8 Cara Akurat Menghitung Usia Kehamilan Dengan Tepat Bagi Calon Ibu

Posted on

Cara Menghitung Usia Kehamilan – Usia kehamilan atau gestational age adalah jangka waktu lama kehamilan terhitung sejak hari pertama periode haid atau HPHT. Saat anda positif hamil, maka anda juga harus tahu cara menghitung usia kehamilan anda. Hal ini penting diketahui oleh calon ibu untuk mengetahui kondisi janin yang sedang anda kandung. Dengan mengetahui usia kehamilan, ibu juga tahu mengenai asupan vitamin apa saja yang dibutuhkan pada tiap-tiap trimester, jenis makanan yang baik untuk ibu hamil dan seterusnya. Selain itu calon ibu juga tahu kapan waktu pas untuk melakukan skrining kehamilan, atau melakukan pemeriksaan USG, serta ibu lebih mengetahui tentang risiko komplikasi yang kemungkinan dapat terjadi pada proses kehamilan sehingga ibi dapat dengan tepat melakukan pencegahan atau cara mengatasinya.

Usia kehamilan biasanya dinyatakan dalam hitungan minggu dibandingkan dengan hitungan bulan. Hal ini dikarenakan perhitungan minggu lebih efektif dan akurat dilakukan untuk mengetahui perkembangan janin dibandingkan dengan hitungan bulan. Selama kehamilan, janin melalui berbagai fase perkembangan dan pertumbuhan pada setiap organ-organnya. Setiap fasenya membutuhkan cara perlakuan yang berbeda. Karena itulah, penting bagi calon ibu mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani agar calon ibu dapat melakukan upaya tepat dalam menjaga kehamilan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Pada umumnya usia kehamilan adalah selama 40 minggu atau sekitar 280 hari terhitung mulai dari hari pertama haid terakhit atau HPHT.Biasanya dokter akan menghitung usia kehamilan dengan mengunakan beberapa metode untuk mengetahui perhitungan serta digunakan sebagai acuan dalam menentukan hari perkiraan lahir (HPL) bagi calon ibu. Untuk calon ibu, anda dapat melakukan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan yang memiliki akurasi yang baik, diantaranya melalui beberapa cara seperti dibawah ini:

Menghitung Usia Kehamilan Metode Hitungan Kalender

Metode perhitungan kalender adalah cara klasik dan umum digunakan calon ibu untuk menghitung usia kehamilan. Jika calon ibu menggunakan cara ini maka calon ibu harus mengetahui tentang siklus haid anda. Karena metode ini mengacu pada hitungan haid pertama (HPTP) untuk menentukan usia kehamilan dan mengetahui hari perkiraan lahir (HPL). Dengan kata lain HPTP dihitung sebagai hari pertama berlangsungnya kehamilan. DOkter memiliki patokan bahwa konsepsi atau pembuahan terjadi pada hari ke-14 dari siklus menstruasi. Dengan mengetahui hari pertama dari periode haid terakhir dari calon ibu, maka Dokter dapat menghitung usia janin dalam kandungan.

Siklus haid biasanya terjadi per 28 hari, maka calon ibu dapat menghitung hari perkiraan lahir (HPL) menggunakan cara Neagele, sebagai berikut.

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan pada saat haid terakhir – 3), (Tahun pada saat haid terakhir + 1)

Contoh: Calon ibu terakhir haid pada 3 september 2017, maka perhitungan Neagele nya sebagai berikut:
(3 + 7) , (9 – 3), (2017 + 1) = 10 , 6, 2018
Jadi, jika HPL janin terjadi pada tanggal 10 Juni 2018 maka calon ibu dapat menghitung usia kehamilan per tanggal 10. misal pada tanggal 10 oktober 2016 janin berusia 1 bulan dan seterusnya.

Sedangkan jika HPHT terjadi pada bulan januari sampai maret dan bulan tidak dapat dikurangi 3 maka bulan cukup ditambah 9, sedangkan tahunnya tetap . Contoh HPHT pada 20 februari 2017, maka HPL adalah 20 November 2017.

Menghitung Usia Kehamilan dengan Sistem Fundus Uteri

Sistem fundus uteri atau puncak rahim adalah menghitung usia kehamilan dengan cara meraba bagian rahim terutama pada bagian yang menonjol dibagian perut. Cara menghitungnya dapat menggunakan pita ukur saat usia kehamilan melewati 22-24 minggu atau pemeriksaan palpasi (perabaan). Meskipun cara yang dilakukan sangat sederhana, cara ini dapat dibilang akurat dilakukan oleh dokter atau bidan untuk memperkiraan usia kehamilan. Hasil angka dari perhitungan jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim menunjukkan usia kehamilan anda.

Contoh cara menhitung usia kehamilan dengan sistem fundus uteri adalah sebagai berikut :

Menggunakan Palpasi (perabaan) 

Menggunakan Palpasi (perabaan) tinggi rahim digunakan untuk mencari fundus uteri, untuk menghitung usia kehamilan tinggi fundus uteri yang didapat akan dibandingkan dengan patokan standar, seperti berikut:

  • 12 minggu ⇒ 1/3 di atas simpisis
  • 16 minggu ⇒ simpisis-pusat
  • 20 minggu ⇒ 2/3 di atas simpisis
  • 24 minggu ⇒ Setinggi pusat
  • 28 minggu ⇒ 1/3 di atas pusat
  • 34 minggu ⇒ pusat-prosessus xifoideus
  • 36 minggu ⇒ Setinggi prosessus xifoideus
  • 40 minggu ⇒ 2 jari di bawah prosessus xifoideus

Menggunakan Pita Ukur

Menggunakan pita ukur untuk menghitung usia kehamilan dengan cara sebagai berikut

  • Cara ini dilakukan pada usia kehamilan 22-14 minggu
  • Gunakan pita ukur seperti pita penjahit, tarik pada titik nol pita ukur dan letakkan pada tepi atas simfisis pubis lalu pita ditarik melewati garis tengah sampai puncakk rahim.
  • Hasilnya dibaca dalam skala cm dan dibandingkan hasilnya dengan patokan standar
  • Jika jarak tulang kemaluan hingga puncak rahim sekitar 28 cm maka bisa diperkirakan usia kehamilan anda 28 minggu dan seterusnya.

Menghitung Usia Kehamilan dengan Deteksi Gerakan Janin

Cara sederhana yang dapat anda lalukan untuk mengetahui usia kehamilan yaitu dnegan mendeteksi gerakan janin dalam kandungan, dan cara ini memiliki tingkat ke akurasian 100%. Caranya yaitu dengan merasakan gerkan janin dalam perut ana. Jika pada kehamilan pertama anda sudah merasakan adanya gerakan dalam perut dapat diperkirakan kehamilan anda sudah memasuki usia minggu ke 18 atau minggu ke 20. Sedangkan untuk kehamilan kedua dan berikutnya biasanya janin akan bergerak pada usia minngu ke 16 hingga 18 minggu.

Menghitung Usia Kehamilan dengan Tes HCG

Tes HCG adalah Tes untuk mengetahui usia kehamilan dengan cara mengambil sampel darah atau urin dari ibu hamil. Jika hasil dari dampel darah atau urin ibu hamil ditemukan HCG maka diperkirakan usia kehamilan sudah memasuki usia 3 samapi 4 minggu. Metode ini sering dilakukan untuk memastikan jika anda benar-benar hamil dan jauh lebih akurat dibandingkan dengan melakukan tes HCG di rumah.

Menghitung Usia Kehamilan dengan Tes USG

Ultrasonografi obstetri atau USG kehamilan pertamakali dilakukan pada awal tahun 1970-an. Proses tes USG memperlihatkan peningkatan nyata dalam evaluasi anatomi janin dna plasenta, serta pertumbuhan janin dalam kandungan. Hingga saat ini, USG adalah teknik yang paling akurat untuk memperkirakan usia kehamilan. Selain berguna untuk mengetahui pertumbuhan janin, dengan USG kita juga dapat mendeteksi kehamilan kembar atau kelainan pada janin serat plasenta previa.

Terdapat 3 cara untuk melakukan tes melalui USG, yaitu:

  • Mengukur diameter kantong kehamilan (GS=gestational sac) pada ibu hamil muda kira-kira 6-12 minggu kehamilan.
  • Mengukur jarak kepala-bokong janin (GRI=grown rump length) pada usia kehamilan 7-14 minggu dibandingkan dengan standar acuan.
  • Mengukur diameter kepala janin atau Diameter biparietal (BPD=Biparietal Diameter) pada usia kehamilan diatas 12 minggu.

Itulah cara yang dapat lakukan untuk mengetahui usia kehamilan. Setelah mengethauinya semoga calon ibu dapat menjalani proses kehamilan dengan tenang dan percaya diri. Jangan lupa untuk tetap rutin mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan, dan jangan lupa lakukan berbagai persiapan untuk proses kelahiran. Semoga bermanfaat. Terimakasih.