Respon Obat dan Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Obat Dalam Tubuh

Posted on

Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Obat Dalam Tubuh – Obat dapat masuk melalui beberapa cara, ada yang melalui mulut seperti ditelan, dalam bentuk tablet, sirup atau puyer, ada juga yang melalui suntikan atau infus, ada pula melalui olesan di kulit seperti salep, melalui tetesan di mata atau telinga serta melalui dubur atau vagina. Cara tersebut dilakukan berdasarkan perbedaan cara dan tipe kerja obat dalam tubuh karena respon tubuh terhadap obat sangat bervariasi.

Respon Obat dalam Tubuh

Tidak semua klien menerima dapat memberikan respon yang sama terhadap setiap dosis obat yang diberikan, begitu juga dengan jenis obat yang sama dapat menimbulkan respon yang berbeda terhadap klien. Hal tersebut terjadi karena obat adalah substansi yang melalui efek kimia yang membawa perubahan dalam fungsi biologik. Yang pada umumnya molekul obat berinteraksi dengan molekul khusus dalam sistem biologik yang berperan sebagai pengatur atau disebut dengan molekul reseptor (Katzung 1998,h.2).


loading...

Genom manusia memiliki lebih dari 100.000 peptida produk gen berbeda dan kompleksitas kimiawi tiap peptida tersebut cukup untuk memberikan banyak tempat pengikatan yang berbeda-beda. Meskipun struktur kimiawi suatu obat memungkinkan untuk mengikat hanya satu jenis reseptor saja, proses-proses biokimiawi yang diatur reseptor tersebut akan terjadi di dalam sel yang multipel dan akan berikatan dengan banyak fungsi-fungsi biokimiawi lainnya, sebagai hasilnya, penderita dan dokternya mungkin mendapatkan lebih dari satu efek obat (Katzung 1998).

Karena hal itulah yang menyebabkan obat memiliki beberapa eefek spesifik yang berbeda. Efek yang terjadi pada pasien dapat berupa efek utama yang diingikan yaitu dapat menyembuhkan. Namun, ada beberapa kasus yang muncul akibat efek obat yag tidak di ingikan atau disebut dengan Toksisitas. Toksisitas terjadi pada mereka yang memiliki efek respon obat yang berbeda-beda, selain itu terdapat pula individu yang dapat menunjukkan respon yang jarang terjadi pada kebanyakan penderita yang disebut dengan Idionsikrasi (Katzung 1998).

Respon klien terhadpat obat sangat bervariasi, menurut Katzung (1998), variasi tersbut dapat berupa perubahan konsentrasi obat yang mencapai reseptor, variasi dalam konsentrasi dalam konsentrasi ligan reseptor endogen, perubahan dalam jumlah atau fungsi reseptor dan perubahan-perubahan komponen respons di sebelah distal reseptor.

Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja Obat Dalam Tubuh

Setelah kita mengetahui tentang respon obat dalam tubuh, selanjutnya kita pelajari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kerja obat dalam tubuh. Obat yang telah masuk dalam tubuh selanjutnya akan diserap dan masuk kedalam aliran darah. Seberapa cepat obat diserap oleh tubuh tergantung dengan beberapa faktor. Berikut penjelasannya:

1.Perbedaan Genetik
Susunan genetik memengaruhi biotransformasi obat. Pola metobolik dalam keluarga seringkali sama. Faktor genetik menentukan apakah enzim yang terbentuk secara alami ada untuk membantu penguraian obat. Akibatnya anggota keluarga sensitif terhadap suatu obat.

2. Variabel Fisiologis
Perbedaan hormonal antara pria dan wanita mengubah metabolisme obat tertentu. Hormon dan obat saling bersaing dalam biotransformasi karena kedua senyawa tersebut terurai dalam proses metabolik yang sama. Variasi diurnal dalam sekresi estrogen bertanggung jawab untuk fluktuasi siklik reaksi obat yang dialami wanita.

3. Kondisi lingkungan
Stres fisik dan emosi yang berat akan memicu respons hormonal yang akhirnya mengganggu metabolisme obat pada klien. Radiasi ion menghasilkan efek yang sama dengan mengubah kecepatan aktivitas enzim. Pajanan pada panas dan dingin dapat memengaruhi respons terhadap obat. Klien Hipertensi diberi vasodilator untuk mengontrol tekanan darahnya. Pada cuaca panas dosis vasodilator perlu dikurangi karena suhu yang tinggi meningkatkan efek obat. Cuaca dingin cenderung meningkatkan vasokontriksi, sehingga dosis vasodilator perlu ditambah.

4. Faktor Psikologis
Sikap seseorang terhadap obat berakar dari pengalaman sebelumnya atau pengaruh keluarga. Melihat orang tua sering menggunakan obat obatan dapat membuat anak menerima obat sebagai bagian dari kehidupan normalnya. Makna obat atau signifikansi mengonsumsi obat memengaruhi respons klien terhadap terapi. Sebuah obat dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi rasa tidak aman. Pada situasi ini klien bergantung pada obat sebagai media koping dalam kehidupan.

5. Diet
Interaksi obat dan nutrien dapat mengubah kerja obat atau efek nutrien. Contoh : vitamin K terkandung dalam sayuran hijau berdaun merupakan nutrien yang melawan efek warfarin natrium (coumadin) mengurangi efeknya pada mekanisme pembekuan darah. Minyak mineral menurunkan absorpsi vitamin larut lemak. Klien membutuhkan nutrisi tambahan ketika mengonsumsi obat yang menurunkan efek nutrisi. Menahan konsumsi nutrien tertentu dapat menjamin efek terapeutik obat.

Itulah uraian singkat tentang respon dan faktor yang mempengaruhi kerja obat dalam tubuh. Semoga penjelasan diatas dapat memberikan gambaran dan bermanfaat. Terimakasih


loading...