7 Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Makan Cepat yang Perlu di Perhatikan

Posted on

Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Makan Cepat – Makan Terlalu cepat biasanya sering dilakukan oleh seseorang yang memiliki aktivitas super sibuk sehingga mereka akan makan dengan cepat karena keterbatasan waktu. Padahal sarapan dan makan malam seharusnya menjadi momen menyenangkan bagi kita, apalagi jika dilakukan bersama keluarga atau teman-teman. Namun, bagi mereka yang memiliki sedikit waktu luang biasanya akan mengunyah makanan lebih cepat. Padahal kebiasaan tersebut bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi tubuh.

Menurut WebMD, kebanyakan orang Amerika memakan makanan mereka terlalu cepat. Pakar kesehatan menyarankan bahwa dibutuhkan sekitar 15 hingga 20 menit untuk membentuk pencernaan dan kontrol porsi yang tepat. Beberapa studi dari tahun-tahun belakangan ini juga menemukan bahwa terburu-buru ketika makan dan tidak cukup mengunyah dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Padahal sebelum masuk kedalam sistem pencernaan, makaan harus terlebih dahulu dikunyah dengan lembut yang bertujuan untuk meringankan kerja sistem pencernaan. Karena itulah jika makan terlalu cepat dapat membahayakan kesehatan tubuh. Untuk itu, cara paling sederhana untuk terhindari dari masalah kesehatan adalah dengan menguyah lembut makanan terlebih dahulu sehingga usus lebih mudah untuk menyerap nutrisi didalamnya. Sedangkan nutrisi pada makanan akan diubah menjadi energi dan kebutuhan tubuh yang lainnya.

Bahaya Makan Terlalu Cepat

1. Makan Terlalu cepat dapat Menyebabkan Tersedak
Makan terlalu cepat akan memicu tersedak, hal ini karena makanan belum dikunyah secara sempurna. Meskipun umum terjadi, tersedak juga dapat menyebabkan kematian. Hal ini karena makan ayang tersangkut ditenggorokan akan menghambat saluran pernapasan sehingga akan kesulitan untuk bernapas.

2. Makan Terlalu cepat menyebabkan Organ Pencernaan bekerja lebih berat
Kebiasaan makan terlalu cepat bisanya menelan makanan yang belum dilumatkan secara sempurna bahkan keadaan posisi makanan masih keras. Hal ini menyebabkan organ pencernaan seperti usus harus bekerja lebih keras untuk melumatkan dan mencerna makanan. Jika organ pencernaan bekerja terlalu keras maka membuat usus akan lebih sulit untuk membersihkan diri dan meregenerasi sel-sel yang membantu proses penyerapan dalam tubuh. Hal tersebut yang menyebabkan zat-zat dan racun dalam tubuh menjadi mengendap dan memicu beberapa jenis penyakit lainnya.

3. Makan Terlalu Cepat dapat Menyebabkan Diabetes
Berdasarkan studi dari Lithuania pada tahun 2012 mencatat diabetes sebagai konsekuensi dari makan terlalu cepat. Berdasarkan pernyataan dari Dr Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung di Hiroshima University, Jepang, mengatakan “Ketika orang makan cepat, mereka cenderung tidak merasa kenyang dan lebih mungkin untuk makan berlebihan. Makan cepat menyebabkan fluktuasi glukosa yang lebih besar, yang dapat menyebabkan resistensi insulin,”. Diabetes tipe 2 dapat disebabkan oleh resistensi insulin, suatu kondisi di mana sel-sel dalam tubuh tidak merespon hormon insulin secara efektif.

4. Makan Terlalu cepat Menyebabkan Makan Banyak
Pada dasarnya tubuh memiliki sistem tersendiri untuk mengingatkan bahwa anda sudah cukup makan. Sistem saraf dan hormon pada sistem pencernaan bekerja untuk mengirimkan sinyak pada otak bahwa anda sudah kenyang. Namun, jika terlalu makan cepat-cepat otak belum sempat menerima peringatan dari saluran pencernaan bahwa anda sudah kenyang. Akibatnya membuat anda makan lebih banyak. Sedangkan makan terlalu banyak dapat menyebabkan perut terasa begah dan sakit.

5. Makan Terlalu Cepat Menyebabkan Gangguan Pencernaan
Selain memudahkan proses pencernaan, makan hingga lembut berperan meminimalisir udara yang ikut tertelan. Udara yang tertelan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan sfingter esofagus membuka lebar, dan asam perut akan naik mencapai dada atau tenggorokan. Hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mulas, pertut kembung, perut nyeri, dan sebagainya.

6. Makan Terlalu Cepat Meningkatkan resiko sindrom metabolik
Berdasarkan peneltiian dari Universitas Hiroshima Jepang, mereka menguji coba 642 pria dan 441 wanita sebagai subjek penelitian. Para subjek dibagi menjadi tiga kategori, yaitu mereka yang makan lambat, normal, dan cepat. Periset menemukan, mereka yang makan terlalu cepat mengalami peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 11,6%. Sindrom ini merupakan cikal bakal penyakit diabetes, jantung, dan stroke.

7. Makan Terlalu Cepat dapat meningkatkan stres
Makan dengan santai dan mengunyah makanan hingga lembut akan membuat kita menikmati kelezatan makanan tersebut. Rasa tenang dan senang akan dirasakan oleh otak sehingga hal tersebut dapat meringankan stress. Akan beda rasanya ketika anda makan dengan cepat dan tergesa-gesa, hal tersebut malah dapat menambah beban fikiran.

Untuk menghabiskan satu porsi makanan berat, misalnya makan siang atau makan malam, Anda membutuhkan waktu kira-kira 20 menit. Kalau biasanya Anda bisa menghabiskan sepiring makanan dalam waktu 10 menit atau bahkan kurang dari itu, berarti Anda makan terlalu cepat. Inilah bahayanya jika Anda terbiasa makan cepat-cepat.

Demikianlah pembahasan singkat tentang Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Makan Cepat yang perlu anda ketahui dan membantu anda untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Terimakasih telah berpartisipasi membaca artikel ini, semoga bermanfaat..