperti hemofilia
  8. Pernah menjadi pecandu narkoba atau minuman keras
  9. Memiliki riwayat penyakit tertentu yang tidak diijinkan dokter melakukan donor darah.
  10. Mengidap penyakit menular atau berisiko terkena penyakit menular seperti sifilis, HIV/AIDS, flu, hepatitis B dan/atau C.

Wanita yang sedang menstruasi boleh melakukan donor darah jika tidak merasa sakit atau telah memenuhi standar hemoglobin yang dianggap aman saat melakukan donor darah.

Sebelum melakukan donor darah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kondisi kesehatan dan gaya hidupp kita dengan sejujurnya kepada petugas donor darah. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan anda dan untuk menghindari resiko bagi penerima darah.

Tips Melakukan Donor Darah

Sebelum melakukan aksi donor darah, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu beberapa hal yang harus dipersiapkan agar donor darah berjalan lancar. Beberapa hal tersebut antara lain:

  1. Pastikan kondisi kesehatan tubuh dengan prima sebelum melakukan donor darah
  2. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak sebelum pengambilan darah dilakukan, karena dapat mempengaruhi kualitas darah.
  3. Konsumsi banyak air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan dan tidur cukup pada malam sebelum melakukan donor darah.
  4. Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang berat atau mengkonsumsi minuman keras pada satu hari sebelum melakukan donor darah.
  5. Kenakan pakaian yang nyaman dengan lengan mudah digulung hingga diatas siku
  6. Bawa identitas diri saat melakukan donor darah

Sebelum dilakukan proses pengambilan darah biasanya petugas akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengevaluasi apakah anda layak untuk menjadi pendonor. Pada saat pengambilan darah, sebuah jarum steril akan dimasukkan ke pembuluh darah vena pada lengan. Selama 5-10menit darah akan diambil sebanyak 10% atau sekitar 470ml. Namun, anda tidak perlu khawatir akan kekurangan darah, karena tubuh akan secara alami akan memproduksinya kembali setelah proses pengambilan darah. Pada umumnya darah akan kembali seperti semula dalam beberapa minggu pasca melakukan donor darah.

Setelah selesai melakukan donor darah, biasanya pendonor akan diberi minuman untuk mencegah atau meredakan pusing dan lemas. Saat itu pula pendonor akan dibiarkan untuk istirahat beberapa waktu agar kondisi tubuh menjadi normal.

Donor darah bisa dilakukan kembali 3 bulan sekali untuk pria dan 4 bulan sekali untuk wanita setelah donor darah terakhir.

Untuk menghindari hal-hal negatif, berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan setelah melakukan donor darah.

  • Hindari melepas plester pada area suntikan selama 6 jam kedepan.
  • Hindari jangan merokok selama dua jam setelah melakukan donor darah.
  • Banyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan atau daging merah.

Pada dasarnya donor darah adalah tindakan medis yang aman, namun ada sebagian orang yang merasakan efek samping setelah melakukan donor darah. Beberapa kemungkinan yang biasanya terjadi pasca melakukan donor darah seperti mengalami rasa sakit ringan, memar pada titik pengambilan darah, merasa pusing dan nyeri pada lengan. Hubungi dokter jika ada perubahan kondisi tubuh setelah donor darah.

Itulah pembahasan singkat tentang Syarat dan Tips Melakukan Donor Darah Yang Wajib Dimiliki Pendonor yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..