Glaukoma – Jenis, Ciri-ciri, Penyebab dan Faktor Risiko Glaukoma

Posted on

Jenis, Ciri-ciri, Penyebab dan Faktor Risiko Glaukoma – Glaukoma sering disebut dengan pencuri penglihatan, karen apenyakit ini berkembang tanpa ditandai dengan munculnya gejala yang nyata. Hal inilah yang menyebabkan penderita glaukoma tidak menyadari jika telah terjadi kerusakan penglihatan yang lebih lanjut. Pengakit glaukoma tidak dapat diperbaiki oleh karena itulah deteksi, diagnosa dan perawatn harus dilakukan sejak dini untuk menghindari komplikasi. Cari tahu terlebih dahulu tentang Glaukoma.

Glaukoma

Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.

Penyebab glaukoma ialah meningkatnya tekanan bola mata di atas 20mmHg, penyebab lainnya adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Walaupun jarang dapat juga disebabkan emosi yang tidak stabil, migrain, penyempitan pembuluh darah dan lain-lain. Tekanan bola mata di atas normal yang terus menerus akan merusak saraf penglihatan, tetapi seringkali tidak disadari oleh pasien, karena kerusakannya sedikit demi sedikit, oleh karenanya perlu pemeriksaan mata, jika telah berusia 40 tahun ke atas. Tekanan bola mata yang di atas normal pada tahap awal akan diberikan obat tetes mata untuk menurunkan tekanan bola mata menjadi normal.

Jenis Glaukoma

Terdapat beberapa jenis glaukoma, ada yang terjadi sejak lahir, ada yang berkembang kemudian hari dan adapul ayang disebabkan karena riwayat penyakit tertentu. Berikut bebrapa jenis Glaukoma:

1. Glaukoma Sudut-Terbuka Primer (Primary Open-Angle Glaucoma)

Glaukoma Sudut-Terbuka Primer adalah tipe yang yang paling umum dijumpai. Glaukoma jenis ini bersifat turunan, sehingga risiko tinggi bila ada riwayat dalam keluarga. Biasanya terjadi pada usia dewasa dan berkembang perlahan-lahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seringkali tidak ada gejala sampai terjadi kerusakan berat dari syaraf optik dan penglihatan terpengaruh secara permanen. :Pemeriksaan mata teratur sangatlah penting untuk deteksi dan penanganan dini.

Glaukoma Sudut-Terbuka Primer biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menurunkan tekanan dalam mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Glaukoma Sudut-Tertutup Akut (Acute Angle-Closure Glaucoma)

Glaukoma Sudut-Tertutup Akut lebih sering ditemukan karena keluhannya yang mengganggu. Gejalanya adalah sakit mata hebat, pandangan kabur dan terlihat warna-warna di sekeliling cahaya. Beberapa pasien bahkan mual dan muntah-muntah.

Glaukoma Sudut-Tertutup Akut termasuk yang sangat serius dan dapat mengakibatkan kebutaan dalam waktu yang singkat. Bila Anda merasakan gejala-gejala tersebut segera hubungi dokter spesialis mata Anda.

3. Glaukoma Sekunder (Secondary Glaukoma)

Glaukoma Sekunder disebabkan oleh kondisi lain seperti katarak, diabetes, trauma, arthritis maupun operasi mata sebelumnya. Obat tetes mata atau tablet yang mengandung steroid juga dapat meningkatkan tekanan pada mata. Karena itu tekanan pada mata harus diukur teratur bila sedang menggunakan obat-obatan tersebut

4. Glaukoma Kongenital (Congenital Glaukoma)

Glaukoma Kongenital ditemukan pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran, biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Ada gejala yang dirasakan pertama kali antara lain: bila memandang lampu neon/sumber cahaya maka akan timbul warna pelangi di sekitar neon tersebut, mata terasa sakit karena posisi mata dalam keadaan membengkak, penglihatan yang tadinya kabur lama kelamaan akan kembali normal, rasa ingin mengedip terus-menerus dengan menekan kedipan berlebihan. Hal inilah yang membuat para penderita glaukoma tidak menyadari bahwa ia sudah menderita penyakit mata yang kronis

Ciri Ciri Glaukoma 

  • Penderita selalu ingin merasakan mengedip terus dengan menekan kedipan berlebihan
  • Pada penglihatan penderita yang mulanya kabur lama kelamaan menjadi normal kembali
  • Penderita akan merasakan sakit mata karena kondisi matanya dalam keadaan yang membengkak
  • Apabila penderita sedang memandang cahaya lampu rumah maka pada penderita akan merasakan timbulnya warna pelangi disekitar cahaya lampu tsb

Penyebab Glaukoma

Glaukoma terjadi karena meningkatnya tekanan yang ada didalam mata (tekanan intraokular) yang disebabkan karena produksi cairan pada mata yang berlebihan, maupun terjadi karena terhalangnya saluran pembuangan cairan. Tekanan tersebut dapat merusak saraf retina atau jaringan saraf yang melapisi bagian belakang mata dan saraft optik yang menghubungkan mata ke otak.

Faktor Resiko Glaukoma

Penyebab jelas glaukoma belum diketahui secara pasti, tetapi  berikut ini adalah faktor-faktor diduga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami glaukoma:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Pernah mengalami cidera pada mata atau menjalani operasi mata.
  • Pernah terdiagnosis mengalami tekanan mata tinggi atau hipertensi okular.
  • Menderita penyakit mata yang lain seperti rabun jauh, rabun dekat, peradangan pada mata, dan gangguan pada retina, lensa atau pembuluh darah mata.
  • Memiliki anggota keluarga yang juga menderita glaukoma.
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama.
  • Menderita penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Glaukoma dapat menyerang kedua mata dengan tingkat keparahan yang berbeda.
  • Riwayat glaukoma di dalam keluarga, saudara sekandung lebih beresiko dibandingkan orang tua dan anaknya
  • Tekanan bola mata tinggi
  • Miopia (rabun jauh)
  • Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi buruk)
  • Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama.

Terimakasih, Semoga informasi yang diberikan bermanfaat.