Faktor Penyebab Obesitas dan Dampak Buruk Obesitas Bagi Kesehatan Yang Penting Diketahui

Posted on

Penyebab Obesitas dan Dampak Buruk Obesitas Bagi Kesehatan – Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan masalah kesehtaan yang dialami oleh banyak penderitanya di seluruh Indonesia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) pada tahun 2014 menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat 10 sebagai negara dengan presentasi penderita obesitas tertinggi.

Di Indonesia sendiri ada lebih dari 40juta orang dewasa yang dikategorikan obesitas, hal ini berarti ada sekita 15,4% dari total keseluruhan warga Negara Indonesia yang menderita obesitas.

Obesitas terjadi ketika anda sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan tidak di imbangi oleh pergerakan fisik yang sesuai. Hal tersebut menyebabkan energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori tersebut tidak terpakai, maka akan tersimpan ditubuh dalam bentuk lemak. Penumpukan lemak tersebut lambat laun menyebabkan obesitas. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang obesitas, berikut ini adalah faktor penyebab dan dampak buruk obesitas bagi kesehatan yang penting anda ketahui.

Faktor Penyebab Obesitas

Kebutuhan rata-rata kalori yang dibutuhkan setiap harinya bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik adalah sekitar 2000, sedangkan bagi pria membutuhkan sekita 2500 kalori perharinya. Namun, yang menjadi masalah adalah saat ini banyak dari kita jarang bergerak sehingga kalori dalam tubuh menjadi menumpuk dan membentuk lemak. Selain itu, berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan obesitas antara lain:

1.  Kelebihan asupan karbohidrat
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia Hardinsyah mengatakan bahwa tingginya kasus obesitas di Indonesia disebabkan oleh pola makan yang salah. Kebanyakan masyarakat Indonesia memulai sarapan dengan mengkonsumsi lontong sayur, nasi uduk, bubur ayam, mi goreng, nasi kuning, gorengan dan yang paling terkenal nasi goreng. Semua jenis makanan tersebut mengandung karbohidrat tinggi.

Kelebihan karbohidrat dipagi hari dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat lapar dan mengantuk, akibatnya untuk mengatasi rasa lapar dan ngatuk tersebut kebanyakan dari mereka ngemil. Hal tersebut menyebabkan tubuh kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Sering konsumsi junk food
Saat ini kebanyakan dari kita menuntut semua hal serba cepat dan instan, tidak terkecuali juga dengan makanan, hingga mereka tidak memperhatikan dampak buruk yang ditimbulkan dari mengkonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji atau junk food.

Makanan cepat saji tinggi kandungan lemak karena melewati proses pemasakan yang terlalu banyak menggunakan minyak dan bahan tambahan lain yang menyumbangkan banyak kalori. Oleh karena itu terlalu sering mengkonsumsi junk food akan membuat tubuh semakin banyak menumpuk lemak dan akhirnya mengalami kegemukan atau secara perlahan-lahan menyebaban obesitas.

3. Banyak konsumsi gula
Beberapa studi menyebutkan terlalu banyak konsumsi gula dapat mengganggu proses metabolisme tubuh yang menyebabkan tubuh resistan terhadap insulin, menambah timbunan lemak di perut hingga memicu munculnya kanker. Beberapa makanan tinggi gula yang sering di konsumsi seperti nasi, teh atau kopi dan minuman manis lainnya.

4. Kualitas tidur tidak baik
Salah satu penyebab kegemukan atau obesitas lainnya adalah tubuh kurang mendapatkan asupan tidur yang cukup. Kurangnya jam tidur dapat menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi hormon yang bertindak dalam pencegah timbunan lemak. Tubuh yang kurang tidur menyebabkan rasa lapar sehingga memicu anda untuk terus makan sehingga akan meningkatkan resiko tubuh menjadi gemuk secara perlahan tanpa disadari.

5. Lingkungan
Faktor lingkungan juga menyebabkan kegemukan atau obesitas seperti memiliki keluarga yang mayoritas memiliki bentuk tubuh gemuk, lingkungan yang memiliki pola makan yang buruk. Selain itu, kebiasan kurang melakukan kegiatan fisik atau olahraga yang dapat meningkatkan resiko obesitas lebih tinggi. Cara paling ampuh untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengatur pola makan sehat dan sering bergerak.

6. Efek samping penggunaan obat
Faktor selanjutnya yang dapat menyebabkan obesitas adalah penggunaan obat-obatan seperti jenis obat antidepresan, antipsikotik, antiepilepsi, steroid, obat diabetes, dan obat penghambat beta.

7. Bertambahnya Usia
Dengan bertambahnya usia maka semakin besar pula resiko bertambahnya berat badan, hal ini dikarenakan proses metabolisme tubuh menurun dan massa otot berkurang.

Selain faktor penyebab diatas, obesitas juga disebabkan karena adanya faktor penyakit dalam tubuh. Beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan obesitas antara lain:

  1. Hipotiroidisme, adalah gangguan kelenjar tiroid yang menyebabkan produsi hormon penting menjadi berkurang bahkan berhenti.
  2. Sindrom Prader-Willi, Adalah suatu kelainan dimana seseorang lahir dengan gangguan genetik memiliki nafsu makan yang ekstrim.
  3. Arthitis, adalah seseorang yang mengalami radang sendi sehingga mereka sulit bergerak, dan menjadikan aktivitas seseorang menjadi terbatas sehingga lebih rentang mengalami kenaikan berat badan.
  4. Sindrom ovarium polikistik, adalah kondisi yang dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam sistem reproduksi wanita.
  5. Sindrom Cushing, adalah ketika penderita memiliki hormon kortisol sangat tinggi. Kortisol adalah hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan.

Bahaya Obesitas bagi Kesehatan

Seseorang dapat dikatakan mengalami obesitas jika ia memiliki berat badan yang telah mencapai 15% lebih berat dari berat badan idealnya. Secara klinis, obesitas dibedakan menjadi 3 klasifikasi, antara lain:

  • Obesitas ringan adalah kelebihan berat badan mencapai 20% hingga 40%
  • Obesitas sedang adalah kelebihan berat badan mencapai 41% hingga 100%
  • Obesitas berat adalah kelebihan berat badan lebih dari 100%

Tidak hanya mempengaruhi lebar pinggang tubuh, obesitas juga menimbulkan efek buruk lainnya seperti mengakibatkan masalah kesehatan serius yang membahayakan tubuh. Berikut ini beberapa dampak buruk dari obesitas yang perlu diketahui.

1. Penyakit Jantung
Kelebihan kadar lemak dalam tubuh dapat menyumbat pembuluh darah di jantung yang mengakibatkan penderita obesitas mengalami serangan jantung bahkan hingga jantung koroner.

2. Penyakit Stroke
Pada umumnya penderita obesitas di Indonesia memiliki riwayat darah tinggi, sehingga beresiko terserang stroke.

3. Penyakit Kanker
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada sekitar 40% penderita obesitas memiliki resiko terserang penyakit kanker. Hal ini disebabkan sel lemak memproduksi hormon estrogen yang menjadi pemicu kanker.

4. Gangguan Otak
Berdasarkan penelitian yang dilansir dari My Health News Daily, obesitas juga dapat mempengaruhi gangguan pada otak seperti kecanduan makanan, mengubah kinerja sistem imun, demensia, serta merusak memori.

5. Hipertensi
Obesitas memiliki hubungan yang erat dengan penyakit hipertensi yang diakibatkan sering mengkonsumsi makanan penyebab darah tinggi, kolesterol dan lemak berlebih yang memicu penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah menjadi naik.

6. Gangguan saluran pernapasan
Dampak buruk obesitas lainnya adalah menyebabkan gangguan pernafasan, hal ini karena terjadi penimbunan lemak yang berlebihan dibagian bawah diafragma dan pada dinding dada hingga menekan paru-paru. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernapas.

Itulah penjelasan tentang Penyebab Obesitas dan Dampak Buruk Obesitas Bagi Kesehatan  . Semoga informasi yang diberikan oleh BukuMedis bermanfaat dan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah kesehatan. Terimakasih semoga bermanfaat.