Penyebab dan Resiko Bayi Lahir Prematur Yang Penting Dipahami untuk Menghindarinya

Posted on

Penyebab dan Resiko Bayi Lahir Prematur – Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Jika kondisi normal kelahiran terjadi setelah kandungan berusia sekitar 37 sampai 40 minggu, sedangkan pada kelahiran prematur terjadi pada usia kandungan sebelum 37 minggu kehamilan.

Kelahiran prematur tentunya tidak di inginkan oleh semua ibu hamil, selain karena tidak normal, bayi yang lahir prematur cenderung memiliki berat badan yang tidak normal. Jika pada normalnya bayi lahir memiliki berat badan 2,5kg, pada bayi prematur biasanya memiliki berat badan kurang dari 2,5kg.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012, terdapat lebih dari 15 juta bayi lahir prematur setiap tahunnya. Sebanyak 60% kasus kelahiran prematur terjadi di Afrika dan Asia Selatan. Sedangkan, Indonesia menempati posisi kelima dalam daftar 10 negara dengan kasus kelahiran prematur tertinggi yaitu sekitar 675.700 kasus.

Ada banyak faktor yang menyebabkan bayi lahir prematur, yang sebagian besar berasal dari sang ibu.

Faktor Penyebab Kelahiran Prematur

Pada kebanyakann kasus, kelahiran prematur terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebab secara jelasnya. Namun, terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kelahiran prematur. Berikut ini beberapa penyebab yang meningkatkan resiko kelahiran prematur, antara lain:

  • Kondisi fisik ibu hamil yang tidak sehat seperteti mengalami pre eklamsia juga bisa berpengaruh terhadap kondisi janin dalam rahim sang ibu. Pre eklamsia adalah hipertensi pada kehamilan yang disertai dengan kejang, sehingga menyebabkan bayi lahir prematur.
  • Merokok juga dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur, selain itu ibu  hamil juga sebaiknya menghindari asap rokok atau tidak menjadi perokok pasif. Perokok pasif juga akan menghirup asap rokok ke dalam tubuhnya meski tidak melalui mulut namun melalu hidungnya.
  • Kelahiran prematur juga dapat dipengaruhi akibat pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya. Selain itu, ibu yang memiliki riwayat aborsi juga mengalami keguguran sebelumnya juga rentan mengalami kelahiran prematur.
  • Kondisi kesehatan janin dalam rahim juga menjadi faktor yang dapat menyebabkan kelahiran prematur. Seperti janin kekurangan gizi sehingga perkembangan bayi tidak sehat.

Faktor Penyebab lainnya …..

  • Kehamilan kembar
  • Hamil dengan jarak kurang dari enam bulan dari kehamilan sebelumnya
  • Kehamilan melalui bayi tabung
  • Berusia kurang dari 17 atau lebih dari 35 tahun saat hamil
  • Pernah mengalami aborsi atau keguguran beberapa kali
  • Berat tubuh kurang atau lebih dari normal sebelum hamil
  • Mengonsumsi obat diethylstilboestrol (DES) saat hamil
  • Menggunakan kontrasepsi IUD saat mengalami pembuahan dan IUD tersebut masih ada di posisinya saat hamil
  • Memiliki jenis pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik yang berat
  • Beberapa kali mengalami pendarahan saat hamil, terutama di trimester terakhir
  • Mengalami trauma, depresi, kekerasan, atau cidera saat hamil. Stres tinggi menyebabkan pelepasan hormon yang memicu kontraksi dan kelahiran prematur

Resiko Bayi Lahir Prematur

Kelahiran prematur memiliki berbagai resiko untuk bayi yang tidak boleh diabaikan karena membahayakan kondisi janin. Berikut ini beberapa resiko bayi lahir prematur.

Bayi yang terlahir pada usia kehamilan sebelum 37 minggu belum memiliki proses pembentukan tubuh yang sempurna, sehingga komplikasi sangat mungkin bisa terjadi. Pada umumnya, kasus paling banyak diderita oleh bayi prematur adalah masalah pernafasan, hal ini karena paru-paru bayi belum berfungsi dengan baik.

Selain pernafasan, bayi prematur juga rentan terinfeksi serta mengalami komplikasi pada jantung, proses metabolisme, daya tahan, dan pada sistem pencernaan.

Dalam jangka panjang, masalah seperti kognitif, perkembangan perilaku dan psikologis, pendengaran serta penglihatan mungkin dialami oleh anak yang terlahir prematur.

Resiko paling banyak di takuti oleh semua orang dari kelahiran prematur adalah menyebabkan kematian pada janin. Bayi yang dilahirkan prematur kurang dari usia kehamilan 17 minggu beresiko besar menyebabkan kematian. Hal ini karena organ bayi belum berkembang secara sempurna sehingga kehidupannya tidak bisa di dukung dnegan organ yang tidak dapat berkembang.

Berbahayanya resiko yang dialami pada kelahiran prematur sebaiknya harus diketahui oleh ibu hamil untuk mencegah kelahiran prematur. Kelahiran prematur juga tidak boleh disepelekan, karena bayi prematur memiliki banyak kelemahan, terutama pada organ dalam tubuhnya yang belum berkembang secara sempurna.

Itulah penjelasan tentang  Penyebab dan Resiko Bayi Lahir Prematur . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.